
Bupati Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) Bambang Firdaus dibuat murka. Pemicunya, lagu Indonesia Raya dinyanyikan tanpa iringan backsound (suara latar berupa musik atau instrumen) dalam acara resmi.
===========
“TRAGEDI” itu terjadi dalam seremonial Penyambutan dan Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Dompu Periode 2025-2030 di Aula Pendopo Bupati, Senin (3/3/2025).
“Ini ada persoalan, atau apa,” tanya BBF didampingi Wakil Bupati Syirajuddin saat menyampaikan Pidato Perdana.
Acara dihadiri Plh. Bupati yang juga Sekda, Gatot Gunawan P. Putra, Ketua DPRD Muttakun, Kapolres AKBP Zulkarnain, Kajari Burhanuddin, dan perwakilan Kodim.
Hadir juga para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah dan pejabat-pejabat terkait, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.
Pada prinsipnya, BBF sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas sambutan yang luar biasa terhadap bupati beserta istri, dan wakil bupati beserta istri pada pagi itu.
Namun demikian, dia merasa ada satu hal yang membuat hambar acara tersebut. Yakni tidak adanya gema backsound ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan.
“Kalau tahu begini, saya tidak mau. Pak Kajari, Abang saya, ndak mau. Benar saya ndak mau,” tegas BBF.

Bahkan, dirinya tidak hadirpun tidak akan mengurangi substansi BBF jadi Bupati. “Saya tetap jadi Bupati, khan?” tanya Ketua DPC Partai Gerindra itu.
BBF mengaku lebih kecewa, lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak disemangati dalam acara tersebut.
“Nggak usah kita mengaku diri bahwa lndonesia harga mati. Untuk itu saja (menggemakan lagu Indonesia Raya) nggak bisa, kok,” tegasnya disambut tepuk tangan Wakil Bupati dan hadirin.
Dengan nada tanya, dia lalu mengatakan, “bagaimana kita bisa menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kalau di diri ini tidak ada lagi dan pupus nilai-nilai kebangsaan.”
Artinya, menurut BBF, hari ini generasi penerus ini tidak ada semangat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa ini. “Tidak boleh (seperti itu),” pesannya.
Katanya, jangan dianggap lagu Indonesia Raya dengan irama itu hanya sekadar seremonial belaka. “Tidak demikian,” ucapnya.
Kalau dihayati, masuk ke dalam relung hati, mengalir dalam darah setiap insan, itu akan mendongkrak daya juang untuk mempertahankan NKRI.
“Sebagai anak bangsa, wajib hukumnya kita untuk terus menjaga dan mencintai NKRI, khususnya daerah Kabupaten Dompu, dengan hal-hal itu tadi,” imbuh BBF.
Janji Bekerja Keras, Wujudkan Dompu Maju dan Sejahtera
Pada sisi lain, Bupati Bambang mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada BBF-DJ.
BBF berjanji, bersama Syirajuddin akan bekerja keras untuk mewujudkan visi, misi, dan program pembangunan Kabupaten Dompu yang lebih maju dan sejahtera.
“Kami berkomitmen untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
BBF-DJ akan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Mewujudkan semua itu, BBF kembali mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah ini. Persatuan dan kesatuan sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Kabag Prokopim: Ada Miskomunikasi Dua Operator
Bagaimana ceritanya bisa tidak backsound saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan dalam acara resmi penyambutan dan Sertijab Bupati-Wabup Dompu tersebut?
Sekda Gatot Gunawan P. Putra yang dikonfirmasi Lakeynews.com melalui pesan singkat ke nomor WhatsApp-nya, belum memberikan tanggapan.
Namun, Kabag Prokopim Setda Agus Miswara Sugiarto menjelaskan penyebab tidak adanya backsound saat dinyanyikan lagu Indonesia Raya tersebut. Yakni adanya miskomunikasi dua operator.
“Adanya miskomunikasi antara operator sound dengan operator layar komputer yang sedang live,” jelas Agus pada media ini, Senin malam.
Bagaimana upaya sehingga hal seperti ini tidak terulang kedepan?
“Kami akan bekerja lebih maksimal dan lebih teliti lagi kedepannya. Memastikan agar hal-hal seperti ini tidak akan terulang lagi,” jawab Agus.
“Sangat Wajar Kepala Daerah Marah”
Bukan hanya Bupati BBF. Elemen masyarakatpun gerah dengan tidak adanya iringan backsound saat lagu Indonesia Raya dinyanyikan. “Sangat disayangkan,” kata Pemerhati Sosial, Politik dan Pemerintahan Suherman Ahmad pada media ini, Senin malam.
Hal tersebut menunjukkan, secara teknis, pelaksana acara tidak cermat dan tidak teliti. Mestinya sedari awal hal-hal teknis sekecil apapun dicek dan dipersiapkan dengan baik.
“Memang terlihat sepele dan sederhana tapi hal itu membuat acara kehilangan makna apalagi sampai lupa bahwa (backsound) lagu Indonesia Raya sebagai sebuah simbol nasionalisme terhadap bangsa dan negara,” tegasnya.
Herman (sapaan akrab Suherman Ahmad) sangat memahami kekecewaan Bupati. “Itu sangat wajar (BBF) sebagai kepala daerah marah. Apalagi sebagai kader Gerindra di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dikenal memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi,” urainya.
Lebih-lebih BBF-DJ bersama ratusan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak 2024, baru saja mengikuti pembekalan di Akademi Militer Magelang. Dan, diketahui itu merupakan tempat menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalisme.
“Kedepan hal-hal sepele dan sederhana semacam ini tidak boleh lagi terjadi, apalagi di acara-acara resmi pemerintahan. Bupati harus memastikan itu,” pesan mantan komisioner KPU Dompu ini.
Disambut Sukacita dan Haru
Sebelum acara seremonial di Aula Pendopo Bupati, terlebih dulu dilakukan penyambutan Bupati dan Wabup baru. Penyambutan berlangsung khidmat, sukacita dan diwarnai suasana haru.
Dimulai dengan prosesi adat khas Dompu, menampilkan tarian tradisional dan iringan musik daerah, serta penyematan selendang adat.
Selain memberikan ucapan selamat, para pejabat dan perwakilan berbagai elemen masyarakat berkesempatan foto bersama pemimpin dengan slogan perubahan tersebut. (tim)

One thought on “Bupati Dompu Murka”