Tempat penjualan pakaian dalam wanita di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, paling ramai dikunjungi ibu-ibu. (foto zar/lakeynews.com)

 

Aktivitas di Pasar Raya Amahami Kembali Normal

 

KOTA BIMA, Lakeynews.com – Kegiatan masyarakat Kota dan Kabupaten Bima yang dua kali diterpa banjir pandang di penghujung tahun 2016, kini rata-rata lancar lagi. Demikian pula aktivitas dan roda ekonomi di Pasar Raya Amahami, Kota Bima, juga kembali normal.

“Alhamdulillah, aktivitas penjualan kami disini (Pasar Raya Amahami, red) sudah normal kembali,” kata salah seorang pedagang Sembako, Siti Nurtati, warga Kelurahan Tanjung.

Para pedang setempat mengakui, kendati proses jual-beli di pasar itu sudah jalan, tetapi belum senormal dulu sebelum banjir. Hal ini karena di beberapa titik, termasuk areal parkir, masih becek, lumpur dan bersampah.

Saat banjir bandang melanda Kota Bima pada 21 dan 23 Desember lalu, pasar raya ini ikut terdampak. Barang-barang para pedagang yang disimpan dalam boks, hanyut bersama peti yang terbuat dari kayu tersebut.

Barang yang terselamatkan adalah yang tersimpan pada tempat pengamanan milik masing-masing pedagang. Itupun tidak luput dari kemasukan air dan lumpur. “Hanya tersimpan di dalam bak semen ini yang tidak terbawa banjir,” kata salah seorang pedagang.

Pasar Raya Amahami, Kota Bima, kini normal kembali. Tampak dipandang dari arah depan. (foto zar/lakeynews.com)

Berbagai jenis barang dan bahan kebutuhan (terutama kebutuhan dasar) masyarakat dijajakan para pedagang. Sayur mayur, ikan laut, daging, buah-buahan, bumbu dan kebutuhan dapur lainnya.

Pakaian beragam jenis juga diperjualbelikan, baik pakaian dewasa maupun untuk anak-anak. Pantauan Lakeynews.com, yang paling ramai dikunjungi adalah tempat penjualan pakaian wanita dan anak-anak.

Namun, khusus ibu-ibu yang paling digemari dan dicari adalah pakaian dalam. Sejumlah tempat penjualan (maaf) CD dan BH diserbu kaum Hawa. “Sejak beberapa hari terakhir, CD dan BH yang paling banyak dicari,” kata seorang pedang.

Sejumlah pembeli yang ditemui mengaku, untuk kebutuhan makan dan minumnya sehari-hari sudah cukup. “Hanya pakaian yang kurang, terutama pakaian dalam,” kata salah beberapa pembeli yang kebanyakan mengaku dari beberapa kelurahan di Kecamatan Rasana’e Barat dan Asakota. (zar)