Ketua KPU Kabupaten Dompu Arifuddin (1), berbincang lepas dengan Komisioner KPU Anshori (2), staf KPU dan petugas KPPS, di lokasi simulasi Tungsura, Senin (25/12/2023) petang. (ist/lakeynews)

DOMPU – Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara (Tungsura) yang dilaksanakan KPU Kabupaten Dompu, NTB, di TPS 09 Lingkungan Salama, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu pada Senin (25/12/2023), berjalan baik dan sukses. Partisipasi masyarakat (pemilih) pun tinggi.

“Alhamdulillah, kegiatan simulasi hari ini sukses. Tingkat partisipasi masyarakat (pemilih) mencapai 87,7 persen dari jumlah DPT (daftar pemilih tetap),” kata Ketua KPU Kabupaten Dompu Arifuddin pada Lakeynews di lokasi simulasi, Senin petang.

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, simulasi tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Selain itu, sebagai bentuk kesiapan bagi PPK dan PPS tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Baca juga: KPU Dompu Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara; Lihat Serba-serbinya

Pada simulasi ini, KPU secara riil melibatkan 294 pemilih yang terdaftar dalam DPT. “Dari 294 pemilih itu, yang hadir ke TPS sebanyak 258 orang atau 87,7 persen,” jelas Arifuddin yang saat itu didampingi Komisioner KPU Anshori, Sekretaris KPU Lahmuddin, beberapa pejabat dan staf KPU setempat.

Selain pemilih yang terdaftar di DPT, lanjut pria yang akrab disapa Dae Arif itu, hadir memberikan suara pada simulasi tesebut 13 pemilih khusus, dan sah. “Pemilih Khusus adalah pemilih yang menggunakan KTP,” sambungnya.

Berapa jumlah suara sah dan tidak sah?

Menurutnya, jumlah suara 252. Sedangkan yang tidak sah, ada 6 suara. “Jumlah suara sah seluruhnya 265, yakni 252 ditambah 13 pemilih khusus (DPK),” papar Arifuddin via pesan WhatsApp-nya malam ini.

Arifuddin kembali menegaskan, secara umum, pelaksanaan simulasi Tungsura sangat baik. Hal itu terlihat dari tingkat partisipasi pemilih yang cukup tinggi, mencapai 87,7 persen.

“Selain itu, antusias atau partisipasi masyarakat dalam membantu kelancaran simulasi Tungsura, mulai dari pembangunan TPS hingga berakhirnya simulasi sangat luar bisa,” pujinya.

Apa saja kekurangan dari simulasi ini dan lmenjadi poin penting dibenahi agar Tungsura pada 14 Februari 2024 terlaksana secara maksimal?

Menjawab pertanyaan itu, Arifuddin mengakui, kehadiran pemilih dan saksi molor sampai satu jam. Seharusnya pukul 07.00 Wita dimulai, namun molor sampai pukul 08.00 Wita.

“Molor karena saksi dan pemilih belum ada yang hadir. Terpaksa KPPS menunda pelaksanaan pemungutan menunggu sampai ada saksi dan pemilih,” ungkapnya.

Memetik pengalaman dari kegiatan simulasi itu, Arifuddin mengimbau kepada para penyelenggara Pemilu di semua tingkatkan di Kabupaten Dompu agar intens melakukan sosialisasi.

“Masih ada waktu. Sosialisasi tentang pelaksanaan pemungutan suara harus lebih intens lagi. Masih harus dilakukan agar semuaya bisa berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya. (tim)