Bupati Dompu ”Aby” Kader Jaelani saat menabur bunga di Makam Sultan Syamsudin di Bukit Sultan, Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu. (ist/lakeynews.com)
Pose bersama Bupati Dompu ”Aby” Kader Jaelani, Wakil Bupati H. Syahrul Parsan, ST, MT, Ketua MK RI Dr. H. Anwar Usman, SH, MH, unsur Forkompinda dan undangan lainnya usai upacara HUT ke-206 Dompu. (ist/Lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-206 Kabupaten Dompu yang digelar di Lapangan Beringin Komplek Kantor Bupati, Minggu (11/4), berlangsung khidmat, tertib dan lancar.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Mahkamah Konstitusi RI Dr. H. Anwar Usman, SH, MH, Asisten II Setda Provinsi NTB Ir. H. Ridwan Syah, M.Sc, Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE, Bupati Bima Hj. Indah Damayanti, SE, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebagai Inspektur Upacara, Bupati Dompu ”Aby” Kader Jaelani (AKJ) membacakan amanat hari jadi ke-206 Kabupaten Dompu dengan tema ”Melalui Moment Hari Jadi Dompu, Kita Bangkitkan Partisipasi Masyarakat, Menuju Dompu yang Mashur (Mandiri, Sejahtera Unggul dan Religius)”. AKJ juga menyoroti sejumlah isu terkini yang terjadi di daerahnya.

Bupati Dompu mengatakan, seiring dengan perubahan waktu, tidak terasa daerah yang bermotokan Nggahi Rawi Pahu ini, telah berusia 206 tahun. ”Usia ini adalah rentang waktu yang cukup panjang dalam perjalanan sebuah daerah, dengan usianya yang 206 tahun ini, tentu banyak romantika dan dinamika sejarah yang telah di alami oleh Kabupaten Dompu,” katanya.

Dari kiri; Bupati Dompu “Aby” Kader Jaelani, Ketua MK RI H. Anwar Usman, Wakil Bupati H. Syahrul Parsan. (ist/lakeynews.com)

Menurutnya, peringatan HUT memberi   tiga makna yakni retrospektif, introspektif dan prospektif. ”Tujuannya agar mendorong daerah ini untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebagai sebuah pondasi kokoh menapaki masa kini dan masa depan,” jelasnya.

Selain itu, kata pria yang akrab disapa Aba Kade ini, momentum ini juga sebagai sarana mawas diri dan ikhtiar merancang atau mendesain sebuah formulasi masa depan yang berlandaskan realita dan dinamika yang berkembang. ”Tanpa harus melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu,” terangnya.

Bupati Dompu menuturkan, hari jadi Dompu ke-206 ini, dengan berbagai kemajuan dan perubahan yang dapat dilihat dan dinikmati oleh kita semua. ”Tentunya tidak akan bernilai apa-apa, bila kita tidak menengok dimasa silam, dimana dengan berbagai usaha dan upaya yang luar biasa, serta dengan pengorbanan yang tiada tara dari para leluhur, mereka telah bahu membahu, berupaya dengan sebaik-baiknya, untuk membangun  daerah ini,” paparnya.

Pose bersama di spot wisata Bukit Sultan di Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu. (ist/lakeynews.com)

Karena itu, lanjut  pria yang baru sebulan lebih menjabat Bupati ini, sudah selayaknya bagi kita semua untuk berterima kasih yang tulus dan ikhlas. ”Kepada para Sultan Dompu dan keluarganya, para mantan Bupati dan Wakil Bupati, para mantan pejabat daerah, para alim ulama,  cendekiawan,   orang   tua  dan  guru-guru kita  dari berbagai  periode dan  zaman,” ujarnya.

”Serta pihak-pihak yang telah memberikan andil yang besar, dan luar biasa. untuk eksistensi keberlanjutan dan keharuman nama baik daerah ini, sehingga dapat dikenal dan dikenang sepanjang jaman. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” pintanya.

Semoga dengan mengingat jasa beliau-beliau, sambungnya, maka terpatri rasa syukur yang teramat dalam kepada Allah SWT. ”Atas segala anugerah dan nikmat yang diberikannya, dan berharap kita yang hidup pada zaman ini, dapat menjaga merawat dan meneruskan perjuangan mereka, untuk kemajuan dan keberlanjutan pembangunan, sehingga Dompu yang Baldatun Toyibatun Warabun Gaffur dapat kita wujudkan,” harapnya.

Pada peringatan ke-206 kali ini, mengambil tema ”Melalui Moment Hari Jadi Dompu, Kita Bangkitkan Partisipasi Masyarakat, Menuju Dompu yang Mashur (Mandiri, Sejahtera Unggul dan Religius).”

Menurutnya, tema ini mengandung semangat mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang cukup melimpah. Hal ini dengan harapan Dompu memiliki daya saing tinggi di lingkup regional maupun nasional.

“Tentu tanpa mengabaikan pelestarian alam dan lingkungan, serta peningkatan iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Sehingga, kesejahteraan yang dicapai diliputi Rahmat dan kasih sayangNya,” harapnya. (fm/ady)