
Diperingati Sederhana, Duduk Melantai; Titik Berat Menyiapkan Langkah Strategis
–
SETAHUN kepemimpinan “Aby” Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, ST, MT (AKJ-Syah) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Dompu Periode tahun 2021-2026 diperingati dengan Doa Syukuran.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati, Jumat (25/2) malam tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Selain Bupati, Wakil Bupati, Sekda Gatot Gunawan PP, SKM, M.Kes dan anggota DPRD Dompu, acara itu juga dihadiri unsur Forkompinda (Kajari, Kapolres, Dandim 1614/Dompu dan lainnya), Ketua TP PKK Lilis Suryani dan Ketua GOW Hj. Siti Faridah.
Disamping itu, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD dan para pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Dompu, serta pimpinan dan perwakilan organisasi vertikal. Tampak pula pimpinan Parpol, Ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama, elemen pemenangan pasangan AKJ-Syah pada Pilkada Dompu 2019 dan perwakilan berbagai stake holder lainnya.
Acara tersebut berlangsung sederhana. Para hadirin disuguhi jajan kotak dengan duduk melantai. Mereka antusias dan cukup bersemangat mengikuti kegiatan hingga selesai.
Baca juga: Setahun AKJ-Syah Memimpin Dompu; Apa Saja Capaiannya? (1)
Setelah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran, mereka diputarkan film dokumenter. Film yang menggambarkan proses dari perjuangan pasangan AKJ-Syah, pelantikan sebagai Bupati/Wabup hingga pelaksanaan roda pemerintahan yang hari ini genap setahun.
Ada beberapa hal asyik dalam potongan-potongan video yang dirangkum menjadi satu itu. Terlihat pada masa kampanye, istri AKJ, Lilis Suryani yang kini menjadi Ketua TP PKK dan istri H. Syahrul Parsan, Hj. Siti Faridah yang saat ini ketua GOW, tampil dan berada di garda terdepan. Terutama saat saat kampanye di tempat terbuka.
Lebih mengasyikan lagi, Umi Lilis (sapaan Lilis Suryani) kerap melantunkan beberapa judul lagu yang menghibur pendukung AKJ-Syah. Bahkan, hingga memimpin doa bersama.

Pada momen Doa Bersama tersebut, Bupati AKJ berpidato panjang lebar. AKJ menyampaikan secara umum progres pembangunan yang telah dicapai selama setahun kepemimpinan mereka. Hanya saja, hingga tulisan ini diunggal belum secara detail dibeberkan hal-hal yang belum dicapai dan kendala yang dihadapi.
“Ini bentuk pertanggungjawaban konstitusional, politik dan moral Bupati dan Wakil Bupati kepada seluruh masyarakat Dompu yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin daerah dengan motto Nggahi Rawi Pahu ini,” kata AKJ di awal pidatonya.
Beberapa waktu lalu, lanjut AKJ, telah disusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Dompu Tahun 2021-2026. RPJMD itu telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Dompu Nomor 2 Tahun 2021.
Di dalam RPJMD tersebut, tertuang visi daerah “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Dompu yang Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius (DOMPU MASHUR)”, dengan lima misi daerah, tujuh tujuan pembangunan dan 13 sasaran strategis.
RPJMD adalah dokumen penting. Panduan dan acuan pelaksanaan pembangunan AKJ-Syah memimpin Dompu. Disamping menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam menyusun rencana strategisnya.
Lalu apa yang riil dilakukan selama setahun?
Menurut AKJ, lebih banyak menitikberatkan pada proses menyiapkan langkah-langkah strategis untuk kemajuan Dompu. Antara lain, menetapkan Lima Komoditas Unggulan Daerah untuk dikembangkan sebagai komoditas utama.
Kelima komoditas yang ditetapkan dengan memperhatikan potensi yang ada tersebut, Jagung, Porang, Padi, Sapi dan Ikan (JARAPASAKA). Penetapan JARAPASAKA sebagai komoditas unggulan, tidak terlepas dari mata pencaharian utama masyarakat. “Menurut PDRB, sektor pertanian, peternakan dan perikanan memiliki kontribusi sebesar 40 persen,” urai AKJ.
Potensi sumber daya alam yang dimiliki Dompu sangat besar. Namun, sejauh ini, pengelolaan terhadap potensi-potensi itu masih dilakukan secara konvensional. “Rencana kami, JARAPASAKA akan dikembangkan dan dikelola secara cerdas dari hulu sampai hilir,” paparnya.
Maksudnya, dikelola mulai dari petani, pelaku UMKM, koperasi, Bumdes sampai perusahaan daerah. Dengan demikian, tercipta siklus ekonomi yang menguntungkan. Dipersiapkan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang.
Siklus ekonomi berbasis komoditi unggulan ini disebut PASAKA DESA. Yakni siklus aktivitas ekonomi pedesaan berbasis agribisnis berkelanjutan.
Bagaimana dengan penataan dan reformasi birokrasi? Ikuti ulasan selanjutnya. (tim/bersambung/adv)

One thought on “Setahun AKJ-Syah Memimpin Dompu; Apa Saja Capaiannya? (2)”