Salah satu penampilan peserta Lomba Cerdas Cermat SD untuk memperingati Hardiknas 2023 tingkat Kabupaten Dompu, Kamis (27/4). (nas/lakeynews.com)

* Kegiatan Dinas Dikpora untuk Memperingati Hardiknas 2023

** Abdul Kharis: Alasan Kendala Dana, Padahal Dana BOS Baru Dicairkan

DOMPU – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, Dinas Dikpora Kabupaten Dompu menggelar Lomba Minat Bakat Siswa. Kegiatan yang diikuti peserta dari SD dan SMP se-Kabupaten Dompu itu berlangsung pada 27-29 April ini.

“Lomba ini dilaksanakan untuk menyambut dan merayakan Hardiknas, 2 Mei 2023,” kata Ketua Panitia Lomba yang juga Kepala SMPN 4 Dompu Abdul Kharis pada Lakeynews.com, Kamis (27/4) sore.

Ditemui di SMPN 4 Dompu, Kharis menjelaskan kegiatan tersebut sudah lama dipersiapakan. Awalnya, direncanakan pada bulan Ramadan. Karena pertimbangan animo peserta, lomba diadakan usai Idulfitri 1444 Hijriah.

Pada kegiatan ada empat mata lomba. Lomba Cerdas cermat tingkat SD dan SMP, Pidato dalam Bahasa Mbojo-Dompu, Mpama (Dongeng) dalam Bahasa Bima-Dompu, serta Lomba Kasidah.

“Hampir semua sekolah tidak memiliki alat kasidah, maka lomba ini akan dilaksanakan setelah ujian siswa SD dan SMP,” kata Kharis yang juga ketua MKKS SMP Kabupaten Dompu.

Menurut pria kekar berkulit hitam manis tersebut, untuk menanggulangi kebutuhan alat kasidah, tiap sekolah memesan alat kasidah menggunakan dana BOS.

Terkait tujuan lomba, Kharis menjelaskan, untuk meningkatkan budaya literasi (membaca) di tingkat SD dan SMP se-Dompu. Dimana, selama ini tingkat minat baca peserta didik masih sangat kurang.

“Nilai raport literasi siswa SD/SMP, merah dan kuning. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat mengubah nilai raport dari merah menjadi kuning, kuning menjadi hijau,” harapnya.

Ketua Panitia Lomba Minat Bakat Siswa SD dan SMP tingkat Kabupaten Dompu Abdul Kharis. (nas/lakeynews.com)

Mengapa pidato menggunakan Bahasa Bima-Dompu dan Mpama (Dongeng) Bima-Dompu dilombakan?

Bahasa Bima-Dompu merupakan bahasa ibu yang harus dilestarikan oleh generasi. Termasuk dalam penyampaian tutur kata, diharapkan menggunakan kalimat (kata-kata) yang sopan dan santun.

Begitu juga dengan dongeng Bima-Dompu. Dongeng ini harus dilestarikan. “Jangan sampai kekayaan daerah seperti ini hilang begitu saja tanpa ada penerusnya,” tandasnya.

Sebagai ketua panitia, Haris menyesalkan, minimnya jumlah sekolah yang ikut ambil bagian sebagai peserta kegiatan ini.

“Dari 222 SD dan SMP se-Kabupaten Dompu, hanya lebih kurang 25 persen yang ambil bagian. Khusus SMP negeri maupun swasta, hanya 17 yang ikut,” ungkapnya.

Mengapa banyak SD dan SMP yang tidak ikut?

Menurutnya, SD/SMP yang tidak mengikuti lomba terkendala biaya. SMPN 1 Dompu-pun tidak mengikutsertakan siswanya pada lomba ini.

“Padahal baru dua minggu dana BOS dicairkan masing-masing sekolah,” tutur Haris.

Pada sisi lain, Kharis menginformasikan, pada puncak peringatan Hardiknas, 2 Mei mendatang, ada kegiatan Panen Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

Semua karya yang dimiliki tiap sekolah se-Kabupaten Dompu; SD, SMP, SMA dan SMK, akan dipajang di Pendopo Bupati Dompu.

“Seni Gerak, Seni Tarik Suara, serta para juara dari empat mata Lomba Minat Bakat Siswa yang diadakan sekarang, juga akan ditampilkan di sana,” paparnya. (nas)