Sebulan Poktan Tebus, Pupuk belum Diterima; Ulah Oknum Pengecer Nakal?
DOMPU – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu Muhammad Syahroni membeberkan data jumlah pupuk bersubsidi yang sudah didistribusikan ke delapan (seluruh) kecamatan.
“Total jumlah pupuk yang telah disalurkan ke seluruh kecamatan per 26 Januari 2024 sebanyak 5.515 ton Urea dan 2.714,3 ton NPK,” kata Syahroni pada Lakeynews, Sabtu (27/1/2024).
Pria yang akrab disapa Dae Roni tersebut kemudian merinci jumlah pupuk yang disalurkan masing-masing kecamatan per 26 Januari 2024.
Kecamatan Woja: Urea 985 ton, NPK 341 ton; Kecamatan Dompu: Urea 800 ton, NPK 380 ton; Kecamatan Pajo: Urea 550 ton, NPK 190 ton; Kecamatan Hu’u: Urea 550 ton, NPK 173,3 ton; Kecamatan Manggelewa: Urea 680 ton, NPK 450 ton;
Kemudian Kecamatan Kilo: Urea 650 ton, NPK 160 ton; Kecamatan Kempo: Urea 640 ton, NPK 350 ton; dan Kecamatan Pekat: Urea 410 ton, NPK 240 ton.
Pasa sisi lain, sejumlah petani di beberapa wilayah yang masuk RDKK, namun belum mendapatkan pupuk. Padahal tanaman jagung mereka sudah sangat membutuhkan pemupukan.
Informasinya, pihak kelompok tani (Poktan) sudah menyetor dana untuk penebusan pupuk. Namun, hingga hari ini, pihak pengecer belum menyalurkan pupuk kepada petani-petani tersebut.
Dari beberapa sumber media ini menyebutkan, oknum pengecer tersebut belum melakukan penebusan ke distributor. Sehingga, distributor belum mendistribusikan pupuk ke oknum pengecer tersebut. Hal tersebut berdampak buruk bagi petani.
Salah satunya dialami Poktan So Kalate Desa Saneo, Kecamatan Woja. “Hari ini (27/1/2024, red), jagung saya berusia 39 hari, tapi belum dilakukan pemupukan,” kata Ketua Poktan So Kalate Ahmad pada Lakeynews, Sabtu sore tadi.
Hal senada disampaikan petani berlatar belakang aktivis tersebut di WAG LakeyNews, Jumat (26/1/2024). Pria yang lebih dikenal dengan nama Son Marhaen itu mengaku, Poktannya masih memiliki jatah 10 ton Urea dan 7 ton NPK.
“Jatah kami belum diberikan oleh pengecer maupun distributor. Sedangkan uang untuk penebusannya sudah kami setor sebulan yang lalu,” beber Son.
Sudah berkali-kali Son tanyakan ke pengecer, bahkan sempat saling bentak membentak. “Alasan pengecer, belum diberikan oleh distributor,” ungkapnya.
Lakeynews masih berupaya mengonfirmasikan masalah ini ke oknum pengecer yang diduga nakal tersebut.
Namun, kabar minor tersebut telah sampai ke pendengaran Kadistanbun Dompu Muhammad Syahroni. “Saya juga sudah mendengar informasi itu,” kata Dae Roni, sapaannya.
Menurutnya, masalah sebenarnya yang dialami Son pada dasarnya pupuk sudah tersedia untuk Poktan tersebut. “Hanya saja infomasinya diduga ada kenakalan dari (oknum) pengecer,” jelasnya.
Kuota untuk Poktan tersebut, sudah tersedia pada distributor. Sayangnya, pengecer tidak melakukan penebusan. “Karena infonya masih bermasalah terkait keuangan dengan distributor,” cetusnya.
“Hal-hal seperti ini sering terjadi di lapangan. Kadang kesalahan dilakukan oknum pengecer atau ditributor tapi pemerintah dijadikan sasaran,” tuturnya sembari menambahkan, pihaknya berusaha memfasilitasi dan mengomunikasikan hal itu agar semuanya berjalan sesuai harapan.
Terkait harapan adanya tambahan pupuk untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani sesuai RDKK, Distanbun masih menunggu kebijakan dari pusat. “Kita masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait adanya tambahan alokasi ini,” papar Dae Roni. (tim/adv)

2 thoughts on “Segini sudah Total Distribusi Pupuk Subsidi di Kabupaten Dompu”