
DOMPU, Lakeynews.com – Menjelang bulan Ramadan 1442 Hijriah, harga berbagai kebutuhan bahan pokok di beberapa pasar tradisional Kabupaten Dompu meroket. Praktis hali ini dikeluhkan warga.
Kondisi tersebut, salah satunya terpantau di Pasar Bawah Dompu. Kebutuhan pokok yang signifikan mengalami kenaikan itu, antara lain, cabai merah. Pada hari-hari normal di pasar itu, harga cabai berkisar Rp. 75 ribu per kilogram (Kg). Namun, saat ini harga komoditas itu mencapai Rp. 150 ribu atau naik Rp. 75 ribu per Kg.
Masih hasil pantauan Lakeynews.com di Pasar Bawah Dompu pada Sabtu (10/4) pagi. Kebutuhan lain yang harganya mengalami kenaikan adalah telur ayam. Biasanya Rp. 24 ribu per Kg, saat ini harganya sekitar Rp. 45 ribu per Kg. Naik Rp. 21 ribu.
Belakangan ini pengunjung pasar dari berbagai penjuru Dompu, bahkan Bima, memadati pasar yang berkedudukan di wilayah Kelurahan Bali itu. Mereka datang untuk membeli berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, ikan, sayur dan lainnya.
Salah seorang pengunjung pasar yang ditemui media ini, Fifi (19), wanita asal Desa Rora, Kabupaten Bima. Dia mengeluhkan melonjaknya harga kebutuhan pokok akhir-akhir ini. Persentase kenaikannya mencapai dua kali lipat dari harga dari hari-hari normalnya.
“Harga sayur sekarang sudah mencapai Rp. 3000 per ikat. Padahal, beberapa minggu lalu saya beli hanya Rp. 1000 per ikat. Belum lagi harga cabe, sekarang Rp. 150 ribu per Kg. Biasanya, hanya Rp. 75 ribu per Kg,” papar Fifi.
Warga Desa Bara, Kecamatan Woja Hadizah (56), juga mengeluhkan hal yang sama setelah berbelanja. Beberapa minggu lalu, dia membeli kacang panjang Rp. 20 ribu per ikat biasa, sekarang sudah mencapai Rp. 25 ribu. Harga daging juga sudah menembus Rp. 140 ribu Kg dari biasanya Rp. 90 ribu sampai Rp. 110 ribu.
“Boleh cari untung, asal jangan terlalu tinggi. Kasihan kami rakyat kecil, pendapatan juga terbatas,” pinta pengunjung lainnya.
Senada akan hal itu, warga Desa Manggenae, Kecamatan Dompu, Fujia, mengeluhkan pendapatan dari jualan di kiosnya menurun akhir-akhir ini.
Harga tahu di Pasar Bawah Dompu menjelang Ramadan Rp. 500 per potong. Sebelumnya hanya Rp. 2000 per lima potong. Hal tersebut tentu berpengaruh pada penjualan dan penghasilannya.
Untuk mensiasatinya, Fujia harus memangkas volume ukuran tahu jualannya, sehingga warga di desa tetap membeli jualannya.
Menurut Fujia, kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa rutin terjadi di tiap tahun. Dia berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok ini. (fm)
