
DOMPU – Ada kabar gembira buat SMPN 8 Satu Atap (Satap) Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu sekolah pinggiran yang terpinggirkan itu masuk prioritas untuk mendapatkan Program Revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 2026.
Kabar tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu H. Rifaid menjawab konfirmasi Lakeynews, Selasa (18/11/25) sore ini.
“SMPN 8 Satap Woja dan beberapa sekolah lainnya, kita prioritaskan untuk mendapatkan Program Revitalisasi Kemendikdasmen 2026. Insya Allah kita akan maksimal menyiapkan data-data pendukungnya,” kata Rifaid.
Berita sebelumnya: SMPN 8 Satap Woja Memilukan, Sekolah Pinggiran yang Terpinggirkan
Diakuinya, selama ini tidak dapat berbuat banyak untuk memperbaiki dua ruang kelas SMPN 8 Satap Woja maupun membangun ruang kelas baru (RKB).
Hal tersebut karena daerah (Pemkab Dompu) hanya mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) saja. “Kalau Dana Alokasi Umum (DAU) tidak ada yang bisa diarahkan untuk itu (rehabilitasi bangunan rusak),” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan Rifaid, Program Revitalisasi ini menggunakan Sistem Tuntas. Karena itu, semua kebutuhan ruangan, baik rehabilitasi maupun bangun baru akan ditangani semua dalam satuan pendidikan yang sudah ditentukan untuk menerima program tersebut.
“Insya Allah, SMPN 8 Satap Woja masuk dalam nominasi Kemendikdasmen untuk mendapatkan Program Revitalisasi Tahun 2026,” ujarnya memastikan.
Bila itu terjadi, lanjutnya, kekurangan prasarana dan sarana di sekolah itu akan ditangani semua, sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Format baru pengajuan program revitalisasi di Kemendikdasmen, menurut Rifaid, masing-masing daerah sudah ditetapkan rencana alokasinya.
Berdasarkan data rencana sementara yang ditetapkan Kemendikdasmen, tahun 2026 ada 50 sekolah dasar se-Kabupaten Dompu yang masuk nominasi prioritas Program Revitalisasi dimaksud. Sedangkan untuk SMP ada 15 sekolah, termasuk SMPN 8 Satap Woja.
“Sekarang sedang dalam proses penginputan dan memperbaiki Dapodik sekolah-sekolah yang akan menjadi prioritas kita, serta melengkapi data-data pendukungan lainnya,” urai Rifaid.
Pria yang akrab disapa Aji Fa’i ini mengajak semua elemen masyarakat di daerah ini, sama-sama berdoa untuk Dompu Maju.
“Semoga usulan kita ini mendapat perhatian, dan akhirnya ditetapkan oleh Kemendikdasmen sebagai sekolah penerima dan pelaksana Program Revitalisasi 2026,” harapnya. (ayi)
