Hasil pemeriksaan swab, warga Kandai Satu, Dompu, UI, yang meninggal Kamis (16/4) lalu, positif Covid-19. (ist/lakeynews.com)

Almarhum UI Positif Corona, Lurah Kandai Satu Langsung Keliling Ingatkan Warga

Laporan:
Sarwon Al Khan, Dompu

WARGA Kabupaten Dompu, NTB, “aina tele” (jangan ngotot, bersikeras, ngeyel, bandel).

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sudah berhasil menjebol pertahanan warga dan daerah bermotto Nggahi Rawi Pahu.

Kepastian ini setelah hasil pemeriksaan swab almarhum Tn. UI (HU dalam berita Lakeynews.com sebelumnya, red) diketahui positif Covid-19.

Pasien nomor 61, usia 83 tahun itu merupakan warga Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu.

Almarhum meninggal dunia di RSUD Dompu pada Kamis (16/4) lalu. Kemudian sore itu juga dimakamkan di pemakaman umum kelurahan setempat sesuai SOP Covid-19.

Menurut Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, pasien inisial UI pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar, 14 hari sebelum sakit.

Namun demikian, Sekda menegaskan, almarhum tidak pernah kontak dengan pasien corona. “Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah,” jelasnya dalam press release, Sabtu (18/4) malam.

BACA JUGA : http://lakeynews.com/2020/04/16/pemakaman-pdp-covid-19-dompu-dilakukan-sesuai-protap/

Almarhum UI menjadi salah satu dari enam kasus baru (pasien) yang hari ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si. (ist/lakeynews.com)

Berikut selengkapnya enam kasus baru positif Covid-19 tersebut (termasuk almarhum UI):

• Pasien nomor 56, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 57, an. Ny. DH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 59, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 60, an. Tn. IH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
• Pasien nomor 61, an. Tn. UI, laki-laki, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Kandai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Tanggal 16 April 2020 pasien meninggal dunia di RSUD Dompu.

Dengan bertambahnya enam kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan satu kematian, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai 18 April 2020 sebanyak 61 orang. “11 orang sudah sembuh, tiga orang meninggal dunia, serta 47 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” jelas Sekda.

Mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, papar Sekda, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Lurah Langsung Temui Warga

Sementara itu, Lurah Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu Dedy Arsyik, S.Sos, lagi-lagi bertindak gesit.

Begitu mengetahui dan mendapat kepastian, bahwa warganya yang meninggal Kamis lalu positif Covid-19, dia langsung keliling wilayah kelurahannya.

Dengan gaya dan cara sederhananya, Lurah Dedy menyampaikan menyampaikan kondisi riil status almarhum UI pada segenap warganya.

Lurah Kandai Satu, Dompu, Dedy Arsyik, S.Sos, saat ikut pemakaman warganya, almarhum UI. (ist/lakeynews.com)

“Mau tidak mau, saya harus menyampaikan langsung kepada warga tentang kondisi yang sebenarnya,” kata Dedy pada Lakeynews.com di sela-sela menemui warganya, malam ini.

Jika tidak disampaikan langsung dan secara terbuka, Dedy khawatir, akan beredar informasi liar, meresahkan dan memprovokasi. “Kita tidak ingin terjadi jal seperti itu,” ujar Dedy.

Terkait positifnya status almarhum, maka pada kesempatan itu Dedy juga kembali mengingatkan dan menggugah kesadaran warga agar tetap mengikuti anjuran, arahan dan ketentuan pemerintah dalam menangkal penyebaran Covid-19 ini.

Antara lain, tetap berada di rumah. Tidak keluar jika tidak ada yang sangat penting dan mendesak.

Selain itu, sedapat mungkin jaga jarak antara satu dan lainnya, selalu rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, jaga pola hidup sehat dan bersih.

“Semoga tidak ada lagi warga Dompu, khususnya di kelurahan kami yang positif Covid-19,” harap pria dengan postur agak subur ini. (*)