Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Irwan (tengah) bersama Penulis (paling kanan) mengisi Ruang Belajar SDM melalui Podcast Bintang Demokrasi Bersama Media yang dipandu Anggun Widyaningrum sebagai host. (foto bawaslu dompu/lakeynews)

 

CATATAN: Sarwon Al Khan, Dompu

 

PAGI-PAGI kami (baca: saya/penulis) menerima pesan WhatsApp dari Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Irwan.

Assalamu’alaikum. Sehat. Sudah lama nggak ngopi di kantor. Saya tunggu pagi ini. Hehehe,” ajak pria yang biasa kami sapa Pak Ketua dalam pesannya pada Rabu (10/6/2026) pagi itu.

Wa’alaikumussalam Pak Ketua. Insya Allah. Habis jemput si Kecil (sekolah), kami ke kantornya. Biar nggak tanggung,” jawab kami.

“Siap, jangan lupa!” Pak Ketua balik mengingatkan.

“Siap Pak Ketua,” sergah kami, sekaligus mengakhiri komunikasi singkat itu.

Benar saja. Saat kami tiba, Pak Ketua yang juga membawahi Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) Organisasi, Data dan Informasi, sudah menunggu di ruang kerjanya.

Sejak awal hingga akhir kunjungan, kami tidak melihat dua anggota Bawaslu lainnya, Wahyudin dan Syafruddin. Informasi dari rekan-rekan (staf) Bawaslu, kedua komisioner itu sedang ada tugas di luar.

Awalnya, kami berbicara lepas tentang banyak hal. Baik isu-isu yang sedang hangat berhembus, yang sudah lewat, hingga yang kemungkinan mewarnai sendi-sendi kehidupan di daerah dan masyarakat Dompu. Yang tidak kami sentuh urusan dapur dan ranjang (He… he… he…, guyon).

Biasanya, kami selalu tanyakan gerangan yang mengiringi “acara ngopi” insidental tersebut. Namun, kali ini, tidak. Keyakinan kami, Pak Ketua pasti akan mengutarakannya nanti. Itu berdasarkan pengalaman dari beberapa pertemuan sebelumnya.

Keyakinan itu ternyata benar terjadi. Tapi di luar perkiraan. Pak Ketua tiba-tiba “menodong” kami untuk berbicara dan mengisi podcast Bawaslu. Namanya, Podcast Bintang Demokrasi. “Bintang” merupakan singkatan dari “Bincang Tentang”.

Podcast ini dijadikan ruang ruang belajar para SDM Bawaslu Bumi Nggahi Rawi Pahu. Bagian dari upaya peningkatkan kapasitas aparatur dan diseminasi informasi publik. Dilaksanakan rutin setiap minggu dengan durasi satu hingga dua jam per sesi (selengkapnya diuraikan di bagian bawah tulisan ini, red).

Kali ini, topik perbincangan yang disiapkan Tim Produser, “Podcast Bintang Demokrasi Bersama Media.”

“Kami mohon kesediaannya menjadi narasumber untuk mengisi agenda podcast pada kesempatan ini,” pintanya.

“Ya, kita bincang-bincang lepas. Kita santai saja,” sambung Pak Ketua menetralisir kami yang agak kaget mendengar ajakan itu.

Sempat kaget memang. Namun, karena yang hendak dibicarakan terkait peran media dan sehari-hari dilakukan, maka tanpa pikir panjang, kami langsung mengaminkan permintaan itu. Perbincangan di podcast itupun berlangsung kurang dari satu jam.

Lagi pula, kesempatan ini merupakan kehormatan bagi kami –(maaf sedikit promosi diri) sebagai Owner Lakeynews dan ketua DPD Media Independen Online (MIO) Indonesia Kabupaten Dompu– dipercaya membersamai Pak Ketua untuk mengisi ruang obrolan tersebut.

Suasana Ruang Belajar SDM Bawaslu Kabupaten Dompu melalui Podcast Bintang Demokrasi Bersama Media, Rabu (10/6/2026) pagi menjelang siang. (foto bawaslu dompu/lakeynews)

Produser podcast (program) ini, langsung Ketua Bawaslu Irwan. Sedangkan Program Director Junaidi (Kepala Sekretariat Bawaslu Dompu). Floor Director Agus Awaluddin (Kasubbag Administrasi Bawaslu Dompu). Host-nya Anggun Widyaningrum, dan Co-Host Sri Patmawati.

Script Writer Jubair dan Sri Patmawati. Tim Produksi, Fajrin, Uswatun Hasanah, dan Ida Setianingsih. Lighting Crew adalah Raodatul Jannah, dan Ardiansyah. Editor Audio dan Video, Sri Patmawati. Serta, Publikasi dan Humas M. Firas Labib Zulputra.

Berbagai hal terkait kepemiluan kami obrolkan. Peran dan kerja-kerja Bawaslu, peran media pers. Kolaborasi peran Bawaslu dan media untuk meningkatkan literasi demokrasi dan partisipasi pemilih, terutama generasi muda.

Yang signifikan ditanyakan Si Host adalah upaya media membantu Bawaslu, pemerintah, dan masyarakat dalam menangkal informasi hoaks, disinformasi, hingga polarisasi politik yang sering muncul.

Dan, pertanyaan yang lebih kritis lagi, bagaimana media senantiasa menjaga independensi dan objektivitas pemberitaan politik agar tetap dipercaya publik. Baik selama proses Pemilu maupun di luar tahapan Pemilu, seperti saat ini.

