Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin didampingi Wakil Bupati Arifudin menerima Piagam Rekor Dunia dari perwakilan MURI Awan Rahargo untuk pakaian “Ketente dan Saremba Tembe” di Lapangan Beringin, Sabtu (01/03). (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Perhelatan tarian massal dan parade dengan menggunakan pakaian “Ketente dan Saremba Tembe” di Lapangan Beringin, Komplek Pendopo Bupati Dompu, Sabtu (01/03) pagi berhasil mencetak rekor dunia. Bagaimana tidak, kegiatan yang dirangkaikan dengan launcing program Festival Pesona Tambora (FPT) 2017, mampu mencetak predikat pakaian adat terbanyak dan pertama di dunia.

Raihan tersebut diungkapkan perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo. “Rekor hari ini, MURI kukuhkan sebagai rekor dunia. Karena pesertanya terbanyak di dunia,” ungkap Awan sesaat sebelum menyerahkan piagam MURI untuk Kabupaten Dompu.

Dikatakan, yang diraih Kabupaten Dompu hari ini tidak lepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskannya. Dia berharap, prestasi ini dapat ditingkatkan oleh pemerintah dan didukung masyarakat sebagai pelaku dalam menjaga kearifan budaya lokal.

“Harapan kami, ke depan, Dompu semakin kaya, semakin maju dan berkembang. Dalam catatan MURI, Kabupaten Dompu berada pada urutan 7.866 sebagai daerah pemegang rekor MURI,” harapnya.

Ribuan warga Dompu saat mengikuti tarian massal di Lapangan Beringin Pendopo Dompu, Sabtu (01/04). (ist/lakeynews.com)

Atas raihannya ini, Bupati Dompu H. Bambang M. Yasin, mengaku bangga dan terharu. Apalagi tingginya keikutsertaan dan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan yang sudah ditargetkan untuk mencetak rekor MURI sejak awal perencanaan FPT 2017.

“Saya merasa terharu, bangga dan luar biasa atas kebersamaan masyarakat Dompu, sehingga kita dapat mencetak rekor dunia. Kalau semua masyarakat Dompu seperti ini terus, apapun bisa kita gapai,” kata HBY mengapresiasi masyarakat saat tarian massal di Lapangan Beringin Pendopo Dompu.

Pantauan Lakeynews.com, ribuan masyarakat Dompu dari berbagai kalangan mulai memadati Pendopo Dompu sejak pukul 05.00 Wita. Setelah itu, masyarakat mulai mengikuti tarian massal dengan mengenakan sarung Nggoni dalam bentuk rimpu (perempuan) serta Saremba dan Katente Tembe (laki-laki).

Usai mengikuti tarian massal, masyarakat mengikuti parade dengan menggunakan pakaian adat dan dilanjutkan ziarah makam Sultan Dompu di kompleks Masjid Baiturrahman Dompu. (far/pur/adv)