Praktik pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos; Jerami) yang dibimbing Adi Triyana Mihardja dari Bapeltanbun Provinsi NTB. (ist/lakeynews)

Pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos)

Adi Triyana Mihardja dari Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengupas secara detail terkait Pupuk Organik Padat (Kompos; Jerami).

Penyampaian materi yang dilanjutkan praktik itu dilakukan Adi ketika menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) kepada Kelompok Tani (Poktan) yang bergerak di Bidang Hortikultura dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Woja, Kamis-Jumat (9-10/11/23) itu, diselenggarakan Bapeltanbun NTB bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu melalui Bidang (Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP).

Baca juga: Poktan Hortikultura dan Wanita Tani Woja-Dompu Dibimtek Genta Organik

Selengkapnya, berikut penyampaian Adi Triyana Mihardja tentang pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos) :

Pentingnya Pupuk Organik

  1. Pupuk organik mengandung semua hara yang dibutuhkan oleh tanaman, termasuk Karbon yang cukup tinggi sebagai makanan mikro organisme.
  2. Pupuk organik digunakan untuk mengefisienkan atau menghemat pupuk anorganik.
  3. Digunakan untuk memperbaiki tanah yang sudah rusak.

Apa itu Pupuk Organik?

  1. Pupuk yang berasal dari bahan organik atau hayati, seperti : sisa tanaman, kotoran hewan, sisa makanan, atau bagian hewan yang mati.
  2. Proses terbentuknya melalui proses rekayasa, diperkaya oleh bahan mineral atau mikroba. Fungsinya untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah.
  3. Pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.

Peranan Pupuk Organik

Tanah yang Rusak Secara Fisik (Padat, tidak Gembur);

  • Bahan organik dari pupuk organik/kompos memperbaiki struktur tanah.
  • Cacing di dalam tanah akan mencari makanan ke permukaan sehingga memperbaiki porositas tanah.

Tanah Asam/Basa/Bergaram;

  • Tanah Asam: kompos membantu memperbaiki struktur tanah.
  • Tanah Basa: memperbaiki tanah agar dapat ditanami lagi.
  • Tanah Bergaram: membantu menghancurkan partikel garam agar dapat larut dalam tanah.

Mengembalikan Hewan Kecil/Mikroorganisme Tanah;

  • Pupuk organik mengandung bahan organik tinggi yang merupakan makanan hewan-hewan kecil dalam tanah dan mikroorganisme.

Membuat Pupuk Organik Kompos

Sumber Bahan Organik;

  • Tanaman Air: Azola, enceng gondok, gulma air.
  • Industri Limbah Padat: Sebuk gergaji kayu, blotong, kertas, ampas tebu, limbah.
  • Limbah makanan dari rumah tangga atau warung makan/hotel.

Langkah Kerja Pembuatan Kompos dari Jerami

  • Persiapkan alat dan bahan pembuatan pupuk organik padat;
    Alat-alat: Karung gabah, sekop, parang, cangkul, ember, gembor.
    Bahan: Jerami, dekomposer Em4, gula pasir, dan kotoran hewan.
  • Perbandingan C (Jerami)/N (Kohe) = 3 : 1;
  • Jerami dicacah dengan potongan berukuran 5–10 Cm.;
  • Siapkan ember dan air, masukkan air kedalam ember atau wadah penampungan air, kemudian larutkan gula pasir dengan dosis 500 gram per 10 liter air, kemudian diaduk sampai rata;
  • Tambahkan decomposer EM4 pada larutan air dangula pasir tersebut 10 cc/tutup botol per liter air kemudian di aduk sampai rata;
  • Jerami ditumpuk setinggi 15-20 Cm kemudian siramkan larutan dekomposer yang telah disiapkan merata dipermukaan jerami;
  • Tambahkan kotoran hewan di atas tumpukan jeramisetebal 15 – 20 cm selanjutnya tumpukan kotoran hewan siramkan dengan larutan dekomposer yang sudah di persiapkan merata dipermukaan kotoran hewan tersebut;
  • Ulangi langkah-langkah tersebut di atas hinggat tumpukan jerami dan kotoran hewan mencapai ketebalan kurang lebih 1 meter;
    •Tumpukan Jerami dan Kohe disiram dengan air biasa/2 hari;
  • Tumpukan Jerami dan Kohe dibolak balik pada hari ke 5, 10, 15 dan seterusnya sampai menjadi kompos.

Kompos yang telah cukup matang kurang lebih selama 1-2 bulan ditandai dengan adanya perubahan fisik jerami. Antara lain:

  • Jerami berwarna coklat kehitam-hitaman,
  • Lunak dan mudah dihancurkan, suhu tumpukan mendekati suhu awal pengomposan,
  • Tidak berbau menyengat, volume menyusut hingga setengahnya.

Pupuk kompos yang dihasilkan dari jerami padi bisa langsung diaplikasikan di atas sawah yang digunakan untuk penanaman padi atau tanaman lainnya. Kompos yang dihasilkan memiliki unsur hara makrodan mikro yang lengkap sehingga dapat membantu perbaikan tanah dan proses budidaya tanaman.

Cara Sederhana Mengetahui Tingkat Kematangan Kompos

Dicium: bau tanah;
Warna kompos : coklat kehitaman;
Penyusutan: menyusut menjadi sepertiga bagian;
Kadar Air : kandungan air maksimum 50 persen.
Suhu: mendekati suhu awal pengomposan.
Kalau masih terasa panas (+ 50 C) pengomposan belum selesai. (tim/bersambung)