

Industri Pengolahan Limbah Medis dan Pakan Ternak pun segera Beroperasi
MATARAM, Lakeynews.com – Meski negeri ini dilanda pandemi Covid-19, industrialisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) justru tetap bergairah dan menggeliat.
“Alhamdulillah industrialisasi kita tetap menggeliat,” kata Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.
Pria yang akrab disapa Bang Zul itu mengistilahkan, bahwa pandemi Covid-19 ini membawa “berkah terselubung” bagi kehidupan masyarakatnya.
Rencananya, awal tahun 2021 depan di NTB akan mulai beroperasi beberapa industri. Salah satunya, industri pengolahan Teh Kelor.
“Januari 2021 kita akan memulai Industri Pengolahan Teh Kelor di Kota Mataram. Setelah ini akan dibangun di Kabupaten Dompu,” kata Bang Zul.
Diketahui, industri teh kelor (teh moringa) itu merupakan milik dan dikelola perusahaan jamu, CV. Tri Utami Jaya yang dipimpin Nasrin H. Muhtar, MM.
Nasrin sendiri mengatakan kesiapannya untuk berproduksi. “Januari siap diresmikan dan siap berproduksi,” ujar pria yang kerap disapa Doktor Jamu dan Paduka itu.
Menurutnya, produksi teh kelor yanh dilakukan pihaknya sudah berlangsung lama. Namun, produksi yang mulai dilakukan bulan depan, berlangsung di lokasi pabrik yang baru selesai dibangun.
Teh Moringa KIDOM, salah satu yang diproduksi perusahaannya, bahkan sudah diekspor ke beberapa negara walaupun masih masih dalam jumlah sedikit.
“Insya Allah, Januari mulai diekspor dalam jumlah besar. Mohon doa dari semuanya,”

Segera Beroperasi
Selain itu, di Pulau Sumbawa sedang direncanakan pembangunan berbagai industri. Antara lain, Industri pengolahan sampah di Bima dan Sumbawa.
“Tapi selalu ribet masalah lahan dan tanah. Mudah-mudahan segera ada penyelesaiannya,” harapnya.
Harapan itu juga disampaikan Gubernur di media sosial. Melalui status pada akun Facebook pribadinya.
Bulan depan juga, jelas Gubernur, akan mulai mengoperasikan Industri Pengolahan Limbah Medis di Sekotong, Lombok Barat.
Menurutnya, industrialisasi tak berarti melupakan sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan.
“Justru dengan industrialisasi di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan ini, nasib petani dan nelayan kita akan lebih baik,” tegasnya.
Bukan itu saja. Kalau tidak ada aral merintang, pada Januari mendatang, Industri Pakan Ternak pun akan mulai beroperasi di Banyumulek, Lombok Barat.
“Memang, perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan langkah pertama,” tandas Bang Zul. (tim)
