

ACTION dari rencana melanjutkan sejumlah agenda yang sempat tertunda, mulai diwujudkan Yayasan Rai Aina Ngantu (RAN) atau RAN Foundation.
Tahap demi tahap dilakukan. Kini mulai mengembangkan Pertanian Terpadu Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.
Hal ini sebagai langkah awal dari terobosan lanjutan setelah sukses sebagai inkubator yang mengantarkan Industri Kelor Dompu –bahkan NTB– mendunia.
“Masuk dalam rencana Pengembangan Pertanian Terpadu Desa Doropeti itu, Pertanian, Peternakan, Perikanan, Wisata dan Industri Kecil,” kata Presiden RAN Foundation Ir. Muhammad Ruslan.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Dae Olan itu di lokasi pengembangan pertanian terpadu, Dusun, Sabtu (23/1) pagi.
Dae Olan terjun ke lokasi bersama Sekjen RAN Foundation Sarwon Al Khan, S.Sos dan unsur Dewan Pembina Drs. Abdul Jabbar Haq. Selain itu, ikut sejumlah pengurus dan barisan millenial RAN yang tidak sempat disebut satu persatu.
Hadir juga di lokasi penanaman perdana itu, Kasi Pembangunan dan Ekonomi Kecamatan Pekat Furqan Kamil, selain Kadus Dam Kasipahu Doropeti Makmun dan Bhabinkamtibmas Doropeti Bripka Muhtar.

Seperti apa desain pengembangan Pertanian Terpadu Desa Doropeti?
Dae Olan menjelaskan, Model Pertanian Terpadu Desa Doropeti adalah sistem yang menggabungkan kegiatan Pertanian, Peternakan dan Perikanan dalam satu lahan sebagai solusi bagi peningkatan produktivitas lahan, konservasi lahan, konservasi lingkungan dan pengembangan desa secara terpadu.
Peternakan misalnya. Ternak yang akan dipelihara di lokasi itu, Sapi, Kambing dan Ayam. Direncanakan, dari pengolahan kotoran sapi akan mengasilkan bio gas.
Juga nanti akan ada pupuk organik dari hasil pengolahan limbah kotoran kambing. “Pupuk organik ini akan dipakai untuk memupuk tanaman. Seperti buah-buahan, sayuran dan tanaman pelindung dan pakan ternak,” jelasnya.
Sedangkan limbah kotoran ayam diharapkan menjadi pakan ikan. Rencananya, ikan-ikan yang akan dibudidayakan adalah ikan nila, mujair dan lele.
Sejauh ini, papar Dae Olan, luas lahan yang sudah disiapkan untuk pengembangan pertanian terpadu di Desa Doropeti sekitar 32 hektare. Tepatnya di Dusun Dam Kasipahu.
Jarak lokasi tersebut sekitar 20 kilometer dari Ibukota Kecamatan Pekat. Kalau dari Ibukota Kabupaten Dompu, jaraknya sekitar 80 kilometer.
Apa saja yang melatarbelakangi RAN Foundation melakukan terobosan pengembangan pertanian terpadu?
Menjawab itu, Dae Olan menyebut setidaknya lima hal. Salah satunya, karena sesuai dengan arah kebijakan dan strategi nasional pembangunan pertanian.
Kedua, RAN Foundation ingin meningkatkan produktivitas komoditas tanaman pangan (meningkatkan produksi pangan) di Kabupaten Dompu. “Karena selama ini, buah-buahan, sayuran didatangkan dari luar daerah,” ungkapnya.
Ketiga, perlunya pengembangan kawasan budidaya di Kecamatan Pekat. Keempat, pengentasan kemiskinan di pedesaan. Dan, kelima, upaya pelestarian lingkungan dan menjaga sumber mata air.
Mengapa Desa Doropeti yang dipilih sebagai lokasi perdana untuk program ini?
Menurut Dae Olan, karena ketersediaan lahan untuk areal pengembangan ini dinilai lebih awal dan lebih siap.
Alasan lain, potensi sumber daya air, akses sarana prasanana desa (termasuk jalan) yang memadai, dukungan Pemdes Doropeti sebagai Desa Madani.
“Dukungan masyarakat setempat, terutama warga Dusun Dam Kasipahu yang diketuai Mahmud sangat besar,” kata mantan Bakal Calon Bupati Dompu itu. (tim)

Rai Aina Ngantu ššš
The Jekco’s