Rapat bersama Distanbun Kabupaten Dompu, beberapa pihak terkait, dan Tim LO dari Kementan RI, membahas upaya wewujudkan Brigade Pangan di daerah ini. (ist/lakeynews)

DOMPU – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu mengupayakan terbentuknya Brigade Pangan (BP). Upaya mewujudkan BP di Bumi Nggahi Rawi Pahu ini untuk menopang percepatan swasembada pangan nasional, sebagaimana harapan Mentan RI, Amran Sulaiman, belum beberapa waktu lalu.

“Kami upayakan agar di Kabupaten Dompu dapat terbentuk setidaknya satu Barigade Pangan. Jika dapat diwujudkan, ini diharapkan dapat menjadi BP percontohan bagi daerah lain di NTB,” ujar Kepala Distanbun Kabupaten Dompu Sahrul Ramadhan melalui Kabid Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP), Eddy Khaidir, belum lama ini.

Diketahui, Brigade Pangan adalah program dari Kementerian Pertanian (Kementan). Tujuannya, memperkuat ketahanan pangan nasional dengan melibatkan petani muda dan modernisasi pertanian.

Program ini berfokus pada peningkatan produksi pangan, kesejahteraan petani, dan regenerasi petani melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan lahan yang terstruktur.

Seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono yang dikutip Eddy Khaidir, estimasi penghasilan tersebut sangat memungkinkan untuk diraih para petani muda yang bergabung dalam brigade. Kementan telah melakukan analisis usaha tani secara rinci agar program ini memberikan hasil optimal.

“Setiap Brigade yang terbentuk beranggotakan 15 orang dengan mengelola lahan 200 hektare (Ha) selama lima tahun agar pendapatannya optimal,” ujarnya.

Dengan produktivitas rata-rata lima ton per Ha, potensi produksi mencapai 1.000 ton gabah kering panen (GKP) dan asumsi harga gabah Rp. 6.000 per kilogram (Kg), maka total pendapatan kotor brigade dapat mencapai Rp. 6 miliar.

Pertemuan membahas upaya wewujudkan Brigade Pangan di Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews)

Eddy Khaidir kemudian menjelaskan beberapa tujuan Brigade Pangan;

Pertama, meningkatkan Produksi Pangan. Meningkatkan produktivitas melalui penggunaan alat dan mesin pertanian.

Kedua, mewujudkan Agribisnis Modern. Menciptakan ekosistem agribisnis yang melibatkan generasi muda dan memanfaatkan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan.

Ketiga, mensejahterakan petani.

Keempat, menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan menjadikan pertanian sebagai usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Kelima, menuju Swasembada Pangan. Berkontribusi pada target swasembada pangan nasional melalui peningkatan produksi dan efisiensi pertanian.

“Sampai saat ini, progres persiapan Brigade Pangan sudah dalam tahap pengajuan proposal ke Kementan melalui LO untuk Kabupaten Dompu, Bapak Yudi Rustandi,” jelas Eddy.

Sifat proposal dimaksud, permintan umum terkait sarana dan prasarana untuk menopang kegiatan BP. Seperti Alsintan, termasuk manajemen pengelolaan BP. Dan, salah satu syarat terbentuknya BP adalah luasan lahan usaha tani minimal 150 Ha.

“Kita masih menunggu jawaban proposal yang telah dikirim,” tutur pria yang lebih dikenal dengan sapaan CH ini.

Pihaknya sangat optimis pemerintah pusat akan mewujudkan Brigade Pangan untuk Kabupaten Dompu. Hal ini sejalan dengan telah dimulainya kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2025. “Itu menjadi modal awal agar dapat dibentuknya Brigade Pangan,” tandasnya. (tim/adv)