
KOTA BIMA – Setelah Kapolres dan Kasat Resnarkoba tersandung masalah Narkoba, Wakapolres Bima Kota Kompol Herman berinisiatif dan mengomandoi pemeriksaan urine semua anggota.
Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima. Kepala BNNK Bima Budi Surya dan jajaran hadir di sana. Sebelum pengambilan sampel urine dilakukan, Kompol Herman dan Budi Surya terlebih dulu memberikan arahan.
Tahap awal, Selasa (10/2/2026), pemeriksaan sampel urine baru dilakukan terhadap 41 personel dari 700-an anggota Polres terkait beserta jajaran. Rencananya, tes urine dilakukan bertahap.
“Hasilnya, seperti yang telah diumumkan pihak BNNK, dari 41 personel Polres Bima Kota yang diperiksa urinenya, seluruhnya negatif Narkoba,” kata Kompol Herman pada Lakeynews, Rabu (11/2/2026).

Sebagaimana dilansir media ini sebelumnya, Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi dicopot dari jabatannya dan dipecat dari keanggotaan Polri karena tersangkut kasus Narkoba. Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) itu, setelah Malaungi menjalani Sidang Kode Etik Profesi Kepolisian di Polda NTB, Senin (9/2/2026).
Sedangkan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro juga diperiksa dan diproses Polda NTB. Dia juga telah dinonaktifkan sementara. Tindakan itu diambil Kapolda Irjen Pol Edy Murbowo setelah AKP Maulangi –dalam sidang etik– buka mulut tentang dugaan AKBP Didik tersangkut dalam pusaran kasus barang terkutuk tersebut.
Berita sebelumnya: Kasat “Bandar” Narkoba Dipecat, Kapolres Dinonaktifkan; Fase Baru Polda NTB Gilas Penjahat Narkoba
Tes sampel urine tersebut menyasar personel dari semua satuan fungsi. Yakni Sat Resarkoba, Sat Reskrim, Sat Lantas, Sat Polairud, Samapta, Sat Binmas, Sat Lantas, Bagian SDM, dan Dalops.
Tidak hanya anggota, para perwira (Pamen dan Pama) pun ambil bagian. Diantaranya, Wakapolres Kompol Herman, Kabag Ops Kompol Dedy Supriadi, KBO Sat Intelkam, Kasat Polairud, Kasat Binmas, Kabag SDM, KBO Reskrim, Kanit Regident Sat Lantas, Paur Dalops, dan lainnya.
“Hasil tes urine langsung diumumkan pihak BNNK di tempat itu juga. Ini dilakukan untuk menghindari adanya asumsi atau spekulasi yang bukan-bukan di tengah masyarakat,” jelas Herman.
Menurutnya, langkah pemeriksaan urine secara mendadak itu sebagai bentuk dan wujud keseriusan Polres Bima Kota dalam bersikap tegas terhadap seluruh personel, termasuk perwira.
Kalau memang di antara personel ada yang terbukti, Herman tegaskan, risiko ditanggung masing-masing. “Saya sudah sering mengingatkan supaya tidak ada lagi anggota yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika,” tandasnya.
Herman mengaku sengaja memanggil secara acak puluhan personel untuk diperiksa sampel urinenya. Dia juga sengaja menggandeng BNNK agar tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. “Biar tidak ada dusta di antara kita,” paparnya.
Alumni SMPN Donggo 1989 itu menekankan pada seluruh anggota agar berani memberikan sampel urine-nya, dan mengikuti seluruh proses pemeriksaan urine. “Apapun hasilnya, itulah hasil pemeriksaan BNNK tanpa diitervensi (pihak manapun),” paparnya.
“Kita tunjukkan bahwa kita serius membersihkan diri. Tidak ada keterlibatan dan keterkaitan dengan peredaran gelap Narkoba. Pemeriksaan sampel urine ini untuk memastikan tidak adanya personel yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” sambungnya. (tim)

One thought on “Kapolres dan Kasat Resnarkoba Bermasalah, Wakapolres Komandoi Pemeriksaan Urine Anggota”