Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, memeriksa kelengkapan Senpi anggota Piket Jaga di salah satu Polsek saat Sidak, Rabu (27/10) malam. Abdi didampingi Kasi Propam IPTU Samsul Rizal dan Pawas Kasat Polair IPTU Lalu Muhammad Ikhsan. (ist/lakeynews.com)

Kompol Abdi Ingin Anggota tidak Melakukan Pelanggaran, Sekecil Apapun

Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos, Rabu (27/10) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Polsek-polsek. Salah satunya terkait senjata api (Senpi).

Adakah kaitannya dengan peristiwa penembakan oleh oknum polisi yang menewaskan anggota Seksi Humas Polres Lombok Timur? Atau, beberapa peristiwa penembakan oleh oknum polisi di daerah lain?

“Sidak itu bukan saja karena adanya kejadian penembakan di Lombok Timur atau di daerah lain. Tapi merupakan kegiatan rutin dan tanggung jawab saya sebagai Wakapolres,” kata Kompol Adi.

Selengkapnya berikut rangkuman hasil wawancara Lakeynews.com dengan Pamen Polri yang memiliki nama kecil Deny itu pada Kamis (28/10).

Belum lama ini Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, memerintahkan pimpinan jajaran kepolisian untuk mengecek kesiapan personel terhadap terkait berbagai hal.

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, SH, S.IK bersama Wakapolres Kompol Adi Mauluddin langsung menyikapi perintah tersebut.

Rabu malam kemarin, Deny memimpin Sidak ke Polsek-polsek. Saat itu, dia didampingi Kasi Propam IPTU Samsul Rizal dan Pawas Kasat Polair IPTU Lalu Muhammad Ikhsan.

Kegiatan itu, sontak membuat kaget personel jaga Polsek. Mereka sama sekali tidak menyangka, Wakapolres akan datang mendadak pada malam hari seperti itu.

Tanpa banyak bicara, Deny melakukan pemeriksaan kesiap-siagaan petugas jaga Polsek, sikap, tampang personel, cek Senpi penjagaan, buku mutasi dan pengecekan tahanan.

Hasil Sidak tersebut, Deny menilai, hampir semuanya sudah tepat dan sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur).

Namun demikian, kepada para anggota piket jaga agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Setiap kerawanan, sekecil apapun agar diantisipasi sedini mungkin.

Selain itu, diminta agar ditingkatkan pelayanan masyarakat dan kegiatan sambang agar terwujud situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Sidak tersebut untuk mengecek kesiap-siagaan personel piket Polsek maupun Polres. Kita cek kesiapan administrasi, tahanan, cek dan memastikan kelengkapan Senpi yang dipinjam pakai dan dimiliki oleh personel Polres Dompu dan Polsek-polsek,” papar Deny.

Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin, S.Sos bersama wartawan Lakeynews.com, usai acara pembukaan Mubes IV Lembaga Adat Masyarakat Donggo (Lamdo) Dompu, beberapa waktu lalu. (tim/lakeynews.com)

Kegiatan Rutin, Bukan Hanya karena Adanya Kasus Penembakan di Daerah Lain

Apakah Sidak itu ada kaitannya dengan kasus oknum polisi tembak polisi di Lombok Timur?

“Sidak itu bukan saja karena adanya kejadian penembakan di Lombok Timur atau di daerah lain. Tapi merupakan kegiatan rutin kita,” tegas Deny yang dihubungi media ini via ponselnya.

“Ini juga menjadi tanggung jawab saya sebagai Wakapolres bersama Kasi Propam dan Pawas (perwira pengawas) yang ditugaskan oleh pimpinan untuk mengawasi 1x 24 jam situasi di daerah,” sambungnya.

Sidak tersebut untuk memastikan anggota (personel) kepolisian, khususnya di Polres Dompu dan Polsek jajaran siap dalam pelaksanaan tugas. Dicek kesiapan dan kelengkapan Senpi, baik dalam hal administrasi pelayanan publik, kelengkapan kartu anggota, penampilan personel dan lainnya.

Khusus Senpi, dicek kelengkapannya, kesesuaian SOP-nya. Aturannya harus betul-betul diperhatikan. “Sebab, hal itu sangat rawan,” tandasnya.

Deny tegaskan, personel kepolisian harus hati-hati dalam penggunaan Senpi. Setiap anggota yang memegang Senpi, harus telah melalui uji (tes) psikologi, layak dan telah memahami SOP penggunaannya.

“Tetapi hasil Sidak kami, secara umum, kami nilai sudah bagus. Memang ada beberapa kekurangan dan diupayakan segera dibenahi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dan untuk segera membenahi kekurangan itu, tadi pagi, Wakapolres memanggil beberapa Kapolsek dan Kanit-kanitnya. “Kita berikan arahan,” urai Deny.

Lebih jauh dijelaskan, agenda Sidaknya, selain di lingkup Polres juga ke semua Polsek. Namun di tahap awal ini, Sidak dilakukan di Polsek-polsek yang dekat. “Setelah itu baru ke Polsek yang jauh kita Sidak,” paparnya.

Wakapolres ingin menjamin setiap anggota kepolisian tidak melakukan pelanggaran. Sekecil apapun. Dia ingin masyarakat Dompu dilayani dengan sepenuh hati. “Jangan mentang-mentang, lalu arogan,” tegas Deny lagi.

Perhatian dan pelayanan pada tahanan yang sedang menjalani proses hukum juga harus maksimal. “Kalau mereka sakit, bagaimana penanganannya? Termasuk apakah mereka dilayani layaknya manusia atau tidak?” tanyanya.

Polisi itu pelayan masyarakat. Melayani dengan hati dan segenap jiwa raga. Deby tidak ingin ada anggotanya yang melakukan atau bertindak yang tidak mencerminkan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. “Berikanlah yang terbalik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kepada segenap anggota diharapkan meningkatkan bekerja sama, saling memperhatikan satu sama lain.

Menjabat di kepolisian adalah amanah. Bukan sewenang-wenang. “Kewenangan yang ada merupakan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” tegas Deny mengingatkan. (sarwon al khan)