Destinasi Situs Klasik Dorobata Kelurahan Kansa, Dompu, kini semakin menakjubkan dan asyik dikunjungi. (ist/lakeynews.com)
Lurah Kansa Dedy Arsyik (kiri) dan Kadis Budpar Dompu Khairul Insan berpose di Destinasi Wisata Bukit Sultan. (ist/lakeynews.com)

KELURAHAN Kandai Satu (Kansa), Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu memiliki tiga destinasi (objek) wisata unggulan. Yakni Bukit Sultan, Doro Wadu Na’e (DWN) dan Situs Klasik Dorobata.

Segitiga destinasi wisata itu merupakan pendukung terwujudnya impian besar Lurah Kansa Dedy Arsyik, S.Sos, “menyulap” wilayahnya sebagai Kelurahan Tematik.

“Saya bertekad menjadikan Kandai Satu sebagai Kelurahan Tematik, dengan segitiga destinasi wisata itu,” katanya pada suatu perbincangan dengan Lakeynews.com.

Pengamatan media ini, belakangan ini ketiga destinasi wisata di wilayah Kansa itu cukup ramai dikunjungi. Tidak hanya warga lokal Dompu. Banyak pengunjung dari Kota dan Kabupaten Bima. Bahkan, dari wilayah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat.

Yang menakjubkan, tamu-tamu pemerintah daerah yang datang ke Dompu dalam rangka dinas pun tak ketinggalan. Ketika memiliki waktu senggang, sebelum atau sesudah kegiatan kedinasan, mereka berkunjung ke tiga atau salah satu destinasi itu.

Secara umum dan singkat, Dedy menjelaskan rencana pihaknya mengembangkan ketiga objek wisata tersebut.

Bukit Sultan misalnya. Di sana ada makam Sultan Dompu pertama pembawa agama Islam di daerah ini. Yaitu Sultan Syamsuddin yang bergelar Ma Wa’a Tunggu (Tenggo) atau Kuat.

“Bukit Sultan akan kita kembangkan sebagai destinasi wisata Kelurahan Kandai Satu. Yakni sebagai wisata budaya dan religi,” jelas Dedy.

Sedangkan objek wisata DWN diperuntukan (terutama) bagi wisatawan atau pengunjung yang berminat naik gunung. “Yang hobi naik gungung atau wisata alam, di situ tempat mereka berkunjung,” paparnya.

Sementara Situs Klasik Dorobata, dikenal sebagai situs tiga zaman. “Situs ini sedang dalam penanganan sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah,” urainya.

Lebih jauh dikemukakan Dedy, untuk Situs Klasik Dorobata telah dilokasikan anggaran dari dana Pokir (pokok pikiran) anggota DPRD Dompu Ir. Muttakun. “Nilainya Rp. 40 juta,” tegasnya.

Wajah Destinasi Wisata Doro Wadu Na’e (DWN) kian apik setelah dipoles. (ist/lakeynews.com)

Didukung Kadis Budpar Dompu

Rencana Pemerintah Kelurahan Kansa bersama para pemuda, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat setempat mengembangkan tiga objek wisata tersebut, mulai mendapat perhatian dari Pemda.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Dompu Khairul Insan, MM, bahkan sudah beberapa kali berkunjung ke lokasi-lokasi wisata itu. Baik pada akhir tahun 2020 lalu maupun awal 2021 ini.

Dalam kunjungannya, pria yang akrab dipanggil Dae Mpera itu merespon dan mendukungan upaya pengembangan tiga destinasi wisata di kelurahan yang dipimpin Dedy Arsyik.

Kadis Budpar memberikan sejumlah masukan, diantaranya terkait penataan Bukit Sultan. Selain itu, dia menginstruksikan Kabid Kebudayaan agar berkoordinasi dengan Lurah Kansa terkait perbaikan bangunan makam.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Lurah Kansa, para pemuda Bukit Sultan dan Pokdarwis DWN meminta kepada Kadis Budpar agar sesegera mungkin mengupayakan perbaikan bangunan di Makam Sultan.

“Bapak (Kadis Budpar, red) sendiri melihat langsung kondisi bangunannya. Sangatlah tidak bagus ketika kita menikmati pemandangan indah, lalu bangunan makamnya tidak bagus,” kata Lurah Dedy saat itu.

Pada sisi lain, ketika diskusi seputar Sejarah dan Budaya Dou Dompu di Aula Kantor Kelurahan Kansa yang juga dihadiri Kadis Budpar dan para Kabidnya, Koordinator Pemuda Bukit Sultan Deni Putra Noja menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kelurahan Kansa dan Dinas Budpar.

“Fasilitasi kami pemuda dengan para pelaku sejarah untuk memberikan pencerahan dan pemahaman terkait sejarah Dompu. Utamanya Sultan Syamsuddin yang kita ketahui sebagai Sultan Dompu pertama yang beragama Islam,” pintanya.

( sarwon al khan )