

DOMPU, Lakeynews.com – Sesuai jadwal, SMKN 1 Dompu melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Teknologi Informatika (USTI), menggunakan ponsel pintar berbasis android dan komputer, mulai Senin (22/3). Kegiatan dengan sebutan lain Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) itu akan berlangsung hingga 29 Maret.
Pantauan Lakeynews.com, pelaksanaan ujian ini berlangsung tertib dan lancar. Sebelum memasuki ruangan dan memulai ujian, siswa disosialisasikan protokol Covid-19 oleh Satgas Covid. Mereka dianjurkan untuk mencuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak.
Selanjutnya, para siswa dipecah agar tidak terjadi kerumunan. Peserta ujian yang berjumlah 390 dibagi dua shift. Setiap shift hanya diujikan dua mata pelajaran.
Baca juga: Selesaikan US Praktik, SMKN 1 Dompu USBK Pekan Depan
Ditemui Lakeynews.com di ruang kerjanya, Kepala SMKN 1 Dompu Eko Sutrismi, S.Pd mengatakan, berdasarkan pertimbangan rapat para guru, ujian direncanakan berlangsung delapan hari, 22-29 Maret. ”Media soalnya menggunakan sistem komputer berbasis android,” jelasnya, Senin (22/3).
Menurutnya, selama pelaksanaan ujian tidak ditemui kendala. “Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada gangguan server, jaringan internet juga kendala-kendala teknis lainnya,” ujar wanita yang akrab disapa Eko ini.
Diakuinya, pelaksanaan ujian sekolah bagi kelas XII tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ”Hal ini disebabkan karena adanya wabah Covid-19. Makanya, diperketat protokol kesehatan,” papar Kasek.
Di samping itu, Eko menyampaikan, pihak sekolah juga telah memfasilitasi pelaksanaan ujian sekolah agar dapat dilakukan di sekolah. “Caranya, siswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan selama pelaksanaan ujian. Hal itu dilakukan agar mereka terhindar dari kecurangan dan benar-benar mereka mengerjakannya dengan jujur,” jelasnya.

Terkait kesiapan sekolah, ia menjelaskan, pihaknya mulai dari mempersiapkan jaringan server dan link tim yang memasukkan soal yang sudah disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Sementara untuk persiapan siswa, selama pembelajaran tatap muka mendapatkan penguatan-penguatan materi esensial dari guru-guru. “Kami juga adakan uji coba yang juga berbasis teknologi informatika,” ujarnya.
”Intinya, sekolah sudah menyiapkan tim IT dan seluruh kebutuhan juga perangkat yang dibutuhkan secara maksimal,” sambungnya.
Di sekolah ini ada 12 kompetensi yang diujikan; Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia, Akutansi, Perbankan Syariah, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), Tata Busana, Tata Boga, Usaha Perjalanan Wisata, Desain Komunikasi Visual, Animasi, Tata Kecantikan Kulit dan Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP).
Pada hari pertama USTI/USBK di sekolah itu, dua Pengawas SMK dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Dompu turun memantau. Salah seorang diantaranya, H. Abdullatif, S.Pd, SE, M.Si.
“Alhamdulillah, SOP (standar operasional prosedur), Juklak (petunjuk pelaksanaan) dan Juknis (petunjuk teknis) semuanya sudah diikuti. Saya melihat sekolah ini tidak diragukan lagi kedisiplinannya,” paparnya. (fm)
