LOMBOK TENGAH, Lakeynews.com – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Wahyu Satriadi, menegaskan pihaknya menolak gerakan people power di negeri ini.

Indonesia, menurutnya, bukanlah negara dongeng dan antah-berantah seperti di film-film. Ia hadir dalam ruang dan waktu. “Ia terbentuk atas dasar pemufakatan untuk membebaskan negeri ini dari tirani dan belenggu penjajahan,” tegas Wahyu pada Lakeynews.com, usai berbuka puasa di Praya, Loteng, Rabu (15/5/2019).

Dikatakan juga, Indonesia berjalan atas dasar hukum dan Undang-undang. Ekspresi itu dibuka seluas-luasnya. Berkelompok itu diatur undang-undang. Ia jelas dan rigid. “Maka, tidak ada alasan untuk semau kata dan berkehendak seingin-inginnya,” tandasnya.

Menurut dia, tidak ada kebebasan tanpa aturan. Jika ada fitnah dan gerakan melawan hukum, maka negara akan hadir. Tidak ada ruang untuk tukang fitnah.

“Aksi-aksi makar akan digulung karena bertentangan dengan tujuan dan sejarah panjang perjuangan bangsa,” ujarnya.

Bukan itu saja. Dia juga mengungkapkan, tidak ada alasan sekecil apapun untuk melindungi fitnah dan makar. “Sungguh tepat sikap aparat yang segera menindak para pelaku keonaran yang membahayakan integritas dan masa depan persatuan bangsa,” ulas Wahyu.

Menurutnya, Pemilu telah usai. Puas tidak puas akan hasilnya adalah biasa. Tetapi ketidak-puasan bukan alasan mendasar untuk mendelegitimasinya. “Apapagi untuk melakukan tindakan demi tindakan onar dan melawan hukum,” tehasnya lagi. (gus)