Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf Seninot Sri Bakti, bersama anggota, pemuda dan wartawan, istirahat sejenak di hutan kawasan So Wila. (tim/lakeynews.com)
Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf Seninot Sri Bakti, ketika diwawancarai Lakeynews.com di So Wila. (tim/lakeynews.com)
Ketua PK KNPI Donggo Syaiful Islam dan teman-temannya di titik penyembunyian kayu sonokeling tak bertuan. (tim/lakeynews.com)

 

Pemuda Minta Pemerintah Buka Mata, TNI Siap “Sikat” Perusak Hutan

 

Catatan: Sarwon Al Khan, Bima

 

SEJUMLAH barang bukti yang ditemukan di salah satu titik penebangan kayu sonokeling diamankan.

Ada satu buah Senso kayu (gergaji mesin). Berikut peralatannya, seperti palu, tang, rantai Senso, benang dan satu buah meteran.

Atas perintah Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf Seninot Sri Bakti, semua BB dari hutan kawasan So Wila, Desa Bumi Pajo tersebut diangkut ke Makoramil.

Juga, bersamaan dengan pengangkutan 26 balok kayu sonokeling tak bertuan yang ditemukan di dekat pemukiman penduduk Padende, Desa Bumi Pajo.

BACA JUGA :Membongkar Illegal Logging di Donggo ”Barat” (3)

Dalam perjalanan pulang Tim Koramil dan Tim Pemuda (KNPI dan Karang Taruna) bersama wartawan bertemu dengan rombongan KPH.

Sejumlah anggota KPH yang baru datang itu pun kembali bersama Tim TNI, pemuda dan media.

Sebelum meninggalkan hutan So Wila, Ketua PK KNPI Donggo Syaiful Islam menegaskan, pihaknya tetap mengawal proses penanganan kasus illegal logging di So Wila.

Kayu-kayu yang diamankan bersama BB lainnya maupun hampir 100 balok kayu sonokeling yang masih di tengah hutan, termasuk yang akan dikawal.

“Kami minta kepada pihak-pihak terkait tidak main-main dalam menangani persoalan ini,” tegas pria kritis yang akrab disapa Ipul itu.

“Bukti sudah ada. Tinggal bagaimana sikap aparat terkait dan pemerintah mengungkap fakta siapa yang terlibat dalam kasus ini,” sambungnya.

Dia berharap, dengan tindakan tegas, kasus serupa (pembalakan hutan secara liar) tidak terulang lagi. Kejadian ini berakhir disini. “Berikan efek jera terhadap para pelaku yang telah menjarah hutan lindung secara massif dan terstruktural,” tandasnya.

Dia menilai, masalah tersebut murni kelalaian pengawasan oleh pihak KPH setempat. Karena itu, Ipul mendesak kepada Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah agar bertindak sebelum hutan-hutan yang menjadi sasaran illegal logging.

Pemerintah daerah diminta agar tidak menutup mata terhadap persoalan pembalakan liar kayu-kayu di hutan kawasan ini. “Selamatkan hutan kami, karena ini satu-satunya hutan yang masih asri di wilayah Kecamatan Donggo,” pintanya.

 

Jika Dibiarkan, Hutan Tambah Rusak

Danramil 1608-05/Donggo Kapten Inf Seninot Sri Bakti yang juga ditemui Lakeynews.com di tengah hutan itu, mengungkapkan beberapa hal. Termasuk kedatangannya bersama sejumlah Babinsa dan anggota di lokasi itu.

Kedatangan Danramil di So Wila untuk mengkroscek informasi yang diperolehnya dari perwakilan pemuda Donggo dan Soromandi tentang adanya dugaan penebangan liar kayu-kayu sonokeling di hutan tutupan tersebut.

“Nyatanya benar. Kenyataannya banyak kayu sonokeling yang sudah ditebang oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Bahkan, kita temukan totalnya lebih dari 100 balok, baik di dalam maupun luar hutan kawasan,” ungkap Sri Bakti.

Dia mengaku sangat prihatin melihat kondisi kayu sonokeling yang berusia puluhan tahun, ditebang liar begitu saja. “Kalau ini terus dibiarkan, justru tambah rusak hutan kita,” tegasnya.

Bukan itu saja, sumber mata air juga akan kering. “Yang pada akhirnya nanti hanya air mata,” tutur Sri Bakti menambahkan.

Dalam persoalan perusakan hutan ini, TNI akan bertindak serius. Korps baju doreng ini siap “menyikat” oknum-oknum perusak hutan tersebut. “Kami (TNI, red) bersama pihak-pihak terkait lainnya tetap akan menindaklanjuti masalah penemuan kayu hasil illegal logging ini,” janji Danramil.

Sri Bakti mengucapkan terima kasih kepada generasi muda yang ikut peduli dengan kelestarian hutan kawasan. Juga, karena telah memberikan informasi kepada pihaknya terkait adanya praktik illegal logging tersebut.

“Terima kasih adik-adik pemuda. Mari kita jaga hutan ini. Siapa lagi yang menjaga hutan kita kalau bukan kita sendiri,” imbuh perwira TNI dengan tiga balok kuning di bahu itu.

 

Dandim Bima: Kedepan tidak Kecolongan Lagi

Sementara Dandim 1608/Bima Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, memberikan apresiasi kepada jajarannya, Koramil Donggo, yang langsung merespon informasi dari warga.

“Sekecil apapun informasi harus segera ditindaklanjuti, sehingga masyarakat yang memberikan informasi tidak kecewa,” ujarnya pada wartawan, beberapa hari lalu.

Penyelamatan hutan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, menurutnya, sangat penting. Betapa tidak, di saat orang-orang prihatin dengan kondisi hutan yang begitu parah, justru masih ada oknum yang terus mencoba merusak hutan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.

Dia pun mengharapkan, ke depan tidak kecolongan lagi. Perusakan hutan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dapat dicegah lebih awal.

“Kita berusaha mengantisipasi sebelum mereka (pelaku illegal logging, red) melakukan penebangan. Mari kita jaga hutan dan lingkungan agar hutan dan lingkungan juga menjaga kita,” ajak Dandim. (*)