Kabid PAUD dan PNF Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Muhamad Sadik (kiri), dan Ketua DPW FK-PKBM Provinsi NTB Lalu Nasrullah Wijaya Kusuma. (kolase/lakeynews.com)

 

Ketahuilah, PKBM itu pendidikan non formal. Jadi, jangan diformalkan. Jangan ditanyakan mana seragamnya, mana gedungnya.” Lalu Nasrullah Wijaya Kusuma, Ketua DPW FK-PKBM Provinsi NTB.

 

DOMPU – Beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Dompu, belakangan ini kerap menjadi sorotan. Bahkan informasi yang diserap media ini, tidak jarang PKBM menjadi sasaran diuber dan diobok oleh segelintir oknum yang mengaku dari profesi tertentu, hingga berujung pada dugaan pemerasan.

Karena itu, Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) diharapkan hadir dan lebih optimal lagi melakukan pembinaan terhadap PKBM-PKBM. Sehingga, pengelolaan dan penataan lembaga Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau Pendidikan Non Formal (PNF) tersebut, berjalan sesuai aturan dan harapan.

Hal itu terungkap pada momen Pelantikan dan Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD FK-PKBM) Kabupaten Dompu Periode 2024-2029 di Aula Hotel Tursina, Kamis (27/2/2025).

Diberitakan sebelumnya, pelantikan dan pengukuhan 36 pengurus DPD FK-PKBM Dompu tersebut, dilakukan Ketua Umum DPW FK-PKBM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Nasrullah Wijaya Kusuma. Didampingi Kadis Dikpora Kabupaten Dompu diwakili Kabid PAUD-PNF Muhamad Sadik, dan Kasi Kurikulum Muhammad Ihsan.

Baca juga: DPD FK-PKBM Kabupaten Dompu 2024-2029 Dilantik, Inilah Daftar Pengurusnya

“Kita harapkan, kehadiran FK-PKBM ini dapat optimal lagi melakukan pembinaan. Sehingga pengelolaan dan penataan PKBM lebih baik. Perekrutan peserta didik dan tenaga pendidik, pengelolaan keuangan dan lainnya sesuai aturan,” imbuh Kabid PAUD dan PNF Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Muhamad Sadik dalam sambutan mewakili Kadis Dikpora.

Sadik bercerita, sejak awal dirinya menjadi Kabid PAUD-PNF, tidak sedikit di antara PKBM yang merasa dan menganggapnya menakut-nakuti. Itu terjadi ketika (setiap) pihaknya menyampaikan bagaimana seharusnya PKBM mengelola satuan PNF ini.

Padahal, menurut Sadik, pihaknya melakukan pembinaan agar lembaga PKBM mengurus dan mengelola dengan benar. Menyampaikan dan membina agar –misalnya– bagaimana melaksanakan perekrutan peserta didik, mengelola PKBM dan anggarannya dengan baik.

“Kalau sudah dilakukan dengan baik, tidak ada yang perlu ditakutkan. Tidak perlu takut didatangi oknum LSM, oknum media (wartawan), atau siapapun. Jadi, tolong kelola PKBM dengan baik. FK-PKBM lakukan pembinaan PKBM dengan baik,” pintanya.

Seremonial menjelang pelantikan dan pengukuhan DPD FK-PKBM Kabupaten Dompu 2024-2029 oleh Ketua DPW FK-PKBM Provinsi NTB Lalu Nasrullah Wijaya Kusuma. (kolase/lakeynews.com)

Sehubungan dengan itu pula, Sadik menyampaikan beberapa pesan kepada DPD FK-PKBM Dompu yang baru. Salah satunya, meningkatkan kapabilitas PKBM untuk berkarya secara positif dan sehat.

Kemudian, mengembangkan peran dan fungsi PKBM dalam pemberdayaan masyarakat, selain mengembangkan usaha-usaha produktif di PKBM. FK-PKBM juga diminta agar menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, workshop dan seminar untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Wadahi komunikasi dan interaksi positif antar-PKBM, PKBM dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Juga wadahi, salurkan dan perjuangkan aspirasi PKBM,” imbuh Sadik.

 

“Jangan Hidup Hedonis”

Sementara itu, Ketua DPW FK-PKBM Provinsi NTB Lalu Nasrullah Wijaya Kusuma menegaskan, PKBM merupakan pendidikan non formal. Hal ini juga perlu diketahui oleh oknum-oknum yang mengaku dari media maupun LSM.

“Ketahuilah, PKBM itu pendidikan non formal. Jadi, jangan diformalkan. Jangan ditanyakan mana seragamnya, mana gedungnya,” tegas Nasrullah sesaat sebelum melantik DPD FK-PKBM Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Senada dengan Muhamad Sadik, Nasrullah juga meminta PKBM agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpangi reguasi dan aturan.

Dengan tegas dia melarang PKBM (misalnya) datang ke Dinas Dukcapil untuk mengambil foto kopi KTP orang, lalu didaftarkan ke Dapodik. “PKBM jangan lakukan itu,” tegasnya.

Jika itu dilakukan, sama dengan pembohongan publik, membohongi negara. Dan tindakan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait gaya hidup pengurus PKBM juga disinggung Nasrullah. “Ketua yayasan, atau pengurus PKBM jangan hidup hedonis. Bukan tidak boleh kaya, dan kita harus kaya, tapi jangan lewat hal-hal yang tidak baik,” pesannya. (tim)