Siswi Kelas IX J SMPIT Imam Bukhari Dompu Nur Al-Bayyinah Prajawati, Juara III Lomba Menulis Cerpen Bahasa Mbojo tingkat Provinsi NTB 2026, bersama sang ibu, Ida Faridah (kanan), dan Ketua Wilayah IGI NTB Eris Nurhayati. (A2/lakeynews)

DOMPU – Tersingkir dalam Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Kabupaten Dompu 2026 Kategori SMP/sederajat karena dianggap 94 persen plagiasme AI (fitnah AI), tidak mematahkan semangat Nur Al-Bayyinah Prajawati. Siswi Kelas IX J – SMP Islam Terpadu – Pondok Pesantren Imam Bukhari (SMPIT-IB) Dompu ini justru mengukir prestasi yang menakjubkan di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Remaja yang akrab disapa Ayyi itu berhasil meraih Juara III Lomba Menulis Cerpen Bahasa Mbojo Tingkat SMP pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi NTB di Kota Mataram pada Selasa dan Rabu, 3-4 November 2026.

Selain Ayyi, sejumlah peserta lain dari Kabupaten Dompu juga meraih hasil tak kalah luar biasanya (berita lain, red).

Acara pembukaan, kegiatan lomba, pengumuman juara, pembagian hadiah, hingga penutupan FTBI tingkat provinsi ini berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB.

Sebelumnya, Ayyi dan 27 peserta FTBI NTB asal Dompu, dilepas Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu H. Rifaid di halaman depan kantor Dikpora, Minggu (1/11/2026) petang.

Berita sebelumnya: Dilepas Pj Sekda, 28 Peserta FTBI Asal Dompu Tiba di Mataram

Mereka merupakan hasil seleksi tingkat kabupaten pada Sabtu (31/10/2026) lalu. 14 orang dari tingkat sekolah dasar, dan 14 lagi dari jenjang sekolah menengah pertama.

Mereka terbagi untuk berkompetisi pada tujuh mata lomba (festival); Menulis Cerpen Bahasa Mbojo (SD dan SMP), Lomba Baca Puisi Nggahi Mbojo (SD dan SMP), Lomba Komedi Tunggal Nggahi Mbojo (SD dan SMP), Lomba Menulis Aksara Mbojo (SD dan SMP), Lomba Pidato Nggahi Mbojo (SD dan SMP), Lomba Tembang Dali untuk SD dan SMP, dan Lomba Mendongeng/Mpama Nggahi Mbojo (SD dan SMP).

Ucapan selamat dari SMPIT Imam Bukhari Dompu atas prestasi Nur Al-Bayyinah Prajawati meraih Juara III Lomba Menulis Cerpen Bahasa Mbojo tingkat Provinsi NTB 2026. (ist/lakeynews)

Keberhasilan Ayyi meraih Juara III itu, selain berkat totalitas dan ikhtiar maksimalnya, juga tidak lepas dari kegigihan sosok Teti Maheba dalam melakukan pembinaan dan pembimbingan.

Disamping itu, didukung pendampingan serius dari ibunda Ayyi, Ida Faridah yang juga Ketua Daerah Ikatan Guru Indonesia (Ketda IGI) Kabupaten Dompu.

Ida Faridah mengaku senang dan bangga dengan prestasi yang diraih putrinya. “Setidaknya, putri kami sudah berikhtiar maksimal demi memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Dompu,” ujarnya.

Apalagi Ida dan Ayyi pernah kecewa dengan hasil Lomba Resensi Buku Kategori SMP yang digelar Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dompu. Di mana, karya Ayyi digugurkan karena dianggap 94 plagiasi AI. Pada sisi lain, penyelenggara tidak memberikan ruang klarifikasi, bahkan melakukan penilaian di luar petunjuk teknis.

“Padahal anak saya tidak tidur berhari-hari. Belajar sangat serius dengan dibimbing dan dibina oleh Ibu Teti Maheba,” ungkap Wakasek Humas SMAN 3 Dompu ini.

“Ayyi anak saya, sampai harus minta izin tidak sekolah selama beberapa hari, hanya agar dia fokus belajar dan persiapan lomba itu. Ehhhh…, malah digugurkan semudah itu karena fitnah AI,” sambung Ida.

Mudir Ponpes Imam Bukhari (IB) Dompu Herman Harirustaman. (dok/lakeynews)

Manajemen IB Sangat Mendukung Pembinaan Minat-Bakat Santri

Sementara itu, SMPIT-IB dan keluarga besar Ponpes Imam Bukhari Dompu menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas prestasi yang dicapai peserta didiknya (Ayyi) tersebut.

“Pada prinsipnya, kami manajemen Imam Bukhari sangat mendukung pembinaan minat bakat dan potensi santri melalui lomba-lomba yang ada,” kata Mudir Ponpes Imam Bukhari Dompu Herman Harirustaman pada Lakeynews, Kamis (5/11/2026).

Bukan itu saja. Manajemen IB juga memfasilitasi pembinaan secara rutin untuk beberapa mata lomba, seperti Olimpiade IPA, Matematika, IPS dan Bahasa Arab.

“IB juga mengalokasikan dana yang cukup untuk membiayai lomba, reward untuk santri berprestasi dan gurunya, serta honor bagi para pembimbing dan pendamping santri,” tandas Herman. (A2)