
DOMPU, Lakeynews.com – Dari 130 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi pada Jumat (24/9) lalu, terselip salah satu jender sebagai pimpinan wilayah kecamatan.
Sosok tersebut adalah Nuraini, S.Pd, salah satu Kepala SMP di Kecamatan Pekat yang dipercaya sebagai Camat Pekat.
Torehan sejarah, sejak Kabupaten Dompu terbentuk, sosok ini merupakan satu-satunya perempuan pertama yang mendapat jabatan sebagai pimpinan wilayah kecamatan (Camat).
Saat ditemui Lakeynews.com, Sabtu (25/9) di Labu Barat Desa Nangamiro, Kecamatan Pekat, Nuraini mengatakan, seorang camat, baik laki-laki maupun perempuan itu hanya sebuah kesempatan dan kepercayaan.
Diakuinya, menjadi Camat memang tidak mudah. Perlu dukungan dan kerja sama semua pihak, sehingga apa yang menjadi program bisa berjalan sesuai harapan.
“Saya tidak bisa sendiri dalam mewujudkan semua program, perlu dukungan dan kerja sama semua pihak, yang kita harapkan bisa tercapai,” ujarnya.
Nuraini pertama kali menginjakkan kakinya di Kecamatan Pekat tahun 1990. Saat itu dia meniti karir sebagai guru sukarela pada SMP 6 Kempo (sekarang SMPN 1 Pekat). Selama 14 tahun tanpa gaji.

Sebagai penyambung hidup, dirinya hanya mengandalkan uang BP3 yang diterima hanya sekali dalam satu semester itupun tidak seberapa.
Buah dari kesabaran dan ketulusannya, tahun 2005 dirinya diangkat menjadi PNS melalui tes umum dan ditugaskan pada sekolah tempatnya mengabdi.
Lika liku perjalanan meniti karirnya, tidak selamanya mulus. Nuraini sempat dimutasi keluar Kecamatan Pekat. Tepatnya di salah satu SMP di Kecamatan Pajo.
“Saya sempat dipindahkan ke Pajo bersama suami karena salah langkah dalam politik. Cuma beberapa bulan saja dan kembali ke Pekat lagi,” katanya.
Tahun 2012, sosok wanita yang dinilai tegas namun humoris ini, mendapat kepercayaan sebagai kepala SMPN 2 Pekat hingga dia dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Dompu Kader Jaelani sebagai Camat Pekat, Jumat lalu. (orj)
