Bupati Dompu Bambang Firdaus (kanan) dan Wakil Bupati Syirajuddin menunjukkan Program Kurikulum Mulok yang diluncurkan bersama Program Pembelajaran Jam Literasi Alquran dan Pemberian Pakaian Seragam Gratis pada momen Hardiknas 2025. (ist/lakeynews.com)

 

Momen Hardiknas, BBF-DJ Luncurkan Tiga Program Unggulan Sektor Pendidikan

 

SETELAH sekitar 31 tahun (sejak 1994) dinantikan segenap masyarakat dengan penuh harapan, akhirnya Muatan Lokal (Mulok) masuk dalam Kurikulum Pendidikan Kabupaten Dompu mulai 2025 ini.

Mulok bahkan menjadi program unggulan (prioritas) pemerintahan Bupati Bambang Firdaus dan Wakil Bupati Syirajuddin (BBF-DJ) bersama dua program lainnya. Yakni Program Pembelajaran Jam Literasi Alquran dan Program Pemberian Pakaian Seragam Gratis Bagi Siswa SD Kelas 1 dan SMP Kelas VII.

Ketiga program unggulan tersebut diluncurkan BBF-DJ pada momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Beringin Dompu, Jumat, 2 Mei 2025. Peluncuran program unggulan di sektor pendidikan dirangkaikan dengan Deklarasi Anti Narkoba.

Hadir pada peluncuran itu, Ketua DPRD Muttakun, Sekda Gatot Gunawan PP, anggota/perwakilan unsur Forkopimda, Kadis Dikpora H. Rifaid, Kepala BNNK Bima, sejumlah pejabat lain –termasuk Camat, dan lainnya.

“Pada hari ini, kami, Bambang-Syirajuddin atas nama Bupati dan Wakil Bupati Dompu, akan meluncurkan Kurikulum Muatan Lokal sebagai bahan ajar kepada anak-anak didik dan generasi masa depan kita,” kata Bupati BBF saat peluncuran.

Selain itu, kata BBF, Kurikulum Mulok sebagai media untuk membangkitkan kembali rasa bangga terhadap warisan leluhur, serta membentengi generasi muda dari lunturnya nilai-nilai kearifan lokal akibat arus globalisasi.

Kemudian BBF menambahkan, pada kesempatan itu, pihaknya meluncurkan juga Program Pembelajaran Jam Literasi Alquran dan Program Pemberian Pakaian Seragam Gratis Bagi Siswa SD Kelas 1 dan SMP Kelas VII.

“Tiga program yang kita luncurkan ini merupakan bagian dari Program Unggulan Bambang-Syirajuddin di Bidang Pendidikan untuk lima tahun kedepan,” jelasnya.

Karena itu, BBF-DJ mengharapkan dukungan dan kerja sama semua pihak. “Sehingga, program-program ini dapat dan mampu kami realisasikan dalam 100 hari di awal pemerintahan kami,” ujarnya.

Pada peluncuran yang ditandai dengan menekan dan membunyikan sisine itu, BBF-DJ menyerahkan secara simbolis seragam sekolah kepada perwakilan siswa SD dan siswa SMP.

Kapan ketiga program unggulan bidang pendidikan ini efektif mulai dilaksanakan?

Menurut Kadis Dikpora H. Rifaid, akan mulai dilaksanakan semester depan. Tepat pada Tahun Pelajaran (TP) baru, 2025/2026 (Juli 2025). “Insya Allah akan kita laksanakan mulai semester depan” tegasnya pada Lakeynews.com, usai peluncuran.

“Namun, khusus untuk tambahan jam Literasi Alquran, kita prioritaskan dulu bagi sekolah-sekolah yang telah dilaksanakan Makan Siang Bergizi Gratis,” sambung Rifaid.

Bupati Dompu Bambang Firdaus (kiri atas) dan Wakil Bupati Syirajuddin menyerahkan secara simbolis Pakaian Seragam Gratis kepada perwakilan siswa SD dan SMP. Serta, Bupati saat menyampaikan pengantar peluncuran tiga program unggulan sektor pendidikan. (kolase/lakeynews.com)

 

Dari beberapa narasumber dan referensi (termasuk sinopsis bagi Mulok) yang dihimpun media ini, tiga program unggulan bidang pendidikan di atas dapat diuraikan sebagai berikut;

 

Program Kurikulum Muatan Lokal (Mulok)

Peluncuran Kurikulum Mulok adalah peristiwa penting dan bersejarah bagi dunia pendidikan Bumi Nggahi Rawi Pahu. Peluncuran Kurikulum Mulok berarti secara resmi mengangkat kembali jati diri dan budaya daerah yang telah lama menjadi ruh kehidupan masyarakat Dompu.

Harapan agar Mulok masuk kurikulum pendidikan di daerah ini sudah lama. Bahkan, dinantikan sejak sekitar 31 tahun lalu. Sejak tahun 1994.

Memang pada 1994 itu, Dompu pernah mengenal Mulok dengan nama Caha Tana’o. Saat itu masih bergabung dalam satu kurikulum bersama Bima.

Seiring waktu, program tersebut tidak lagi berlanjut secara mandiri. Butir-butir kearifan lokal Dompu seolah terpendam. Masyarakat Dompu menunggu waktu untuk kembali tumbuh dan mekarnya kearifan lokal dalam dunia pendidikan.

