
IGI-PGRI Satu Roh, Tinggalkan Cara-cara yang Memecah Belah
–
Catatan:
Sarwon Al Khan, Dompu – NTB
–
KETEGANGAN yang sempat terjadi sekitar empat tahun lalu (2017) nyaris menajam lagi menjelang peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di Kabupaten Dompu. Perayaan puncak HGN tahun ini akan jatuh pada Kamis, 25 November depan.
Namun, berkat langkah cerdas, sigap, cekat dan cepat Kabag Prokopim Setda Ardiansyah, SE, yang langsung direspons dan disikapi oleh Sekda Gatot Gunawan P. Putra, SKM, M.M.Kes dan Kadis Dikpora Drs. H. Rifaid, M.Pd, isu kurang sedap pun berhasil diredam. Tidak sampai berkembang secara liar.
Hembusan kabar minor tersebut berawal dari Surat Undangan kegiatan dalam rangka HUT ke-76 PGRI dan HGN 2021. Dan, beredar secara berantai di grup-grup maupun person-person di media sosial.
Undangan yang dinilai diskriminatif tersebut berkop Bupati Dompu dan ditandatangani Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT, tanggal 17 November 2021.
–
Beberapa Kejanggalan
Terdapat beberapa hal yang memunculkan kesan tidak beres dalam surat undangan tersebut. Salah satunya, kejanggalan pada nomor surat. Memuat salah satu organisasi profesi (Orprof) guru, Nomor: 42/PGRI-KAB DPU/XXII/2021.
Masalah ini praktis menimbulkan reaksi Orprof guru lainnya, yakni Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Dompu.
Diketahui, di Indonesia ada enam Orprof guru yang terdaftar dan diakui Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui surat tanggal 4 Desember 2015.
Keenam Orprof dimaksud; Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Ikatan Guru Indonesia (IGl), Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).
Menurut informasi, khusus di Kabupaten Dompu baru ada tiga Orprof guru; PGRI, PERGUNU dan IGI.
Kejanggalan lain, peserta Upacara HGN dan HUT PGRI 2021 tingkat Kabupaten Dompu disebutkan hanya perwakilan PC PGRI 15 orang per kecamatan (delapan kecamatan).
Satu hal lagi yang mengganjal adalah daftar nama undangan. Dalam daftar tersebut, lagi-lagi hanya tercantum Pengurus Cabang PGRI se-Kabupaten Dompu.
–
Sikap IGI dan Respon Pemkab
Menyikapi beberapa kejanggalan itu dan merespon aspirasi sejumlah pengurus dan anggotanya, Ketua terpilih Daerah IGI Kabupaten Dompu Ida Faridah, S.Pd bersama beberapa pengurus, mengambil langkah preventif.
Pada prinsipnya, mereka menghendaki Pemkab Dompu tidak diskriminatif dan memberikan perlakuan yang sama terhadap Orpro-orpro guru. Disamping itu, IGI Dompu tidak ingin masalah serupa terus terulang dan terjadi setiap tahun.
Ini bukan tanpa dasar. Pada tahun 2017 lalu, kejadian serupa pernah terjadi. Ketua Daerah IGI Dompu (saat itu) Bambang Hermanto, S.Pd, M.M.Pd, menunjukkan reaksi dan menyampaikan protes keras.
Baca juga: Dipertanyakan, tak Dilibatkannya IGI di HGN dan HUT KORPRI Dompu 2017
Ida Faridah yang juga Guru Mapel PPKN SMAN 3 Dompu dan Kepala SMK Kesehatan Yapik Gerbang Dompu itu, Kamis (18/11) pagi langsung berkomunikasi dan mengonfirmasikan ke Kabag Prokopim Setda Ardiansyah, SE.
Kabag energik yang akrab disapa Simpe Dian itupun tidak menunggu siang. Dengan cekat dan cepat, pagi itu juga langsung menindaklanjutinya.
Simpe Dian kemudian memfasilitasi pertemuan beberapa pengurus IGI dengan Sekda Gatot Gunawan dan Kadis Dikpora H. Rifaid.
Semula direncanakan pertemuan tersebut dilakukan dengan Bupati Kader Jaelani. Namun, karena Bupati masih di luar daerah, pertemuan dilakukan dengan Sekda Gatot.
Saat itu, Ida Faridah hadir bersama Sekretaris Daerah IGI Dompu Kisman, M.Pd, Bendahara Atikah, S.Pd, Ketua Bidang Peningkatan Mutu Guru, Pendidikan dan Pelatihan Khairul Amar, S.Pd dan unsur Dewan Kehormatan Hasan Sarujin, S.Pd.

Awalnya, Simpe Dian memfasilitasi pertemuan pengurus IGI dengan Kadis Dikpora. Pertemuan berlangsung di ruang kerja orang nomor satu di Dinas Dikpora Dompu.
Dalam pertemuan itu, pihak IGI menyampaikan uneg-unegnya terkait surat undangan kegiatan HGN.
Menanggapi curhat tersebut, Rifaid mengakui adanya kekurangan terkait surat undangan kegiatan HGN disertai beberapa alasan atau penyebab dan menyampaikan permohonan maaf.
Selain itu, Kadis Dikpora hendak mempertemukan pengurus IGI dengan Ketua PGRI kabupaten Dompu Muhammad Asyrul Riady, S.Pd. Sayangnya, pria yang kini menjabat Kabid Dikdas Dinas Dikpora sedang bertugas luar kantor (luar wilayah kota Dompu).
