DOMPU – Kepala SMPN 1 Dompu Abdul Basit memberikan klarifikasi. Dia membantah jika sekolahnya dituding tidak mengambil bagian dengan mengirim siswa sebagai peserta Lomba Minat Bakat Siswa SD/SMP Kabupaten Dompu.

Diketahui, lomba yang digelar Dinas Dikpora pada 27-29 April tersebut untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023.
“Kami ikut berpartisipasi dalam lomba untuk memperingati Hardiknas itu. Ada empat siswa kami yang mengikuti kegiatan tersebut,” tegas Basit pada Lakeynews.com, Jumat (28/4).
Seperti diberitakan media sebelumnya, Ketua Panitia Lomba Abdul Kharis menyesalkan minimnya keterlibatan sekolah-sekolah pada kegiatan itu. Dari 222 SD/SMP se-Kabupaten Dompu, hanya lebih kurang 25 persen sekolah yang mengirim siswa/utusan sebagai peserta. Salah satu yang dia sebut tidak mengirim utusan adalah SMPN 1 Dompu.
Baca juga: Disesalkan, Lomba Minat Bakat Siswa SD/SMP Kabupaten Dompu Minim Peserta
Menurut Basit, dua dari empat siswanya berkompetisi pada Lomba Pidato berbahasa Dompu-Bima. Sedangkan dua orang lainnya mengikuti Lomba Mpama (Dongeng) juga dalam bahasa Dompu-Bima.
“Lalu dimana kami dikatakan tidak ikut berpatisipasi,” tanya Basit dengan nada heran.
Bukan hanya mengutus siswa. Basit ikut mendapingi langsung peserta didiknya di tempat lomba, di SMPN 4 Dompu. Pada pertama lomba, dia menyaksikan kebolehan siswinya dalam berpidato menggunakan bahasa Bima-Dompu.
Dia mengakui, kalau untuk mata lomba Cerdas Cermat, SMPN 1 Dompu tidak mengirim perwakilan. Hal itu lantaran pertimbangan kesiapan siswa-siswi.
“Kegiatan itu diadakan secara mendadak. Kami pikir akan sulit bagi siswa-siswi untuk menghafal materi lomba Cerdas Cermat,” ungkapnya. (nas)
