DOMPU, Lakeynews.com – Puluhan simpatisan beberapa oknum Caleg kabupaten yang kalah pada Pileg 17 April 2019 lalu, berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Dompu, Rabu (15/5/2019) malam ini.

Massa “menyeruduk” kantor Bawaslu sekitar pukul 21.00 Wita. Pengunjuk rasa yang dikomandoi Jen (Koordinator Lapangan Aksi) itu mengusung isu tentang dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019 di Dompu.

Di awal aksi malam-malam itu, suasana lumayan hangat. Massa bahkan sempat menarik kawat berduri yang dipasang depan kantor Bawaslu.

Saat berorasi, Jen menegaskan, kehadiran mereka itu menuntut ketua Bawaslu Dompu yang kinerjanya dinilai tidak baik. “Kami minta ketua Bawaslu hadir dan memberikan klarifikasi terkait dugaan kecurangan Pemilu,” desak Jen.

Jen mengaku, sebelumnya sudah datang dan bertemu dengan pihak Bawaslu. Hanya saja, penyampaian pihak Bawaslu tidak sesuai dengan keinginan dan harapan massa.

“Bawaslu mengatakan bahwa Pemilu ini tidak ditemukan pelanggaran. Saya berani bersumpah bahwa Pemilu kali ini ada pelanggarannya,” tegas Jen.

Sesaat setelah Jen berorasi, berlangsung negosiasi antara massa dengan pihak kepolisian melalui Kanit KAM Sat Intelkam Polres Dompu IPDA Abdul Haris dan Kanit Buser Aiptu Jainal.

“Kami hadir disini hanya untuk meminta ketua Bawaslu menemui kami dan mengklarifikasikan dugaan kecurangan Pemilu,” kata Jen kepada pihak kepolisian.

Menurut Jen, pagi tadi, pihaknya telah melakukan koordinasi dan ketua Bawaslu akan siap menemui massa pada pukul 15.00 Wita. “Tetapi sampai saat ini, letua Bawaslu tidak kunjung hadir,” ungkapnya.

Sementara Kanit KAM IPDA Abdul Haris kepada massa mengingatkan, apabila ingin melakukan unjuk rasa agar meminta surat ijin atau STTP kepada pihak kepolisian.

Apabila ingin bertemu ketua Bawaslu, massa diminta menyampaikan dengan baik kepada pihak berwajib. Tujuannya, agar kepolisian melakukan pemanggilan. “Jadi, bukan dengan cara merusak fasilitas kantor Bawaslu,” tegas Haris.

“Kami hadir untuk mengamankan saudara-saudara sekalian sebagai tugas dan tanggung jawab kami pihak kepolisian,” sambung Haris.

Setelah pihak kepolisian memberikan pemahaman, aksi massa berakhir dan mereka membubarkan diri sekitar pukul 22.10 Wita. (tim)