Namun demikian, lelaki yang lebih dekat dipanggil Dae Ady tersebut sempat melakukan komunikasi dengan ketua terpilih IGI lewat telepon genggam.
“Alhamdulillah sudah nyambung dengan beliau (Dae Ady, red). Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada kami atas kehilafannya terkait surat tersebut,” kata Ida Faridah menyitir hasil pembicaraan singkatnya dengan ketua PGRI.
Setelah bersilaturahmi dengan Kadis Dikpora, agenda pertemuan yang difasilitasi Simpe Dian berlanjut dengan Bupati. Seperti tertulis di atas, Bupati masih di luar daerah karena pesawat yang akan ditumpangi mengalami delay (penundaan penerbangan). Akhirnya, beberapa pengurus IGI itu terima Sekda Gatot di ruang kerjanya.
–
Masalah Klir, IGI Terlibat
Dalam pertemuan dengan Sekda Gatot, pihak IGI Dompu kembali mengutarakan aspirasinya. Tak jauh berbeda dengan yang disampaikan saat pertemuan dengan Kadis Dikpora beberapa saat sebelumnya.
Bagaimana tanggapan Sekda?
Pria ramah yang hobi olahraga sepeda itu secara jantan menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kekurangan yang dikritisi dan diprotes IGI. Dia tidak menafikan, surat tersebut bukan konsep dari Pemda.
“Pemerintah daerah hanya memfasilitasi. Tetapi karena kesibukan oleh banyaknya tugas dan pekerjaan, membuat kesalahan itu luput dari kontrol kami,” papar Sekda yang saat itu didampingi Simpe Dian.
Sekda berjanji ke depan akan tetap melibatkan IGI. Apalagi saat Musda II IGI Dompu belum lama ini, Sekda Gatot sendiri yang menghadiri dan membukanya.
Terkait dengan perayaan HGN ini, Sekda juga berharap agar IGI terlibat dalam rangkaian kegiatannya. Yakni Jalan Sehat pada Jumat (19/11) di Lapangan Beringin. Kemudian Upacara HGN di Aula Pandopo Bupati pada Kamis (25/11), yang dilanjutkan Malam Keakraban dan Anugerah Guru pada Kamis (25/11) malam.
Sekda berjanji akan segera membuat surat undangan resmi dari Bupati Dompu terkait Upacara dan resepsi HGN. Dalam surat undangan maupun spanduk akan dimasukan juga Logo IGI.
–
Pemda Diharapkan Adil, IGI-PGRI Bersinergi Bangun Pendidikan
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sekda, Kadis Dikpora, Kabag Prokopim dan ketua PGRI atas respon baiknya menyikapi uneg-uneg kami,” ujar Ketua IGI Ida Faridah tak lama usai pertemuan dengan Sekda.
Ida mengajak segenap pengurus dan anggota IGI se-Kabupaten Dompu agar bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dalam rangka HGN ini. Salah satunya, kegiatan Jalan Sehat yang digelar Jumat (besok) pagi, dengan mengenakan pakaian olahraga.
Dia berharap kepada Pemkab Dompu, kedepan, ketika ada kegiatan atau hajatan serupa kiranya melibatkan dan memberikan porsi perlakuan yang sama kepada organisasi profesi guru yang sudah ada di daerah ini.
Sedangkan kepada PGRI yang merupakan saudara tua IGI, Ida berharap dan mengajak agar dapat bersinergi, menjadi bagian dalam ikut membangun dunia pendidikan di Bumi Nggahi rawi Pahu.
Menurut dia, IGI dan PGRI ibarat dua badan satu napas. IGI-PGRI memiliki tujuan yang sama walaupun beda payung. “Kita bukan (tidak) saingan, rivalitas atau musuh. Mari kita hilangkan cara-cara lama,” katanya menggugah.
–
Duduk Bersama, Bahas Kegiatan HGN
Secara terpisah, Ketua PGRI Dompu Muhammad Asyrul Riady mengatakan, keinginan besarnya adalah semua insan guru merayakan hari besarnya.
“Alhamdulillah dalam lampiran undangan ada perbaikan, bahwa semua organisasi profesi guru terlibat,” kata Dae Ady (panggilan ketua PGRI) menanggapi diskusi tipis-tipis di GWA Lakeynews.com, Kamis pagi tadi.
Saat itu, Dae Ady mengaku sedang berkoordinasi dengan ketua IGI Dompu untuk membahas persiapan teknis kegiatan terkait HGN. “Kami ingin organisasi profesi guru yang ada duduk bersama,” ujarnya.
Dia menyakini PGRI dan IGI, semuanya satu tujuan dalam menggerakkan organisasi profesi. Yaitu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan.
“Mohon dukungannya, untuk kami semua bersyukur dalam Hari Guru Nasional ini,” pintanya.
Masih di GWA Lakeynews.com, mantan Ketua Daerah IGI Dompu Bambang Hermanto mengingatkan, bahwa menjaga kebersamaan dan bersama itu indah.
Bambang meminta agar cara-cara lama yang bertendensi pikiran dan tujuan memecah belah ditinggalkan. “Ingat kita (IGI dan PGRI, red) satu roh dalam memajukan pendidikan dan kualitas pendidikam,” imbuhnya. (*)
