Bimtek Genta Organik terhadap Poktan Bidang Hortikultura dan pengurus KWT se-Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. (ist/lakeynews)

Pembuatan Pestisida Nabati

BIMBINGAN Teknis (Bimtek) Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik) terhadap Kelompok Tani (Poktan) Bidang Hortikultura dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, diajarkan materi tentang Pembuatan Pestisida Nabati.

Pematerinya, M. Zaelani dari Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi NTB. Lembaga yang menggelar kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu melalui Bidang (Prasarana, Sarana Pertanian dan Penyuluhan (PSPP).

Baca juga:

Seperti apa Pestisida Nabati itu? Apa saja keuntungannya? Bagaimana proses pembuatannya? Berikut paparan M. Zaelani selengkapnya;

Pengertian Pestisida Nabati

  1. Pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman.
  2. Merupakan hasil ekstraksi bagian tertentu dari tumbuhan, baik dari daun, buah, biji maupun akar. Biasanya bagian tumbuhan tersebut mengandung senyawa atau metabolit sekunder dan memiliki sifat racun terhadap hama dan penyakit tertentu.
  3. Bahan pestisida nabati dieksplorasi dari tumbuhan yang karena kandungan bioaktifnya tumbuhan tersebut dapat mempertahankan diri dari serangan OPT (metabolik sekunder).

Fungsi Pestisida Nabati

  • Repellent, menolak/mengusir kehadiran serangga (misal dengan cara mengeluarkan bau yang menyengat/tidak disukai serangga).
  • Antifeedant, mencegah serangga hama memakan bagian tanaman yang telah diberi pestisida nabati.
  • Atractant, pemikat kehadiran serangga yang dipakai pada perangkap serangga.
  • Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa, kemandulan pada serangga betina.
  • Racun saraf pada serangga, mengacaukan sistem hormone pada serangga.

Kelebihan Pestisida Nabati

  1. Degradasi/penguraian yang cepat oleh matahari, sehingga mudah terurai menjadi bahan yang tidak berbahaya.
  2. Memiliki pengaruh yang cepat yaitu menurunkan nafsu makan serangga hama, walaupun jarang menyebabkan kematian.
  3. Memiliki spektrum yang luas (racun lambung dan saraf) dan bersifat selektif.
  4. Dapat diandalkan untuk mengendalikan OPT yang resisten terhadap pestisida kimia.
  5. Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.
  6. Murah dan mudah dibuat oleh petani.

Kekurangan Pestisida Nabati

  1. Cepat terurai;
  2. daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus diulang;
  3. Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga);
  4. Produksinya belum dalam sekala besar karena keterbatasan bahan baku; dan
  5. Kurang praktis.

Pembutan Pestisida Nabati (Daun Mimba)

Bahan-bahan yang disiapkan;

  1. Daun Mimba 400 gram/2 Kg
  2. Lengkuas 200 gram/1 Kg
  3. Serai 200 gram/1 Kg
  4. Air 1 Liter/10 Liter
  5. Lidah Buaya 200 gram/1 Kg
  • Jumlahnya disesuaikan sesuai kebutuhan.

Alat-alat yang disiapkan;

  1. Alat Penumbuk
  2. Ember ukuran 10 Liter
  3. Kain Saringan
  4. Botol

Cara membuatnya;

  1. Daun mimba, lengkuas, serai, lidah buaya ditumbuk atau dihaluskan sampai merata.
  2. Seluruh bahan yang telah diaduk ditumbuk/dihaluskan masukan ke dalam 1 liter air kemudian diaduk merata.
  3. Simpan selama 24 jam dalam keadaan tertutup.
  4. Setelah disimpan, larutan disaring dengan kain halus.

Cara Penggunaan;

  1. Larutan Pestisida Nabati dicampur dengan perbandingan 1 : 10 (100 Ml Larutan Pesnab : 1 Liter Air).
  2. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman dan dilakukan pada saat sinar matahari tidak terik yaitu pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak terbakar.
  3. Larutan tersebut bisa langsung diaplikasi pada hama sasaran, seperti hama belalang, wereng coklat, walang sangit, kutu ulat, trips dan aphid pada tanaman sayuran dan tanaman lainnya. (tim/bersambung)