
DOMPU, Lakeynews.com – Minimnya catatan atau literatur tentang sejarah dan budaya Dompu, menjadi pertimbangan mendasar Yayasan Kesultanan Dompu (YKD) dalam menerbitkan buku berjudul “Kesultanan Dompu, Dinamika Sejarah Tahun 1934-1947.”
Penerbitan buku oleh YKD melalui Divisi Penerbitannya itu bekerja sama dengan Penerbit RUAS Media Yogya (Genta Group). “Buku ini sebenarnya merupakan terbitan yang ketiga,” kata Wakil Ketua YKD Yeyen Seprian Rachmat, pada Lakeynews.com.
Pria yang juga bertanggung jawab terhadap Divisi Penerbitan YKD itu menjelaskan, bedanya dengan terbitan pertama dan kedua, terbitan ketiga ini telah banyak perbaikan.
“Banyak yang diperbaiki, baik dari segi judul, isi maupun tata letak, serta dilengkapi dengan foto-foto. Ya, yang ketiga ini lebih lengkaplah,” jelas Dae Yeyen, sapaan akrabnya.
Secara terpisah, Ketua YKD H. Syaiful Islam, menjelaskan, penerbitan buku Kesultanan Dompu ini merupakan hal kecil yang baru dapat diwujudkan YKD. Kedepan beberapa buku sejarah dan budaya Dompu juga mulai dipersiapkan.

Katanya, lambatnya penerbitan buku-buku sejarah ini terkendala data yang sangat minim. Diakuinya, sebagian data ada di Belanda, seperti di Perpustakaan KITLV. Tapi tidak bisa diakses, atau tertulis accsess restricted.
“Saya pikir, ini butuh kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, YKD dan masyarakat Dompu secara keseluruhan,” harap Papi Fu, demikian mantan anggota DPRD NTB ini biasa dipanggil.
Kapan buku ini akan terbit?
Menurut Yeyen, rencananya buku akan selesai diakhir Maret 2021 ini. Sesuai jadwal yang mereka buat dengan tim RUAS Media Yogya (Genta Group), tepatnya 27 Maret.
“Distribusi kami mulai April 2021. Sejauh ini tidak ada kendala. Doakan semoga lancar,” harap Yeyen.
Selain memohon doa dan dukungan semua pihak, Yeyen juga mengajak seluruh masyarakat Dompu untuk sama-sama memperkuat sejarah Dompu.
“Jika ada catatan sejarah, foto atau apapun yang memiliki nilai bagi tegaknya sejarah Dompu dan dapat diwariskan pada generasi mendatang, maka baik untuk sama-sama kita terbitkan,” ajak Yayan.
“Hanya dengan kebersamaanlah kita kuat dan bisa menegakkan sejarah Dompu,” kata cucu Sultan Dompu MTA. Sirajuddin ini. (tim)
