Koordinator Penyuluh/Kepala BPP Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu Kaharudin, SST, sebelum ke tanah suci dan saat cukur rambut gondrongnya di Mekkah. (ist/lakeynews.com)

Pimpinannya Sempat Dinilai tak Mampu Bina Anak Buah

TERNYATA bukan hanya dua kepala SDN di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tampil nyentrik dengan rambut gondrong. Ada satu lagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di daerah itu yang penampilannya justru lebih parah.

Baca juga:

Dia adalah Kaharudin, SST. Akrab disapa Dae Iron. Profesinya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sehari-harinya menjabat Koordinator Penyuluh/Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kilo.

Rambutnya cukup panjang. Bahkan sudah lumayan jauh meninggalkan bahu. Agar rapi, tiap hari rambut gelombang itu diikat. Kadang dikepang. Pada saat tertentu, kadang pula dibiarkan tanpa ikatan.

Sejak tahun 2000, Iron hanya seorang tenaga sukarela pada Satpol PP. Menjadi honorer di tempat itu hingga tahun 2006.

Dia kemudian diangkat melalui Program Database. Menjadi CPNS tahun 2007 dan PNS tahun 2008.

Suka duka dirasakannya selama menjadi PNS (ASN). Namun tidak semuanya diceritakan. Pun tidak semua yang diceritakan diperbolehkan untuk dimuat.

Salah satu pengalaman yang sulit dia lupakan terkait mutasi. Kurang dari satu tahun, Iron dimutasi hingga tiga kali. Saat itu, Bupati Dompu dijabat H. Syaifurrahman Salman.

Tahun 2010, Iron dimutasi dari BPP Kecamatan Pekat ke Kantor Camat Kilo. Baru sekitar tiga bulan di situ, dipindahkan ke Dinas Perkebunan. Pada tahun yang sama, dimutasi lagi ke Kantor Badan Ketahanan Pangan.

Kaharudin ketika video call dengan wartawan Lakeynews.com, Dompu-Mekkah, Jumat (3/6), sesaat sebelum menunaikan ibadah Salat Subuh di Masjidil Haram. (ist/lakeynews.com)

“Saya dimutasi sebagai staf BPP Kecamatan Dompu, setelah beberapa bulan bertugas di Dinas Perkebunan,” kata Iron pada Lakeynews.com melalui Video Call (VC) WhatsAPP-nya.

Saat VC dengan media ini, Dompu-Mekkah, Jumat (3/6), Iron sedang menunaikan ibadah Umrah. Teleponan dilakukan beberapa saat sebelum dia menunaikan Salat Subuh di Masjidil Haram.

Lebih jauh diutarakannya, akhir 2011, dia mulai berpikir dan bersemangat mengubah pengetahuan dan keterampilan. Salah satu motivasinya, memperbaiki karier.

Iron berupaya mencari solusi. Kemudian mencoba mendaftarkan diri ke sekolah kedinasan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Jawa timur (Jatim). Sekarang Polbangtan Malang. Perguruan tinggi itu merupakan lembaga pencetak tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

“Alhamdulillah, saya wisuda di STPP tahun 2016,” tuturnya.

Tak lama usai sekolah kedinasan, Iron pulang kampung. Dia kembali ke daerahnya. Tahun 2017, langsung ditempatkan pada Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) Kecamatan Kilo. Di sana sebagai petugas lapangan.

Pada masa pemerintahan Bupati H. Bambang M. Yasin itu, Iron sempat ditarik sebagai PPL ke Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu. Kurang dari satu tahun lamanya.

Kemudian pada masa kepemimpinan Bupati Kader Jaelani dan Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, Iron ditempatkan kembali ke Kecamatan Kilo. Kali ini “naik kelas”. Dia sebagai Koordinator Penyuluh/Kepala BPP.

Sukses Berinovasi, Umrah Berkat “Kereta Tabela Padi”

Kereta Tabela Padi (kiri) dan alat pemupukan tanaman jagung menggunakan pipa paralon hasil kreasi dan inovasi Kaharudin. (ist/lakeynews.com)

Namun, sebelum itu, sebagai PPL, Iron mampu berinovasi dan berhasil mencetak beberapa prestasi luar biasa. Alat Tebar Benih Langsung (Tabela) Padi di Dompu merupakan salah satu hasil inovasi dan karyanya pada 2018 dan 2019.

Sampai saat ini, alat yang familiar disebut “Kereta Tabela Padi” itu tetap digunakan oleh petani, baik di Kabupaten Dompu maupun Kabupaten Bima.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Pemkab Dompu melalui Sekda (saat itu) H. Agus Bukhari menghadiahkannya satu tiket Umrah. Itu sebagai reward atas keberhasilan Iron mencetak Kereta Tabela Padi.

Yang tidak kalah menariknya, bahkan sempat menyita perhatian Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Siti Rohmi Djalillah, karena Iron sukses menciptakan alat pemupukan tanaman jagung (caki pupuk; Dompu-Bima, red) dengan menggunakan pipa paralon.

Saat mewawancarai Iron, Wagub mengaku tertarik dan takjub.

Inovasi baru ini telah mengantarkan Iron meraih Peringkat III Provinsi NTB dalam kegiatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Selong, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan itu diikuti para peserta dari 10 kabupaten dan kota se-NTB.

Tertunda karena Wabah Covid-19

Sedianya, ibadah Umrah dilaksanakan dalam tahun 2020. Karena kendala wabah Covid-19, perjalanan Umrahpun tertunda hingga ke Mei-Juni 2022 ini.