 

“Ruang Belajar SDM, Meningkatkan Kapasitas Aparatur dan Diseminasi Informasi Publik”

Dalam perbincangan dengan penulis, sebelum dan sesudah mengisi podcast, juga diselipkan di sela-sela menjawab pertanyaan host, Pak Ketua menjelaskan, Podcast Bintang Demokrasi adalah satu upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalitas SDM di Bawaslu Dompu.

“Kami menginisiasi program Ruang Belajar SDM sebagai wadah pembelajaran internal yang berkelanjutan dan partisipatif bagi seluruh jajaran,” jelasnya.

Hadirnya Ruang Belajar SDM dilatarbelakangi kebutuhan penguatan kompetensi aparatur di tengah dinamika tugas pengawasan Pemilu yang semakin kompleks.

Selain itu, keterbatasan akses terhadap pelatihan formal mendorong pentingnya inovasi pembelajaran internal yang efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan organisasi.

“Program ini dirancang dengan mengedepankan model pembelajaran kolaboratif (collaborative learning) dan berbagi pengetahuan (knowledge sharing),” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya berperan sebagai penerima materi, namun juga aktif menjadi narasumber sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Metodenya melalui diskusi interaktif, pemaparan materi, studi kasus, dan praktik sederhana yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas pengawasan.

Materinya mencakup penguatan regulasi kepemiluan dan kelembagaan, tata naskah dinas dan pengelolaan arsip, serta penguatan integritas dan etika kerja aparatur dan organisasi.

Beberapa sisi persiapan (jelang) kegiatan Podcast Bintang Demokrasi Bersama Media di Ruangan Ketua Bawaslu Kabupaten Dompu Irwan. Jokes-jokes ringan terlontar hingga menimbulkan tawa seisi ruangan. (foto bawaslu dompu/lakeynews)

Nah, inovasi metode pembelajaran dan diseminasi informasi ini, Ruang Belajar SDM dikembangkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan dan pengelolaan podcast kelembagaan. Menariknya, SDM yang ada ikut dilatih untuk menjadi host dan narasumber.

Podcast ini menjadi media alternatif untuk menyampaikan materi pembelajaran, berbagi pengalaman pengawasan, serta mengangkat isu-isu strategis kepemiluan secara lebih komunikatif dan mudah diakses oleh publik.

Kegiatan pelatihan podcast dikemas dalam format dialog interaktif. Narasumbernya, selain dari internal juga menghadirkan elemen eksternal. Yang dibahas, tema-tema aktual seperti pengawasan Pemilu, netralitas ASN, pengelolaan informasi publik, dan penguatan integritas.

Selain sebagai sarana pembelajaran internal, podcast ini juga menjadi media publikasi dan edukasi kepada masyarakat.

Ruang Belajar SDM ini rutin dilaksanakan setiap minggu. Durasi kegiatannya,  sekitar satu hingga dua jam per sesi. Produksi dan publikasi dilakukan secara berkala, 1-2 episode setiap bulan melalui kanal media resmi Bawaslu.

“Selain itu, kami lakukan evaluasi dan penguatan materi secara berkala setiap bulan. Hal ini untuk memastikan efektivitas pembelajaran,” jelas Pak Ketua.

Sejak podcast ini diluncurkan beberapa waktu lalu, sudah empat kali pertemuan Ruang Belajar SDM. Empat kali pembelajaran itu menghasilkan enam episode podcast dan telah dipublikasikan melalui media kelembagaan.

Sedangkan kegiatan pembelajaran yang menghadirkan narasumber dari luar Bawaslu, sudah dua kali. Pertama, menghadirkan Akademisi Universitas Muhammadiyah (UM) Bima Dr. Ihlas Hasan yang tampil bersama Pak Ketua. Dan, kedua, menghadirkan penulis, juga tampil bersama Pak Ketua.

Selain hal-hal di atas, lalu capaian apa lagi yang telah dihasilkan dari Ruang Belajar SDM, termasuk melalui media podcast?

“Banyak. Antara lain, tersusunnya dokumentasi materi pembelajaran secara sistematis, meningkatnya kualitas pemahaman terhadap regulasi dan tugas pengawasan, serta berkembangnya inovasi diseminasi informasi melalui podcast,” jawab Pak Ketua.

“Inovasi melalui podcast ini juga bagian dari upaya kami mendekatkan informasi pengawasan kepada publik secara luas,” sambungnya.

Sebelumnya, Kasubag Administrasi Sekretariat Bawaslu Dompu Agus Awaluddin, menjelaskan, inovasi dalam metode pembelajaran bukan sekadar rutinitas. Lebih dari itu, menjadi ruang aktualisasi pengetahuan dan pengalaman.

“Melalui podcast, kita belajar secara internal, dan berbagi informasi kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik,” paparnya.

Dia berharap, melalui program ini, terbangun budaya organisasi pembelajar (learning organization) yang mampu mendukung peningkatan kinerja kelembagaan secara berkelanjutan, akuntabel, dan berintegritas.

Bawaslu Dompu berencana, Ruang Belajar SDM akan terus dikembangkan. Baik dari sisi metode maupun substansi materi. Juga akan dilakukan penguatan kanal digital –seperti podcast– untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat. (*)