
DOMPU, Lakeynews.com – Direktur PDAM Dompu, NTB, Agus Supandi, SE, bertindak cepat. Menyikapi persoalan meroketnya tagihan rekening air pelanggan atas nama Yayasan We Save Dompu, dia langsung memanggil sejumlah stafnya.
“Setelah mendengar adanya masalah seperti yang disampaikan teman-teman We Save, saya panggil sejumlah staf, termasuk petugas pencatat meteran. Saya meminta klarifikasi mereka,” kata Agus (panggilan Agus Supandi) pada Lakeynews.com via ponselnya, Selasa (6/8).
Baca juga; PDAM Dompu Diprotes, 63 Meter Kubik Ditagih Rp. 1 Jutaan
Hasil klarifikasi Agus, akhirnya terungkap biang keroknya. Ternyata petugas pencatat meteran tidak melakukan pencatatan. “Pengakuannya, mereka tidak bisa melakukan pencatatan dua bulan terakhir karena meteran air ditumpuk sampah,” paparnya.
Karena itu, petugas tersebut menaksirkan dan disesuaikan dengan pemakaian pada bulan-bulan sebelumnya. “Begitu mengetahui hal itu, saya perintahkan staf agar meminta teman-teman We Save datang ke kantor PDAM untuk membicarakan penyelesaian masalah ini,” tandas Agus.
Agus mengatakan, pihaknya mengupayakan solusi terbaik dalam penyelesaian persoalan tersebut. “Kalau terjadi kelebihan penaksiran, tidak sulit titik temunya. Yang penting kita bicarakan secara baik-baik dan sama-sama punya niat baik,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun media ini, pada Selasa (6/8), sekitar enam petugas PDAM telah terjun ke Sekretariat We Save di Jalan Baru Lingkungan Karijawa, Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu. Salah satunya, mereka berhasil mencatat dan mengambil gambar meteran air We Save.
“Tadi sekitar enam petugas PDAM sudah turun ke sekretariat We Save. mereka mengambil gambar meteran juga,” tutur Ketua Bidang Sosial dan Kesehatan Yayasan We Save Amirudin, S.Pd, pada Lakeynews.com.
Amirudin mengaku, pihaknya belum menerima informasi atau permintaan dari PDAM untuk datang ke kantor perusahaan air minum itu. Namun, dia bertekad, diminta atau tidak tetap akan ke kantor itu. “Insya Allah besok (hari ini, 7/8, red) kami akan ke kantor PDAM,” cetusnya.
Menanggapi pengakuan petugas pencatat yang tidak bisa mencatat atau mengambil gambar meteran karena ditumpuk sampah Direktur PDAM, Amir menegaskan, itu alasan sangat tidak logis.
“Kalau mereka tidak bisa mencatat atau ambil gambar meteran karena ditumpuk sampah, mestinya diinformasikan atau diampaikan ke kami. Biar kami angkat sampahnya,” tegas Amirudin.
Hingga berita ini dipublish belum diketahui bentuk sanksi yang diberikan manajemen PDAM kepada oknum petugas pencatat meteran air yang dinilai tidak maksimal menunaikan tugasnya. (won)
