
Harapkan Pemda Dompu Bentuk Dinas Ekonkraf, Berdiri Sendiri atau Digabung
DOMPU – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekonkraf/Bekraf) RI Teuku Riefky Harsya, mengatakan, Festival Lakey Tahun 2025 yang diselenggarakan Pemkab Dompu di kawasan wisata Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, 12-20 Juli, bukan hanya panggung budaya.
“Lebih dari itu, festival ini menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang mengangkat potensi khas Dompu, mulai dari keindahan Pantai Lakey hingga kekayaan tradisi budaya dan produk UMKM-nya,” kata MenEkonkraf/Bekraf diwakili Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dr. H. Abdul Malik.
Hal tersebut disampaikan pada Malam Puncak Festival Lakey 2025, Sabtu (19/7/2025).
Hadir pada malam itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal/istri, Bupati Dompu Bambang Firdaus/istri, Wakil Bupati Sirajuddin/istri, Ketua DPRD Muttakun/istri, dan anggota.
Hadir juga perwakilan Bupati/Wali Kota se-NTB, segenap anggota Forkopimda dan jajaran OPD lingkup Pemda Dompu, pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat dari Dompu maupun Kabupaten dan Kota Bima.

“Selamat atas terselenggaranya Festival Lakey 2025. Saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak,” ucap Teuku Riefky.
“Semoga Festival Lakey menjadi simbol kebangkitan ekonomi kreatif daerah, memperkuat identitas budaya, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Menurutnya, dengan tema “Inspiring of Lakey”, event ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti Festival Kopi Tambora, Festival Timbu, Fashion Show Muna Pa’a, Gelar UMKM Kreatif, dan lainnya. “Ini yang menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dan inovasi daerah,” puji Teuku Riefky.
Baca juga:
* Tarian Ou Balumba Pecahkan Rekor MURI, Bupati Dompu Langsung Sujud Syukur
* Festival Lakey 2025 Disadari Sarat Kekurangan, Butuh Partisipasi OPD dan Pengunjung
Ekonomi Kreatif, lanjutnya, merupakan perwujudan nilai tambah dari kekayaan intelektual yang bersumber dari kreativitas manusia, berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi.
Sebagai strategi utama, pihaknya mengedepankan pendekatan Hexa Helix. Yaitu kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan pelaku kreatif, akademisi, media, serta asosiasi dan lembaga keuangan.
“Melalui sinergi ini, kami mendorong peningkatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, promosi digital, hingga pembiayaan inovatif bagi pelaku ekonomi kreatif,” paparnya.
Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Program Asta Cita, ekonomi kreatif bukan sekadar program pusat, melainkan gerakan kolektif daerah.
“Kabupaten Dompu memiliki semua modal sosial untuk menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan teknologi digital,” ujar Teuku Riefky.
“Sehingga, kedepan, besar harapan saya agar Dompu menjadi salah satu kabupaten di NTB yang akan (layak) ditetapkan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi Kabupaten Kreatif Indonesia,” tambahnya.
Melalui penetapan ini, sebut Teuku Riefky, pemetaan potensi, peluang dan tantangan pengembangan ekonomi kreatif menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan fasilitasi dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Dompu kedepan.
Sejalan dengan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Dalam Negeri telah menyepakati terbukanya ruang pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di daerah.
MenEkonkraf/Bekraf berharap Pemda Dompu, dapat membentuk Dinas Ekonomi Kreatif (Ekonkraf). Baik berdiri sendiri atau digabungkan dengan urusan penyelenggaraan pemerintah yang serumpun.
“Ini menjadi wujud komitmen bersama agar pengelolaan sektor kreatif lebih terstruktur, responsif, dan berdampak langsung kepada masyarakat,” imbuhnya. (tim)
