
DOMPU, Lakeynews.com – Selain bisnis, PT. East West Seed Indonesia (Ewindo) juga mendorong para petani untuk meningkatkan penghasilan melalui penanaman benih sayuran hibrida.
Rabu (8/8/2018) pagi, Area Sales Marketing Manager Jawa Timur Nusa Tenggara PT. Ewindo, Putranta Karo-karo alias Putra, mengunjungi lokasi pertanian salah satu petani Desa Mangge Asi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, Nasrullah, S.Pd.
Petani yang akrab akrab disapa Anas itu diketahui sudah berhasil menanam benih sayuran tropis hibrida Cap Panah Merah Mini Expo dari PT. Ewindo.
Kedatangan Putra di wilayah So Rahalayu, Desa Mangge Asi itu, didampingi beberapa anggota tim dari PT. Ewindo dan para petani dari Kabupaten Bima yang terbilang sukses dalam membudidaya sayur-sayuran dan buah-buahan dari Mini Expo.
Pada kesempatan itu, Putra mendorong petani untuk meningkatkan penghasilan dengan penanaman sayuran sekaligus memperkenalkan jenis benih unggulan yang mencakup dalam Mini Expo. Antara lain, Tomat Betavila F1, Caberawit Dewata F1, Kubis Sehati F1, Bawang Merah dari Biji Sanren F1, Kacang Panjang Parade Tavi, Timun Zatavy F1, Labu Suprema F1, Sayuran Daun seperti Kangkung Bangkok LP 1, Sawi Nauli F1 dan Sawi Shinta F1.
“Sebenarnya bertanam sayuran tidak susah, asal ada kemauan juga seni. Nggak capek, mungkin lebih capek naik gunung. Cuma butuh ketelatenan dan kesabaran kita dalam pemeliharaannya,” kata Putra dalam sambutannya pada seremonial kunjungan.
PT. Ewindo adalah perusahaan benih sayuran terpadu pertama di Indonesia yang menghasilkan benih unggul sayuran melalui kegiatan pemuliaan tanaman dengan cara membimbing para petani.
“Kami menyediakan demplot untuk percontohan. Jadi petugas Panah Merah siap untuk membantu, selain menjual benih, kami akan mendampingi petani untuk membimbingnya,” jelas Putra.
Menurutnya, para petani yang sangat sulit untuk menjual hasil panennya, akan diberikan solusi dengan cara prinsip. “Susah untuk menjualnya itu tantangan klasik di seluruh daerah. Untuk perkembangan pertama itu pasti pasar. Tetapi kita harus punya prinsip di mana ada gula di situ ada semut,” tandasnya.
Tim Panah Merah, lanjut putra, mengenalkan tanam-tanaman yang memang sudah punya kualitas mutu, dan menjamin keberhasilan para petani. “Dengan komoditi hortikultura tidak perlu lahan yang luas tapi hasilnya bisa memuaskan,” ujarnya.
Sebelumnya, Anas yang merupakan petani binaan PT. Ewando mengaku sangat bangga karena apa yang dilakukannya (tanamannya) sudah dilihat banyak orang. Sehingga orang termotivasi untuk bertanam sayur-sayuran. “Saya pribadi tanpa melihat uang pun sudah merasa bangga dan senang,” kata Anas dalam sambutannya.
Menurutnya, usaha sayur itu tidak perlu lahan yang besar dan luas. “Apalagi petani pemula seperti saya, 20 are sudah cukup. Yang penting kita mau bersungguh-sungguh,” katanya memotivasi.
Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Dompu Simbolon, di lokasi yang sama sangat mendukung program yang diluncurkan PT. Ewindo untuk neningkatkan penghasilan para petani khususnya di wilayah Dompu.
“Kami secara pribadi selaku penyalur benih panah merah, menyambut baik gagasan seperti ini, karena banyak hal di Panah Merah ini tentang benih yang belum kita ketahui secara teknis. Panah Merah juga cukup banyak jenis benih,” tuturnya.

Menurut Simbolon, beberapa tahun lalu, dia pernah diundang PT. Ewindo dan melihat langsung cara pengolahan benih di pabrik perusahan tersebut.
“Saya meyakinkan para petani, di Panah Merah ini tidak diragukan lagi tentang kualitas benihnya. Saya melihat sendiri, mana yang tidak memenuhi standar itu dihanguskan, tidak boleh disalurkan atau dijual ke masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, PPL desa setempat dari BPP Kecamatan Dompu, Hilda, berterima kasih dan berharap semoga program itu dapat bermanfaat bagi petani. “Demplot seperti ini merupakan pertama kali di Dompu, khususnya di Desa Mangge Asi. Semoga bisa bermanfaat untuk warga sekitar,” harapnya. (pis)

Boleh kita beli bibit sayurnya. Kacang panjang. Cabe rawitnya