
DOMPU, Lakeynews.com – Bertambah lagi masalah Proyek Jalan Ekonomi (buka baru) sekitar dua kilometer di Dusun Ria Selatan, Desa Riwo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, NTB.
Proyek proyek senilai lebih kurang Rp. 200 juta yang bersumber dari APBD Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) itu, dinilai masuk seperti hantu dan siluman.
Pasalnya, tiba-tiba saja dikerjakan oleh Kelompok Tani (Poktan) Ria Selatan tanpa sepengetahuan pemerintah desa setempat.
Kepala Desa Riwo Arifin H. Abakar mengaku tidak mengetahui keberadaan proyek ini. Dia mendengar informasi setelah diceritakan ketua BPD Riwo dan beberapa warga yang melihat adanya pekerjaan proyek itu oleh Poktan Ria Selatan.
“Kami tidak diinformasikan, baik secara tertulis maupun lisan oleh pihak dinas dan kelompok setempat,” ujar Arifin pada media ini saat dikonfirmasi Minggu (11/10) pagi menjelang siang.
BACA JUGA: Proyek Jalan Ekonomi Riwo Dinilai Asal-asalan, Ketua BPD Ancam Laporkan secara Hukum
Selain dinilai masuk seperti siluman, juga tidak ada papan informasinya. “Sejak sebelum hingga sesudah proyek itu dikerjakan, tidak terlihat papan informasi yang dipasang di sekitar lokasi,” ungkap Arifin.
Dia berharap pihak DPRD, Bupati bersama instansi terkait, seperti Inspektorat segera turun ke lapangan. “Kami minta para pihak terkait dapat melihat langsung dan memeriksa pekerjaan proyek tersebut,” desak Arifin.
Kades Riwo berharap, Pemda melalui dinas dan instansi terkait dan pihak-pihak lainnya agar dalam hal proyek atau bantuan apapun bentuknya yang hendak disalurkan ke desa, menghargai juga pemerintah desa.
“Kami sangat berharap dinas terkait bisa saling menghargai dan kerja sama. Terutama dalam hal informasi tentang adanya program atau bantuan ke desa,” pintanya.
Arifin menduga, ada bantuan proyek pemberdayaan dan lainnya namun tidak diketahui pihak Pemdes setempat. “Proyek jalan ekonomi di Dusun Ria Selatan itu adalah salah satunya,” ujarnya.
Karena itu, kedepan, kalau ada proyek atau bantuan, agar diberikan informasi kepada Pemdes, baik tertulis maupun lisan. Tujuannya, agar mereka di tingkat bawah (desa) bisa mengetahui dan memantau penyalurannya. (tim)
