
MATARAM – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), siap mengawal masyarakat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang religius dan inklusif.
“Lewat pengabdian mahasiswa dan dosen, UIN Mataram siap mengawal masyarakat KLU yang religius dan inklusif,” kata Ketua LP2M UIN Mataram Prof. Dr. Kadri M. Saleh, pada Lakeynews, Rabu (6/5/2026).
Sebelumnya, Tim LP2M UIN Mataram yang dikomandoi Prof Kadri bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bupati Lombok Utara Dr. TGH. Najmul Akhyar. Pertemuan itu berlangsung di kantor bupati setempat, Senin (4/5/2026).
Prof Kadri saat itu hadir bersama Sekretaris LP2M Prof. Dr. H. Akhmad Asyari, dan Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LP2M Dr. Muhamad Yusup.

Kunjungan tersebut, menurut Prof Kadri, selain menindaklanjuti MoU (Nota Kesepahaman) antara Bupati KLU dengan Rektor UIN Mataram, juga mendiskusikan beberapa hal.
“Kami berdiskusi tentang masa lalu, isu terkini dan prediksi masa depan KLU yang lebih baik,” jelasnya sembari mengucapkan terima kasih serta memuji TGH Namun Akhyar yang dinilai cerdas, humble, dan visioner.
Apa saja poin yang didiskusikan?
Prof Kadri menjelaskan, mereka berbicara tentang peluang pengabdian dosen UIN Mataram di KLU. Khususnya dalam mendampingi penguatan religiusitas, inklusifitas dan ketahanan budaya masyarakat KLU.
“Terutama di wilayah distinasi wisata internasional, seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air,” sambung pria kelahiran Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima ini.
Bagaimana respons Bupati KLU?
“Bupati menyambut baik. Beliau meminta LP2M UIN Mataram berkoordinasi lebih lanjut dengan Bappeda KLU,” jawabnya. (A2)
