Kalakhar BPBD Kabupaten Dompu Jufri, ST, M.Si, saat dicegat media ini di depan kantornya, beberapa hari lalu. (tim/lakeynews.com)

DOMPU, Lakeynews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu melakukan beberapa terobosan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana yang bisa saja setiap saat.

Salah satunya, tahun 2021 ini BPBD membangun kerja sama dengan PT. Sumbawa Timur Mining (PT. STM). “Kerja sama ini terkait dengan hal-hal apa yang harus dilakukan ketika misalnya terjadi kebencanaan,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Dompu Jufri, ST, M.Si.

Ketika dicegat Lakeynews.com di depan kantornya, beberapa hari lalu, Jufri menyebut contoh jalur evakuasi bencana. Saat ini, sedang dilihat lokasi tempat evakuasi yang akan dibangun bersama PT. STM.

“Di mana tempat evakuasi ketika terjadi tsunami, gempa bumi, atau peristiwa kebencanaan lainnya, ini yang sedang dilihat dan akan dibangun,” jelas Bang Jef, sapaan akrab Jufri.

Papan-papan imbauan juga akan dibuatkan. Lokasi-lokasi rawan longsor, banjir dan lainnya akan dipasang papan peringatan kebencanaan.

Dijelaskan, khusus di jalur mulai dari perbatasan Kecamatan Pajo dengan Hu’u, akan dipasang atau dibangun monumen yang menginformasikan tentang daerah-daerah rawan kebencanaan.

Sedangkan dari sisi kesiap-siagaan, seperti di daerah-daerah abrasi, diupayakan langkah-langkah pencegahan. “Pencegahan harus diupayakan bersama. Karena, dalam segitiga biru itu, ada pemerintah, perusahaan dan ada masyarakat,” paparnya.

Selain itu, BPBD bersama STM dengan melibatkan masyarakat, ingin menanam mangrove untuk menahan terjadinya abrasi. Itu dilakukan, antara lain di wilayah Kecamatan Hu’u sebagai daerah lingkar tambang.

Pada sisi lain, Bang Jef mengingatkan masyarakat Dompu agar tidak perlu panik dengan isu-isu kebencanaan. Namun demikian, kewaspadaan terhadap kemungkinan sewaktu-waktu terjadi musibah atau bencana, memang perlu.

Langkah antisipasi sudah dipersiapkan BPBD sejak Desember 2020. BMKG juga sudah mengingatkan, cuaca ekstrem di Dompu dan beberapa daerah lain akan berlangsung sampai April 2021.

Di Posko Kebencanaan BPBD Dompu, lanjutnya, tetap standby untuk mengantisipasi kemungkinan bila terjadi hal-hal yang sangat mendesak.

“kalau misalnya ada kejadian yang secara tiba-tiba, kami langsung action ke lapangan untuk memberikan bantuan-bantuan. Namun, hanya logistik yang bisa kami bantu,” tegasnya. (tim)