Suherman (melihat kamera) saat donor darah pada Perayaan Milad ke-74 HMI di Dompu, Jumat (12/2). (ist/lakeynews.com)

Lebih penting adalah parpol pengusung harus punya tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan, bahwa janji-janji politik yang tertuang dalam visi, misi dan program AKJ-Syah terealisasi dengan baik.” Suherman, Pemerhati Sosial Politik Dompu.

DOMPU, Lakeynews.com – Menghadiri acara pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Dompu terpilih bukanlah hal yang terlalu penting. Apalagi sampai diperdebatkan. Sebab, acara tersebut hanya seremonial.

Pandangan itu dilontarkan Pemerhati Masalah Sosial dan Politik Dompu Suherman pada Lakeynews.com, Jumat (12/2) malam ini.

Demikian juga uneg-uneg yang disampaikan Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Dompu Sahlan dan Ketua DPD Gerindra Kabupten Dompu Kurnia Ramadhan terkait dengan tidak diundangnya partai politik pengusung pada pelantikan Bupati/Wabup terpilih yang direncanakan berlangsung di Mataram, 17 Februari ini.

“Pernyataan yang beliau berdua sampaikan tidak perlu diperdebatkan atau dipertentangkan,” tutur Herman.

Menurutnya, pimpinan kedua parpol pengusung pasangan “Aby” Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan (AKJ-Syah) ini hanya beda perspektif dan gaya bahasa politik saja dalam meyampaikan pandanganya. “Substansi pesannya sama,” paparnya.

Sebagaimana dilansir beberapa media online sebelumnya, Sahlan, Sekretarias DPD NasDem secara vulgar menyatakan kekecewaaan dan ketersinggungannya kepada Pemprov NTB karena tidak mengundang mereka selaku pimpinan parpol pengusung untuk menghadiri pelantikan.

Sementara Ketua DPD Gerindra lebih soft. Meski merasa bersyukur tidak diundang, dapat dimaknai dia juga menyiratkan kekecewaan terhadap cara kerja pejabat birokrat di Pemkab Dompu yang dinilai lemah dalam membangun komunikasi, koordinasi dan jaringan dengan Pemprov.

Ditengah pandemi Covid-19 ini, lanjut Herman, semua serba terbatas dan dibatasi. Termasuk yang hadir di acara pelantikan Bupati/Wabup terpilih.

“Menghadiri pelantikan bukanlah persoalan yang serius dan sangat penting. Sebab, itu hanyalah seremonial,” tegas Herman. “Dihadiri atau tidak dihadiri undangan, toh pelantikan tetap dilaksanakan,” sambungnya.

Yang jauh lebih penting bagi parpol pengusung (NasDem, Gerindra dan Hanura) ke depan, menurut dia, bagaimana membangun komunikasi politik yang baik. Sehingga, seiring sejalan dalam mengontrol dan memastikan jalannya pemerintahan AKJ-Syah sesuai jalurnya.

“Lebih penting adalah parpol pengusung harus punya tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan, bahwa janji-janji politik yang tertuang dalam visi, misi dan program AKJ-Syah terealisasi dengan baik,” tegasnya.

“Saya kira itu jauh lebih penting daripada menghabiskan energi pada masalah menghadiri atau tidak menghadiri pelantikan,” cetus Herman. (tim)