Kasi Pembinaan Seni dan Budaya Disbudpar Kabupaten Dompu Dedi Arsyik, S.Sos (tengah), didampingi panitia MPLS SMKN 1 Dompu mengenalkan budaya kepada ratusan peserta didik baru, Senin (18/7) pagi. (ist/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Pengenalan Budaya merupakan salah satu materi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) peserta didik baru SMKN 1 Dompu, Senin (18/7) pagi.

Materi tersebut disampaikan Kepala Seksi Pembinaan Seni dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu Dedi Arsyik, S.Sos.

Mengawali materinya, Dedi menjelaskan, budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah. Buddhayah merupakan bentuk jamak dari buddhi. Diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

“Bentuk lain dari kata budaya adalah kultur yang berasal dari bahasa latin yaitu Cultural,” ujarnya.

Pengenalan budaya dan kebudayaan di lingkungan sekolah, menurutnya,  sangat penting. Hal ini searah dengan sejarah terbentuknya Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Undang-undang ini menekankan kepada pelindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan agar budaya daerah di Indonesia dapat tumbuh dan terpelihara.

“Warisan-warisan budaya yang perlu dilestarikan dari generasi ke genarasi itu berupa warisan budaya kebendaan dan warisan budaya tak benda,” papar Dedi.

Para peserta didik baru SMKN 1 Dompu antusias mengikuti MPLS dengan materi Pengenalan Budaya dari Kasi Pembinaan Seni dan Budaya Disbudpar Kabupaten Dompu Dedi Arsyik, S.Sos. (ist/lakeynews.com)

Diuraikan, warisan budaya benda adalah warisan budaya yang bisa diindera dengan mata dan tangan. Misalnya, berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar. Termasuk candi-candi dan arsitektur kuno lainnya, sebilah keris, gerabah/keramik, sebuah kawasan dan lainnya.

Sedangkan warisan budaya tak benda, lanjut Dedi, adalah sebaliknya. Merupakan warisan budaya yang tak bisa diindera dengan mata dan tangan, namun jelas-jelas ada seperti Bahasa, Puisi, Cerita rakyat, Seni Tari, Seni Musik, Seni Sastra dan lainnya.

Ratusan siswa baru SMKN 1 Dompu antusias mengikuti rangkaian kegiatan menarik tersebut. Mereka begitu bersemangat untuk mengetahui hal-hal seputar kebudayaan.

Itu tergambar dari sejumlah siswa yang antusias mengajukan pertanyaaan terkait budaya dan kebudayaan kepada Dedi Arsyik. Antara lain yang hendak mereka ketahui, apa saja upaya yang harus dilakukan untuk menangkal budaya barat maupun Asia.

Menariknya, ada juga ditanyakan juga soal istilah Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), tentang bahasa daerah Dompu, dan sebagainya.

Sebelumnya, Ketua Panitia MPLS SMKN 1 Dompu Deni Hari Suryawan, SE menjelaskan secara singkat tentang kegiatan MPLS itu.

“Kegiatan MPLS ini mengacu pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan PLS Bagi Siswa Baru,” kata pria yang lebih dikenal dengan nama Vj Deny itu. (ayi)