Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (saudi/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Mete sempat menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten Dompu. Namun, beberapa tahun terakhir keberadaannya mulai memprihatinkan. Bahkan, produksi mete terus mengalami penurunan.

Kondisi ini disebabkan beberapa faktor, selain kondisi mete yang sudah tidak produktif. Petani juga mulai melakukan pembabatan. Lalu beralih ke tanaman jagung maupun tebu.

Pemerintah mulai memainkan peran untuk mempertahankan keberadaan komoditi tersebut. Salah satu langkah dengan melakukan revitalisasi. Direncanakan sebanyak 300 hektar tanaman mete akan dilakukan peremajaan.

Umumnya, keberadaan mete di wilayah Kecamatan Pekat sebagai salah satu pusat perkebunan komoditi itu, rata-rata telah berusia tak produktif. Usia mete sudah mencapai 25 tahun.

Sementara, idealnya usia produktif pohonnya maksimal 10 tahun. “Kita akan melakukan revitalisasi. Dan secara ekonomi ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin pada Lakeynews.com.

Kedepan bupati berharap, selain memperoleh uang dari mete, masyarakat juga dapat menikmati uang jagung. Sebab, pohon mete bisa ditumpang sari dengan jagung. “Kita akan terus memberikan pemahaman kepada petani untuk tetap mempertahankan tanaman mete,” katanya.

Selain itu, untuk mendukung keberadaan mete, H Bambang berencana untuk membangun industri terpadu. “Keberadaan industri ini diharapkan akan meningkatkan nilai tambah mete. Dan ini sebagai bentuk perhatian serius kita terhadap keberadaan komoditi ini,” ujar HBY. (di)