Sampah yang menumpuk di sebelah timur jembatan, Jalan Pinus, Kelurahan Dorotangga, Kabupaten Dompu. (tim/lakeynews.com)

Apakah kesadaran oknum warga yang masih kurang? Ataukah perhatian pemerintah daerah melalui instansi terkait yang minim? Yang pasti, sampah-sampah di Kabupaten Dompu, terutama dalam wilayah kota masih berserakan di mana-mana.

Laporan: Tim Lakeynews.com, Dompu – NTB

SELAIN di wilayah sungai Sori Silo sebagaimana dilansir sebelumnya, sampah-sampah yang dibuang sembarangan juga terdapat di wilayah Doro Tangga. Salah satunya, di Jalan Pinus. Tepatnya, di sebelah timur jembatan yang menuju Puskesmas Kota. Jembatan yang “diapit” Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Dompu dan Puskesmas Kota Dompu.

Beberapa tahun lalu, lokasi itu pernah dipagar rapi. Menggunakan kulit jati. Dari bibir jembatan sampai gang masuk bengkel Mas Nono, samping barat Rumah Makan Puyung. Dicat warna-warni pula. Sehingga warga dan siapapun tidak berani membuang sampah di sana.

Demikian juga kawasan sebelah timur Gereja. Di sana dipasang papan larangan buang sampah. Namun, kenyataannya, sampai saat ini oknum-oknum tertentu tetap saja membuang sampah.

Sejumlah warga kota yang mengetahui persis kondisi di tempat-tempat itu mengaku, beberapa kontainer sampah di sekitar kota telah ditarik. Termasuk di sekitar lokasi yang sekarang menjadi tempat pembuangan sembarangan sampah.

Meski terpasang papan larangan buang sampah, pembuangan sampah di sebelah timur Gereja ini masih saja terjadi. (tim/lakeynews.com)

Pada sisi lain, truk-truk sampah milik Pemkab Dompu tidak rutin mengambil dan mengangkut semua sampah di sudut-sudut pemukiman warga.

Hal itulah yang mengakibatkan oknum warga seolah tanpa beban membuang sampah seenaknya. “Sangat disayangkan. Padahal lokasinya begitu dekat dengan kantor dan pendopo bupati,” kata Supar, salah seorang warga Kota Dompu.

Seharusnya pihak pemerintah, terus menggugah kesadaran masyarakat agar tidak sembarang membuang sampah di sana. Disamping itu, pejabat terkait mestinya berinisiatif mengurus mengurus dan menangani masalah itu.

Dinas Kesehatan misalnya. Pejabat di sana harus berinisiatif memagar lagi kawasan itu (di sebelah timur jembatan Jalan Pinus, red) agar kembali bagus. “Sehingga, di lokasi itu tidak lagi menjadi tempat pembuangan sampah,” tegas Wardi, warga lainnya.

Yang cukup memprihatinkan lagi, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Dorotangga. Sementara kelurahan ini, tahun lalu sudah dideklarasikan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kelima pilar dimaksud; Tidak BAB Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun di air mengalir (CTPS), Pengelolaan Air Bersih, Pengelolaan Sampah dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga.

Beberapa tahun lalu, kawasan sebelah timur jembatan, Jalan Pinus ini pernah dipagar dengan kulit jati. (ist/lakeynews.com)

Hingga berita ini diunggah, kepala Puskesmas Kota Dompu sebagai ketua Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), belum berhasil dikonfirmasi atas persoalan ini. Terutama masalah pembuangan sampah sembarangan di lokasi yang dekat dengan satuan kerja yang dipimpinnya.

Kesadaran Warga Minim, Dikes dan DLH Gotong Royong Bersihkan Sampah

Bagaimana tanggapan pihak Dikes Kabupaten Dompu?

Kepala Dikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes, ketika dikonfirmasi Lakeynews.com di ruang kerjanya, Rabu (2/10) menegaskan, kesadaran masyarakat masih minim. Warga masih membuang sampah sembarangan.

“Papan larangan pembuangan sampah sudah ada. Tapi, masih saja dilanggar,” tandas wanita yang akrab disapa Umi Iris yang saat itu didampingi Sekretaris Dikes Maman, SKM, M.Mkes.

Padahal, lanjutnya, membuang sampah di sembarangan tempat merusak lingkungan. “Bisa mengakibatkan banjir, menimbulkan bau tidak sedap dan membahayakan kesehatan,” tegas Umi Iris.

Kepala Dikes Kabupaten Dompu Hj. Iris Juita Kastianti, SKM, M.Mkes. (rom/lakeynews.com)

Diakuinya, menyusul maraknya pembuangan sembarangan sampah, sebelumnya, Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menyiapkan beberapa unit kontainer.

“Setelah dievaluasi di lapangan, sampah-sampah masih dibuang begitu saja. Dibuang tanpa memasukan ke dalam kontainer yang disediakan,” tandasnya.

Mengatasi dan menangani sampah yang menumpuk di sebelah timur (agak utara) jembatan Jalan Pinus itu, Dikes bersama DLH akan bergotong royong. “Insya Allah, hari Jumat (4/10) kami akan membersihkan sampah di sana secara bersama-sama,” jelas Umi Iris. (zar/rom/yat/ady)