
–
DOMPU, Lakeynews.com – Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Dompu mengakibatkan banjir bandang dan ratusan rumah warga tergenang, Selasa (23/2).
Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu. Akibat banjir tersebut, ratusan rumah yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Sori Silo, tepatnya di Kecamatan Dompu dan Woja tergenang air.
Adapun, jumlah rumah yang terdampak banjir ini yakni di Kecamatan Dompu (Kelurahan Bali Satu sebanyak 150 KK, Kelurahan Bada 100 KK, Kelurahan Karijawa 100 KK).
Sedangkan, di Kecamatan Woja (Kelurahan Kandai Dua 600 KK dan beberapa desa lain di Kecamatan Woja). Sementara itu, dalam kejadian banjir ini, tidak ada korban jiwa. Namun warga mengalami kerugian materil.
Mengatasi bencana banjir ini, aparat gabungan terutama Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas BPBD dan Tim Pelopor Perdamaian (Pordam) Kabupaten Dompu, langsung bergerak membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yang terkena banjir. Sementara, sejumlah warga pun nampak, sibuk mengevakuasi barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi.
Pantauan Tim Pordam Dompu, terdapat beberapa wilayah yang terdampak bencana banjir tersebut. Antara lain, Kelurahan Bali, Kota Baru, Kandai Dua dan lainnya.
Pordam sendiri bersama Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), langsung turun di beberapa lokasi yang terdampak.
Sekretaris Pordam Dompu Rifaid, SH, mengatakan, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan tidak ada korban jiwa.
“Saya prihatin dengan bencana banjir yang sering kali terjadi di Kabupaten Dompu ini. Hemat saya, kondisi ini terjadi disebabkan pembabatan hutan secara liar,” tegasnya.
Menurutnya, penyelesaian masalah banjir di Dompu harus dilakukan dari hulu ke hilir, dengan memperketat aturan masalah pembabatan hutan.
“Kami mengharapkan Gubernur NTB dan Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kehutanan agar mengambil sikap tegas,” harapnya.
“Persoalan pembabatan hutan secara liar yang masif selama ini, harus segera ada penyelesaiannya,” tambah Rifaid.
Selain itu, Rifaid berharap, agar masyarakat meningkatkan kesadaran kebencanaan dan membuang sampah pada tempatnya. “Masyarakat harus sudah melek ilmu kebencanaan dan peka terhadap kondisi lingkungannya, terutama masalah sampah,” imbuhnya. (fm/ady)