Lamanya waktu penundaan ke tanah suci, membuat rambut Iron bertambah panjang dan gondrong. Sehingga, sejak tahun 2020, Iron berniat (bernazar) untuk merapikan rambutnya di Mekkah saja.

Kebetulan salah satu rukun Umrah adalah Tahallul. Secara harfiah, tahallul artinya dihalalkan (Wikipedia, red). Dalam haji dan umrah, tahallul adalah diperbolehkannya jamaah haji/umrah dari larangan/pantangan ihram. Tahallul disimbolkan dengan mencukur minimal tiga helai rambut.

Mengingat hal itu, Dae Iron langsung berniat atau bernazar untuk memotong rambutnya di tanah suci Mekkah, saat menunaikan ibadah Umrah. Memotong hingga botak.

Kaharudin (gondrong) dan jamaah umrah lainnya sesaat setelah tiba di tanah suci Mekkah. (ist/lakeynews.com)

Nazar tersebut akhirnya terbayar lunas. Prosesi potong rambut berlangsung pada 2 Juni 2022, sekitar pukul 23.15 waktu kota Mekkah. Atau, 3 Juni pagi dini hari Waktu Indonesia Tengah (Wita). Perisnya, di kompleks pencukuran yang ada di lorong menara Zam-Zam.

“Alhamdulillah… Sujud syukur, saya bisa membayar nazar untuk memotong rambut di tanah suci ini,” kata Iron.

Iron mengucapkan terima kasih yang tulus kepada mantan Bupati, H. Bambang M. Yasin  dan mantan Sekda H. Agus Bukhari. “Lewat program beliau, kami sebagai PPL yang dianggap ikut mendorong pengembangan program jagung diberi tiket Umrah sebagai reward-nya,” ucapnya.

Selain membayar nazar, pemotongan rambut di tanah suci sekaligus menjawab sederet pertanyaan, sorotan, anggapan, penilaian dan tudingan berbagai pihak terhadap dirinya selama ini. Selama rambutnya panjang.

Banyak orang yang mengatakan dirinya, kok PNS penampilannya begitu. Kok bisa panjangkan rambut seperti itu. Kok bandel seperti preman begitu. “Padahal tidak selamanya panjang rambut itu preman. Atau karena bandel. Tidak,” tegasnya.

Bukan hanya Iron, atasannya pun kena getahnya. Informasi yang diperoleh media ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, MM, sering disorot. Selain dari kalangan ASN, juga pejabat atasan.

Bahkan, tidak jarang Kadis yang akrab disapa Dae Roni itu mendapat penilaian minor. Seolah-olah tidak mampu membimbing dan melakukan pembinaan terhadap anak buahnya.

“Benar, akibat rambut panjang saya membuat beliau ditegur,” kata Iron.

Karena itu, Iron meminta maaf kepada Kadistanbun dan semua pihak yang tidak dapat disebutkannya satu persatu. “Kepada Dae Roni selaku pimpinan saya dan semua pihak, dengan tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Iron mengaku sudah menyampaikan kepada Dae Roni, bahwa dirinya sudah bernazar untuk (akan) memotong rambut di Mekkah. “Alhamdulillah, beliau memakluminya. Dan, itu juga dijelaskan oleh beliau ketika ada yang menyoroti masalah rambut saya,” sambungnya.

Beban Atasan Hilang, Dae Roni: Style sudah Seperti Ahmad Dhani

Kadistanbun Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni, MM. (ist/lakeynews.com)

Bagaimana tanggapan dan reaksi Dae Roni begitu mengetahui bahwa Iron sudah memotong rambutnya, bahkan sampai botak?

Dae Roni menjawab dengan Makka (semboyan) Dompu. “Taaaaz Rumaeee.. Mada dou Dompu ma nggahi rawi pahu (lebih kurang artinya, ‘Saya orang Dompu yang satu kata dengan perbuatan,’ red).”

Ra nazar romo na ndai kason kee (Nazar memang beliau ini, red),” sambung Dae Roni.

Dae Roni mengucapkan syukur. Dia selaku pimpinan mengaku, style salah seorang stafnya itu cukup membebaninya. “Alhamdulillah, setelah beliau potong rambut, beban saya selama ini menjadi hilang,” tuturnya.

Sedangkan pada face Iron sendiri, Dae Roni menilai dan memuji dengan mengibaratkan Ahmad Dhani, vokalis Dewa19. “Yang bersangkutan kini (tampak) tambah muda. Sudah lebih menjadi (seperti) Ahmad Dhani,” kelakarnya.

Iron bahagia mendengar itu. Dia kembali mengucapkan terima kasih atas maklum dan pemahaman atasannya tersebut. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Dae Roni,” ucapnya.

Gugah Sesama untuk Berkreasi dan Berinovasi

Pada sisi lain, Iron menggugah rekan-rekannya untuk terus berkreasi dan berinovasi. Dia mendapat penghargaan ke tanah suci Mekkah berkat hasil adopsi inovasi dan teknologi.

“Jangan pernah berharap dan bertanya apa yang diberikan kepada kita. Namun kita tanyakan pada diri kita, apa yang sudah saya sumbangkan pada Bumi Nggahi Rawi Pahu,” tegasnya.

Sebelum mengakhiri wawancara via VC tersebut, Iron mengucapkan syukur kepada Allah SWT (Tuhan Yang Maha Esa) atas panggilanNya, sehingga Iron berada di tanah suci melalui perjalanan ritual ibadah Umrah.

Dia berharap dan berdoa, bersama semua jamaah umrah lainnya agar senantiasa diberikan kesehatan, kenikmatan dan keselamatan. Sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta dan bertugas lagi sebagai abdi negara di Dompu. (sarwon al khan)