Kadisperindag Kabupaten Dompu Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si, saat ditemui Lakeynews.com di ruang kerja, Selasa (20/4). (feri/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu NTB terus meninjau kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar-pasar.

Kepala Disperindag Dra. Hj. Sri Suzana, M.Si, mengatakan, hasil pantauan bersama timnya dalam bukan Ramadan 1442 Hijriah ini, harga Sembako belum naik secara drastis.

“Kenaikannya berkisar antara Rp. 5.000 hingga Rp. 10 ribu. Masih pada wajar dan mampu dijangkau para pembeli sejauh ini,” kata wanita yang akrab disapa Umi Nana itu pada Lakeynews.com di ruang kerja, Selasa (20/4).

Umi Nana kemudian menyebut beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Diantaranya, beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah dan garam. “Kenaikan harganya relatif bisa ditolerir pembeli,” ujarnya.

Selain Sembako, kebutuhan lain juga mengalami kenaikan pada tiap Ramadan. Seperti cabai, bawang, sayur maupun hasil pertanian dan perkebunan lainnya.

Dijelaskannya, jika terjadi kenaikan harga hingga tidak mampu dijangkau pembeli dan terjadi protes di mana-mana oleh masyarakat, sesuai mekanisme keja dan tugasnya, Disperindag kabupaten akan melaporkannya ke Disperindag provinsi.

“Tujuannya, supaya Disperindag provinsi dapat menekan dan memberi sanksi bagi para tengkulak nakal maupun perusahaan yang menimbun bahan pokok secara besar-besaran,” terang Umi Nana.

Untuk mengatasi lonjakan harga, beberapa waktu lalu pihaknya sudah membuat MoU (nota kesepahaman) dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). MoU itu dalam bentuk pendirian toko dengan harga bahan pokok standar di Pasar Bawah Dompu.

“Nantinya, toko itu yang akan menampung segala kebutuhan pokok masyarakat. Kalau masyarakat merasa harga kebutuhan pokok naik, silakan beli di toko yang kami dirikan itu,” imbuh Umi Nana. (fm/zar)