Kini, setelah lebih dari tiga dekade, di awal pemerintahan BBF-DJ (2025), Dompu dengan bangga meluncurkan kembali kurikulum Mulok yang disusun secara khusus untuk mencerminkan identitas, bahasa, nilai, dan filosofi kehidupan masyarakat Dompu.

Nilai luhur seperti Nggahi Rawi Pahunggahi deimaiba rawi, rawi deimaiba pahu, pahu ma kasaha kaingara. Kurikulum Mulok Dompu ini disusun berdasarkan empat aspek utama; Bahasa, Sejarah, Budaya, dan Destinasi Wisata yang akan menjadi dasar utama dalam pengembangan karakter peserta didik.

Mulok yang diluncurkan tersebut, hasil kolaborasi (Tim Penyusun) antara Dinas Dikpora, tokoh/pegiat budaya, akademisi, guru/kepala SD-SMP, dan masyarakat adat.

Kurikulum ini tidak hanya sebagai bahan ajar. Lebih dari itu, (sebagaimana disampaikan Bupati BBF di atas) sebagai media untuk membangkitkan kembali rasa bangga terhadap warisan leluhur, serta membentengi generasi muda dari lunturnya nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi.

Juga, tidak hanya meluncurkan sebuah kurikulum, tetapi membangun kembali jembatan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan Dompu.

Menurut sebuah sumber di lingkaran BBF-DJ, Kurikulum Molok ini akan dijadikan dasar dan sumber dalam menyusun bahan ajar –yang akan diajarkan– kepada peserta didik masing-masing satuan pendidikan, dari TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Dompu.

Hal ini sebagai bentuk keseriusan BBF-DJ dalam mewujudkan program prioritas di bidang pendidikan dan budaya. Nantinya, Guru-guru Mulok akan dilatih terkait kurikulum. “Sehingga, mereka nanti memahami bagaimana mengimplementasikan Kurikulum Mulok ini di masing-masing satuan pendidikan,” urainya.

 

Program Pembelajaran Jam Literasi Alquran

Program ini lahir, antara lain, dengan melihat kondisi anak-anak generasi masa depan Dompu yang karakternya sudah bergeser lebih jauh dari yang diharapkan sebagai orang tua, pemerintah, dan sebagainya.

Tanpa terkecuali, termasuk menyangkut terjadinya sejumlah kasus/masalah yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Literasi Alquran merupakan salah satu langkah untuk mengubah karakter atau kebiasaan anak-anak. Ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat Alquran (bagi yang beragama Islam), minimal hati mereka merasa tenang.

Diharapkan, mereka menjadi terbiasa mendengarkan ayat-ayat suci Alquran dan hal-hal baik lainnya. Muaranya, berpengaruh pada perubahan karakter anak-anak.

Lalu bagaimana strateginya?

Pertama, di masing-masing kelas pada semua jenjang pendidikan nantinya akan dipasang speaker. Para peserta didik akan diperdengarkan ayat-ayat suci Alquran selama 10-15 menit. Serentak, setiap hari, sebelum mulai pembelajaran.

Kedua, khusus pada hari Jumat tidak lagi hanya sekadar kegiatan Imtaq (Iman dan Taqwa) pagi hari seperti biasa. Namun, dari masuk sekolah pagi hari sampai pulang, khusus untuk Literasi Alquran. Tidak ada pelajaran lain.

Soal teknis dan strateginya diberikan keleluasaan kepada pihak sekolah untuk berkreasi mengaturnya. Outpunya, khusus hari itu bagaimana Literasi Alquran berjalan maksimal.

Dengan demikian, Literasi Alquran anak-anak meningkat. Ini juga bagian dari langkah strategis dalam upaya penuntasan “Buta Quran”. Sebab, diakui atau tidak, saat ini menunjukkan fakta, masih banyak peserta didik tingkat SD maupun SMP yang belum bisa membaca Alquran.

 

Program Pemberian Pakaian Seragam Gratis bagi Siswa SD Kelas I dan SMP Kelas VII

Program ini hadir dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan, terutama dari orang tua (wali murid) kurang mampu, yang kesulitan menyiapkan atau mengadakan pakaian seragam bagi anak-anaknya ketika tahun pelajaran baru.

Merspons hal tersebut, BBF-DJ mengakomodir sekaligus menjadikannya sebagai salah satu program unggulan. Paraian Seragam Gratis ini disediakan khusus untuk anak-anak Kelas I SD dan Kelas VII SMP.

Menariknya, penerima bantuan pakaian seragam gratis ini tidak hanya mereka yang kurang mampu, tapi semua peserta didik Kelas I SD dan Kelas VII SMP. Tidak ada kategori bagi penerimanya.

Sebagai langkah awal, tahun pertama pemerintahan BBF-DJ, tahun 2025 ini, diberikan bantuan seragam Merah-Putih bagi siswa Kelas I SD dan Putih-Biru untuk siswa Kelas VII SMP.

Kemudian tahun berikutnya, 2026, akan dibantu pakaian yang bermotif Muna Pa’a, bermuatan kearifan lokal.

Menurut sumber yang tidak diragukan validitas dan kredibilitasnya, tahun 2025 ini belum memungkinkan untuk diberikan pakaian bermotif Muna Pa’a kepada siswa-siswi baru tersebut. Deadline waktu, menjadi salah satu alasan dan masalahnya.

Pakaian seragam tersebut akan dibagi atau diberikan pas setiap tahun pelajaran baru.

Bagaimana dengan ketersediaan anggarannya?

“Insya Allah, sudah siap. Tinggal dieksekusi ketika waktunya sudah tiba,” jawabnya. (sarwon al khan)