

Buntut Dompu Darurat Oksigen dan Penumpukan Pasien Isolasi
DOMPU, Lakeynews.com – Ketua Komisi I DPRD Dompu Ir. Muttakun membuktikan dan memenuhi janji yang dilontarkan pada Selasa (27/7) malam. Dia akhirnya turun ke RSUD Dompu, Rabu (28/7) pagi menjelang siang tadi.
Menyusul Kabupaten Dompu dalam kondisi darurat oksigen dan terjadi penumpukan pasien isolasi, politisi NasDem itu mendatangi khusus dua tempat (lokasi).
Pertama, Muttakun melihat ruang tempat produksi oksigen di bagian belakang Zal Bedah. Kedua, memasuki dan meninjau ruang isolasi untuk melihat kondisi pasien dengan gejala Covid-19.
Baca juga: Dompu Darurat Oksigen? Pasien Isolasi juga Ditumpuk
Ketika meninjau ruang tempat produksi oksigen, Muttakun sempat mewawancarai pihak PT Irman Jaya Martabe, salah satu perusahaan mitra RSUD yang memasok oksigen melalui Kerja Sama Operasional (KSO).
“Dari wawancara saya dengan salah seorang perwakilan PT Irman Jaya Martabe, diketahui bahwa perusahaan ini hanya mampu memproduksi oksigen dengan kapasitas 27 tabung oksigen per hari,” kata Muttakun pada Lakeynews.com, Rabu sore.
Menurutnya, pihak perusahaan ini sebenarnya bisa menaikkan kapasitas produksinya (upgrade). “Bisa diwujudkan, tentu tergantung kesediaan Pemkab Dompu untuk menyambut tawaran dari perusahaan tersebut,” papar Muttakun.

Terkait kunjungannya dengan memasuki ruang isolasi, Muttakun mengaku, hal itu untuk dapat melihat langsung kondisi pasien dengan gejala Covid-19. Pasien-pasien tersebut, sebelumnya diketahui kesulitan mendapatkan oksigen akibat kelangkaan oksigen.
Selain itu, Muttakun masuk ruang isolasi untuk melihat informasi adanya penumpukan pasien hingga tujuh orang dalam sebuah ruangan pengap dan gerah.
Berdasarkan kunjungan tersebut, Muttakun mengetahui dan membenarkan ada beberapa pasien yang tidak mendapatkan pasokan oksigen. Pasien itu harus bersabar menunggu oksigen yang saat ini sedang diusahakan oleh RSUD Dompu.
Usaha yang dilakukan RSUD Dompu ini dengan bantuan RSUP NTB yang telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Sumbawa.
Diakui Muttakun, koordinasi ini juga terbangun berkat peran drh. Khairil Akbar (Kadis Nakeswan Provinsi NTB) yang turut merespon kelangkaan oksigen yang disuarakan Muttakun di medsos melalui Surat Terbuka-nya kepada Gubernur NTB dan Bupati Dompu.

Saat kunjungan ke ruang isolasi juga diketahui bahwa ada banyak pasien dengan gejala Covid-19 yang terpaksa menempati ruang dengan tempat tidur yang berjumlah 4-7 orang, namun tetap dengan memberi jarak.
“Kebijakan ini dilakukan karena meningkatnya pasien dengan gejala Covid yang harus dilayani oleh RSUD. Sedangkan alternatif ruang lain tidak tersedia,” jelas Muttakun yang junjungannya didampingi Humas RSUD Dompu Ida Fitriani.
Menyiasati kondisi ruangn seperti ini, pihak RSUD mengharapkan pada keluarga agar satu pasien ditunggu oleh satu orang. “Hal ini agar orang tidak menumpuk dalam ruang yang terbatas,” papar Muttakun.
Sengsara, Baru Satu Jam Lebih Pakai APD Lengkap
Anggota dewan yang dijuluki Jara Poro (Kuda Pendek) itu mengaku, ketika datang visitasi tadi baru merasakan sengsaranya menggunakan APD lengkap.

“Saya sudah merasakannya tadi. Baru satu jam 19 menit memakai APD lengkap, rasanya begitu menyesakkan,” ungkapnya.
“Bagaimana sengsaranya para dokter, perawat dan Nakes yang setiap saat menggunakan APD lengkap dan berjibaku dengan pasien Covid saya sudah merasakannya?” tanyanya menambahkan.
Dia menegaskan, bisa dibayangkan begitu sengsaranya mereka para dokter dan Nakes (tenaga kesehatan) yang selalu memakai APD sambil bertugas merawat pasien Covid-19. “Sudah begitu, mereka tidak lagi mendapat perhatian insentif,” tandasnya.
Karena itu, Muttakun berjanji akan menyuarakan kepentingan para dokter dan Nakes agar pihak pemerintah tidak lalai memberi perhatian. “Terutama dalam memperhatikan hak-hak para dokter dan Nakes agar mereka tetap semangat dalam bekerja,” ujarnya. (tim)
