
DOMPU, Lakeynews.com – Malam ke-20 Ramadan 1442 Hijriah, Polres Dompu menggelar kegiatan Nuzulul Quran.
Kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Miftahul Jannah Polres Dompu, Senin (3/5) sore itu juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustaz Zainuddin MY, S.Pdi.
“Kegiatan ibadah merayakan momen ini penting,” kata Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK, dalam sambutannya.
Kegiatan ini dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres, personel Kodim 1614/Dompu, Brimob Batalyon II Yon C Dompu, Polres Dompu, Ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Dompu.
Dikatakannya, Nuzulul Quran untuk menumbuhkan keimanan dan ketakwaan personel Polres Dompu maupun prajurit TNI dalam melaksanakan tugasnya. “Hakekatnya perayaan Nuzulul Quran, kita harus tetap bersyukur kepada Allah SWT, karena telah menurunkan kitab suci Alquran di bumi ini,” jelasnya.

Sebagai pedoman hidup bagi umat manusia, lanjut Syarif Hidayat, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat. “Kitab Alquran juga akan membimbing manusia agar memiliki wawasan yang luas serta membimbing umat manusia agar memiliki kepribadian yang baik sebagai umat Allah SWT maupun makhluk sosial,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa Alquran berfungsi sebagai peringatan, rahmat, penjelas, berita gembira, serta sumber hukum. “Alquran juga berfungsi sebagai sumber ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, dimana inspirasinya yang tidak pernah kering, mengalirkan nilai-nilai ajaran Islam yang luhur, memberi ketenteraman dan menciptakan kedamaian,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Dompu IPDA Handik Wicaksono mengatakan, bahwa dengan peringatan Nuzulul Quran ini dapat mempertebal keimanan para personel Polres Dompu dan TNI khususnya yang beragama Islam dan dapat menjalankan tugas-tugas dengan semangat beribadah.
“Ini merupakan salah satu kegiatan untuk mempertebal keimanan personel Polres maupun TNI saat menjalankan tugas,” ujar Handik.
Handik juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh paham-paham keliru yang menggunakan isu-isu kekerasan dengan berselimutkan agama. “Keberagaman masyarakat kita baik suku, agama, ras maupun golongan janganlah dipandang sebagai jurang pemisah tapi mari kita jadikan perbedaan tersebut sebagai alat perekat untuk membangun persatuan dan kesatuan,“ paparnya. (ady)
