
DOMPU, Lakeynews.com – Eksekusi berupa penggusuran belasan rumah di So Rida Lingkungan Larema, Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB oleh Panitera PN Dompu pada Kamis (30/9) lalu, menyisahkan duka mendalam bagi para penyintas penggusuran itu.
Pemkab Dompu melalui Dinas Sosial (Dinsos), Jumat (1/10) sore langsung mendirikan dua tenda darurat bagi para penyintas tersebut.
Salah satunya, tenda umum yang bisa ditempati oleh puluhan orang. Satu lagi, tenda pribadi ditempati satu keluarga.
Baca juga: Eksekusi Belasan Rumah di Dompu Diwarnai Ketegangan, Pingsan dan Tangisan Puluhan Warga
Kepala Dinsos melalui Kabid Linjamsos, Abdul Suhud, S.ST, MM, menjelaskan beberapa hal terkait pemasangan dua unit tenda darurat untuk para korban penggusuran.
“Dua tenda tersebut langsung ditempati oleh puluhan pengungsi korban penggusuran pada Jumat sore tadi,” ungkap Abdul Suhud.
Apakah akan ada penambahan tenda lagi?
Untuk hal itu, menurutnya, belum bisa dipastikan. Sebab Dinsos harus mengecek lagi ke gudang. “Apakah ada stok atau tidak,” ujarnya.
Terkait bantuan logistik, sambung Suhud, itu tergantung permintaan, usulan, surat dari pihak keluarga atau yang mewakili ke Dinas Sosial.
Jika stok logistik di gudang tidak ada, akan diberikan bantuan seadanya untuk membantu para korban bencana sosial ini.
“Saat ini kami hanya bisa memberikan bantuan tenda darurat dulu. Walaupun dua unit, semoga bermanfaat bagi saudara kita korban penggusuran ini,” jelas Kabid baru tersebut.
Diketahui, 14 rumah di atas objek sengketa lahan seluas 52 are tersebut digusur. Sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) telantar akibat kehilangan tempat tinggal.
Rasa empati datang dari berbagai elemen. Bahkan, pada sejumlah akun Facebook (FB) muncul ajakan kepada warga Dompu untuk melakukan penggalangan dana. Ajakan itupun direspon positif oleh banyak pihak. (fm)
