Beberapa pengunjung saat menjajal keseruan kegiatan River Tubing Sori Na’e, Desa Manggena’e, Dompu. (feri/lakeynews.com)

PANDEMI Covid-19 telah memengaruhi berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai tingkat nasional hingga desa ke bawah.

Tidak tersedianya lapangan pekerjaan dan semakin tingginya angka pengangguran merupakan dua faktor yang harus dipecahkan secara bersama oleh semua pihak. Termasuk kolaborasi pemerintah dengan masyarakat.

Berangkat dari itu, kelompok pemuda Desa Manggena’e, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, NTB, terpanggil untuk menjawab sekelumit persoalan tersebut.

Para pemuda yang tergabung dalam Kelompok Usaha Asbes Wisata itu, menciptakan kesibukan positif baru. Mereka mencoba membuka lapangan pekerjaan berbasis pemanfaatan potensi air di desa setempat.

Hal itu dilakukan sekaligus dengan semangat mengubah dan menyulap “tempat banjir” (sungai) menjadi objek wisata yang menarik dikunjungi dan dinikmati.

Diketahui, Sori Na’e (sungai besar) di Manggena’e merupakan sungai yang selama ini dikenal memiliki arus deras saat musim hujan. Bahkan, kerap menimbulkan banjir.

Mampu Menarik Kunjungan

Beberapa waktu lalu, menjadi hari bersejarah bagi pemuda Manggena’e. Persisnya, pada Senin, 18 Januari 2021, mereka melakukan River Tubing Wisata.

Itu kegiatan wisata dengan memanfaatkan air dan ban dalam bekas yang dipakai sebagai sarana penunjang berselancar.

Diperkirakan, River Tubing Wisata di Desa Manggena’e adalah yang pertama ada Dompu dan Bima.

Kades Manggena’e Ikraman dan beberapa pemuda bersama wartawan Lakeynews.com, dari tempat start hingga berselancar mengarungi Sori Na’e. (feri/lakeynews.com)

Gencarnya promosi, baik secara langsung maupun dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Whatsapp, pemuda Asbes Wisata mampu menarik perhatian pengunjung dari luar desa.

Para pengunjung, umumnya, penasaran. Mereka berhasrat mencoba wahana air river tubing.

Baru sekitar 14 hari setelah river tubing di-launching, kelompok usaha ini mampu meraup pendapatan yang menakjubkan.

“Dana yang sudah terkumpul dan kita tabung dari kegiatan ini, bersihnya, sekitar Rp. 2 juta,” kata Wakil Ketua Kelompok Asbes Wisata Manggena’e, Muhammad Syahidin pada Lakeynews.com, Selasa (2/2).

Pria biasa disapa Aba Mat itu menjelaskan, ide pemanfaatan sumber daya alam ini sebenarnya sudah lama dibicarakan. River tubing dinilai cukup potensial untuk menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sayangnya, saat itu (awal pembicaraan) mengalami kendala. Baik tenaga, teknik pelaksanaan maupun anggaran kegiatan. Namun, dengan berbagai keterbatasan itu, terutama dana, mereka berani memulainya.

“Awal merintis kegiatan, kami patungan modal usaha. Hingga terkumpul uang Rp. 5 juta untuk pengadaan perlatan dan perlengkapan yang dibutuhkan,” paparnya.

Kini, pengunjung wisata air itu makin ramai. Kebutuhan peralatan pun kian meningkat. Idealnya, perlengkapan yang dibutuhkan sekitar 20 unit. Tetapi yang ada, baru sembilan unit. “Kita masih butuh lebih kurang 11 unit lagi,” ujarnya dengan nada berharap.

Akibat keterbatasan anggaran juga, kelompok Asbes Wisata ini belum mampu memenuhi beberapa perlengkapan yang dibutuhkan. Misalnya, decker (pelindung sikut) maupun cover ban (pembungkus ban).

“Decker dibutuhkan untuk melindungi pengunjung yang agar terhindar dari cidera. Terutama benturan sikut di batu dan lainnya,” paparnya.

Pose bersama para pemuda Manggena’e dan pengunjung River Tubing Sori Na’e, Desa Manggena’e. (feri/lakeynews.com)

Untuk memenuhi peralatan dan sarana river tubing tersebut, Aba Mat dan rekan-rekannya mengharapkan perhatian, dukungan dan bantuan pemerintah.

“Kami sangat butuh bantuan dari Pemerintah Desa Manggena’e maupun dari Pemkab Dompu melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” ujarnya.

Disamping itu, kedepan Pemdes Manggena’e diharapkan dapat menfasilitasi pemuda terkait pelatihan keterampilan para pemandu wisata.

Menanggapi itu, Kades Manggena’e Ikraman, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan kelompok pemuda di desanya. Dia bahkan berjanji akan memberikan dukungan maksimal terhadap kegiatan dan kreativitas para pemuda itu.

“Insya Allah, dalam APBDes murni 2021, kami akan mengalokasikan dana Rp. 15 juta untuk menunjang kegiatan kelompok Asbes Wisata ini,” kata Ikraman pada Lakeynews.com menyampaikan komitmennya.

Ikraman berharap, kreativitas pemuda terus ditumbuhkembangkan. Maksudnya, tidak hanya pada river tubing. Lebih dari itu, bisa pada sektor atau bidang-bidang lain.

(ferimulyadin dan sarwon)