Wajah bangunan bagian utara SMPN 1 Dompu baru terlihat utuh setelah sampah dibersihkan dan semak belukar dipangkas, kendati bangunan –umumnya– kokoh tanpa daun dan kaca jendela. (tim/lakeynews)

DOMPU – Sejumlah masalah di lingkungan SMPN 1 Dompu yang mendapat sorotan tajam beberapa hari terakhir, satu persatu diurai dan mulai ditangani.

Hal itu sesuai dengan komitmen yang dilontarkan Edy Suryansah, pimpinan baru sekolah yang dikenal sebagai barometer pendidikan menengah pertama di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu sebelumnya.

Pantauan Lakeynews, untuk penerangan (pagar) bagian depan sekolah telah dipasang dan menyala beberapa bohlam listrik. Selain itu, dipasang dua lampu sorot yang menghadap ke dalam.

Beberapa bohlam listrik telah terpasang, memberikan penerangan yang lebih dari cukup pada bagian dan halaman depan SMPN 1 Dompu. (tim/lakeynews)

“Alhamdulillah, lima bohlam listrik di pagar depan dan dua lampu sorot di halaman depan, sudah kami pasang,” kata Edy Suryansah pada media ini, Sabtu (23/5/2025).

Baca juga:

* SMPN 1 Dompu, Wajahmu Kini; Segudang Prestasi, Seabrek Masalah

SMPN 1 Dompu Dililit Seabrek Masalah, Begini Tanggapan Sekdis Dikpora

Masalah kebersihan juga makin serius disentuh. Sabtu pagi tadi, warga SMPN 1 Dompu, baik guru (pendidik), tenaga kependidikan, dan peserta didik melakukan gotong royong.

Sebagian diantara mereka membersihkan sampah di halaman dan bagian dalam bangunan, termasuk di lantai dua. Sebagian lagi, membersihkan sampah dan semak belukar yang tumbuh subur di samping utara gedung sekolah.

“Sampah-sampah dan semak belukar di samping utara bangunan, alhamdulillah baru selesai dibersihkan. Sudah disemprot juga (dengan pembasmi gulma),” kata Edy senang.

Sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 1 Dompu bergotong royong membersihkan sampah dan semak belukar, Sabtu (23/5/2026) pagi. (kolase/lakeynews)

Pemangkasan (sebagian) belukar terlihat menggunakan alat bantu, mesin pemotong rumput.

Sampah-sampah kering dikumpulkan dan dibakar. Sedangkan sampah basah dikumpulkan saja.

Belukar yang dipotong juga masih dibiarkan. Belum diketahui, apakah akan dibuang keluar, atau menunggu dulu kering baru dibakar.

Meski yang teratasi baru sebagian masalah penerangan, sampah dan belukar, hal itu dinilai lebih dari cukup menunjukkan wajah “molek” SMPN 1 Dompu pada publik.

Namun, yang masih tampak mengganggu pemandangan, sampah-sampah di emperan luar lantai dua –sisi utara– bangunan. “Besok lusa, insya Allah akan kita bersihkan semua,” kata guru lain.

Pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik ambil bagian pada kegiatan pembersihan lingkungan SMPN 1 Dompu. (kolase/lakeynews)

Bagaimana dengan penangan masalah yang lain, seperti jaringan listrik di semua ruang kelas? Berikut rencana dua titik lampu sorot di sebelah utara –yang menimbulkan kesan angker, dan bangunan rumah hantu?

Menjawab itu Edy Suryansah mengatakan, lampu sorot di sisi utara akan dipasang barengan dengan yang dalam halaman sekolah. “Insya Allah minggu depan,” jawabnya.

Sedangkan untuk instalasi listrik di masing-masing ruang kelas, Edy menegaskan, juga akan segera diselesaikan. “Insya Allah tetap harus diselesaikan. Nanti dekat masuk sekolah dari liburan,” kata Edy semangat. (A2)