Muslamin sedang memberikan pakan ternak dari padi hasil babatannya. (feri/lakeynews.com)

AKJ: Asal Petani Kita Mau Sabar, Harga Gabah Bisa Tembus HPP

.

DOMPU, Lakeynews.comMasih ingat dengan seorang petani yang viral aksi pemotongan padinya dengan mesin pemotong rumput, beberapa waktu lalu?

Petani yang diketahui bernama Muslamin, asal Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, itu menyampaikan permohonan maaf.

“Maafkan aku semuanya dengan adanya video yang viral kemarin. Aku sangat kasar dan perusak dalam pandangan kalian. Sangat tepat dan wajar bila ada yang mencaci maki dan membuli,” ujar Muslamin pada Lakeynews.com.

Hal yang sama juga disampaikan Muslamin di media sosial. Melalui akun FB miliknya Ama La Sakina menulis permohonan maafnya.

Muslamin mengaku, tindakannya itu bertujuan mengangkat martabat petani padi. Sebelum Muslamin beraksi harga gabah hanya Rp. 3.700 per kilogram (Kg). Saat ini, harga gabah sudah menjadi Rp. 4.200 per Kg.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati Dompu yang telah berusaha maksimal menaikkan harga gabah. Tak lupa pula buat petani. Selamat berbahagia semoga Allah memberi berkah disetiap usaha kita,” ucap Muslamin.

Baca juga:

Saat ditemui Lakeynews.com di kediamannya, Muslamin mengaku, telah membabat sekitar 30 are padi muda miliknya. Pemotongan dengan menggunakan mesin pemotong rumput itu dilakukan selama tiga hari.

Dirinya mengatakan, padi hasil babatannya itu dimanfaatkan untuk keperluan pakan ternak sapi miliknya.

“Saya merasa kecewa saja. Masa, harga padi rendah. Padahal beraskan kebutuhan pokok. Sementara harga cabe dan jagung lebih tinggi,” ujarnya.

Padahal kedua komoditas tersebut  buka kebutuhan pokok. “Apa kita semua setiap hari memakan jagung dan bukan nasi,” tanyanya dengan nada kesal.

Bupati Dompu ”Aby” Kader Jaelani saat rapat dengan pihak Distanbun dan Bulog, membahas harga gabah. (ist/lakeynews.com)

Di tempat terpisah, Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani (AKJ) mengakui sudah bertemu Pimpinan Perum Bulog Cabang Bima. Dalam pertemuan itu, AKJ meminta Pimpinan Bulog agar ada kesamaan harga gabah antara di Bima dan Dompu.

Menurutnya, harga gabah petani di Dompu bisa tembus HPP (Harga Pembelihan Pemerintah). “Asalkan petani kita mau sabar menjaga kadar air hingga 25 persen, harga gabah kita bisa didongkrak sesuai HPP,” papar Bupati.

Lebih lanjut AKJ menuturkan, gabah kering panen di Dompu saat ini mencapai Rp. 3.800. “Kondisi itu bisa dimaklumi, sebab saat ini curah hujan masih tinggi, sehingga petani panen lebih awal karena takut rontok,” jelasnya.

Karena itu, Bupati meminta penyuluh pertanian agar lebih gencar memberikan edukasi kepada petani terkait upaya menjaga kualitas gabah.

“Jika langsung dijual dari sawah pasti kadar airnya tinggi. Coba dijemur dulu baru dijual, saya yakin mampu menembus HPP,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati membantah jika dalam programnya hanya memperhatikan jaminan harga jagung. “Menurut saya, selama ini yang sudah memiliki ketetapan HPP, hanyalah komoditi padi. Sehingga, komoditi jagung penting untuk diperjuangkan harganya,” tegasnya.

AKJ menjelaskan, dalam program JARAPASAKA (Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan) jelas tercantum juga komoditi padi. “Tidak hanya pada kuantitas, program juga menjamin kualitas hasil panen,” paparnya.

“Program ini, untuk kembali memperkokoh Dompu sebagai salah satu daerah lumbung padi dan mampu menyuplai kebutuhan pangan nasional,” sambungnya dengan nada optimis.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Bima Sawaludin Susanto, mengatakan, dalam membeli gabah petani pihaknya masih berpegang teguh pada Permendag Nomor 24 Tahun 2020.

“Dalam Permendag itu diatur HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp. 4.200,” katanya saat Rapat Berkoordinasi (Rakor) dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Disperindag dan KTNA Dompu, beberapa hari lalu.

Dikatakannya, HPP dalam Permendag itu mensyaratkan beberapa hal. Diataranya, kadar air 25 persen dengan hampa 10 persen. “Apabila diluar kualitas, tentunya akan dilakukan rafaksi harga sesuai kualitas GKP,” bebernya.

Namun, lanjut pria yang akrab disapa Antok ini, Bulog juga siap membeli gabah sebesar Rp. 5.300 per Kg di depan gudang Bulog namun dalam kualitas Gabah Kering Giling (GKG).

Kenapa demikian? Dia menjelaskan, gabah yang diterima Bulog dengan ketentuan seperti itu. “Sebab, gabah serapan itu nantinya akan disimpan dalam bentuk beras dan disimpan dalam waktu yang lama,” ujarnya.

“Jika kadar airnya tinggi, hampanya juga pasti tinggi. Maka, akan berpengaruh pada kualitas beras yang disimpan,” sambungnya.

Bulog juga akan pasang spanduk harga gabah sesuai HPP di spot-spot panen di Kabupaten Dompu. “Ini dilakukan agar informasi harga sampai ke petani,” tandasnya.

“Kami juga akan menurunkan Tim Satker Gabah untuk langsung membeli gabah ke petani dan bersinergi dengan dinas terkait,” sambung Kacab Perum Bulog Bima ini. (fm/ady)